I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 38


__ADS_3

"Saya suka kamu jujur kayak gini." ucap David tanpa sadar. Firanda yang mendengar itu langsung melepaskan pelukan nya dan menatap suami nya dengn intens.


"Jawab jujur, kau pasti sudah mengetahui nya kan?" tanya Firanda dengan tatapan penuh selidiki.


"Maaf kemarin aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mu dan Gelia." balas David dengan jujur nya, membuat Firanda terkejut bukan main. Tetapi yang membuat Firanda bingung, kenapa suami nya tidak langsung menanyakan nya.


"Kenapa kau tidak bertanya pada ku tentang Dika?" tanya Firanda.


"Karena aku yakin kalau kau pasti akan berkata jujur, walaupun tidak dengan waktu dekat kau mengatakan nya." balas David membuat Firanda bungkam.


"Sudah jangan di pikirkan, sebaiknya kita makan dulu. Aku sudah sangat lapar ini." lanjut David mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak terlalu tegang.


"Tapi makanan nya belum datang." balas Firanda dengan mengecek pesanan nya.


"Sebentar lagi juga datang." lanjut nya dengan beranjak dari duduk nya dan pergi menuju dapur untuk mengambil piring.


Tak lama bel berbunyi dengan segera Firanda membuka pintu nya dan mengambil pesanan nya. Setelah membayar nya, Firanda pun masuk ke dalam kembali.


"Ayo kita makan." ajak Firanda pada suaminya yang tengah menonton piala Dunia.


David pun menurut dan mengikuti langkah istri nya ke arah ruang makan. "Kau ingin lauk pauk nya apa?" tanya Firanda saat melihat suami nya mendudukan diri nya di kursi meja makan.


"Sama kan saja." balas David dengan singkat, Firanda pun mengangguk lalu memberi kan piring yang sudah berisikan makanan itu pada suami nya.


Mereka pun makan dengan khidmat, tidak ada satu pun di antara mereka memulai pembicaraan. Karena mereka berdua selalu mematuhi aturan di keluarga masing masing, untuk tidak berbicara ketika sedang makan, tetapi kalau memang itu sangat penting, maka mereka di perbolehkan untuk berbicara walau pun dengan keadaan saat makan.


Setelah selesai Firanda pun pergi mencuci piring bekas diri nya dan suami nya, sedangkan David pergi ke ruang keluarga untuk menonton kembali piala Dunia. Saat sedang asik asik nya, David tiba tiba mengingat sesuatu.

__ADS_1


"Firanda." teriak David memanggil istri nya.


"Ada apa?" tanya Firanda muncul dari balik pintu dapur dan berjalan ke arah ruang keluarga lalu duduk di samping suami nya.


"Apa kau keberatan aku memperkerjakan beberapa pelayanan untuk mengurus rumah ini?" tanya David.


"Kau tidak percaya pada ku,yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah ini?" tanya Firanda memicing kan mata nya menatap tajam pada suami nya.


"Ehh tentu saja aku percaya pada mu, tetapi aku merasa kasihan pada mu. " balas David dengan cepat agar istri nya itu tidak berpikir macam macam tentang diri nya.


"Kau tidak perlu mengasihi ku. " balas Firanda dengan ketus.


"Tapi bagaimana kalau keluarga kita berpikir buruk tentang ku?" tanya David dan hanya di balas acuhan bahu.


"Itu si urusan mu." balas Firanda beranjak dari sana dan pergi menuju kamar nya. Sedangkan David yang melihat istri nya pergi langsung menyusul nya.


"Ada apa lagi sih?" tanya Firanda dengan nada kesal karena David terus mengekori nya.


"Ngomong kek dari tadi kalau mau ngajak jalan jalan, yaudah aku ganti pakaian dulu." balas Firanda langsung mengacir pergi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian nya.


Hanya membutuhkan waktu lima menit saja untuk Firanda mengganti pakaian nya. "Sudah siap?" tanya David yang langsung di angguki oleh Firanda dengan semangat.


"Siap."


"Ayo berangkat." mereka pun pergi dari rumah dan menikmati udara malam hari, ini adalah pertama kali nya Firanda dan David melakukan kencan. Sebelum nya mereka memang sering berdua, tetapi bukan untuk pergi kencan, melainkan untuk membahas pekerjaan atau melakukan sebuah pekerjaan.


"Kau ingin ke mana?" tanya David saat mereka serang berada di taman kota.

__ADS_1


"Bolehkah kita ke pasar malam?" tanya Firanda dengan tatapan penuh harap.


"Pasar malam? Yang benar saja. Aku tidak mau! Cari tempat lain saja." tolak David dengan tegas.


"Ya tapi kan aku ingin pergi ke sana, jika kau tidak ingin mengantar ku ke sana. Aku bisa kok pergi ke sana sendirian." balas Firanda sambil bersiap siap untuk turun dari mobil David, tetapi baru saja membuka nya, David terlebih dulu mencegah nya. Melihat itu Firanda bersorak dalam hati karena sudah membuat David menuruti keinginan nya.


"Baiklah ayo kita ke pasar malam." ucap David dengan datar.


"Di mana lokasi nya?" lanjut nya lagi dengan bertanya pada Firanda tanpa menatap wajah wanita itu.


"Di dekat belakangan rumah Gelia." balas Firanda dengan semangat.


Tanpa menjawab ucapan istri nya, David langsung melajukan mobil nya menuju rumah Gelia, tetapi sesampainya di sana tidak ada pasar malam atau semacam nya. Membuat David bingung lalu bertanya pada istri nya.


"Kok gak ada pasar malam nya?" tanya David dengan menatap Firanda.


"Kau ini bodoh sekali, kan sudah aku katakan dekat belakang rumah Gelia, bukan depan rumah nya." balas Firanda dengan mendengus kesal.


"Ahh iya aku lupa." gumam David dengan melajukan kembali mobil nya dan mengitari rumah Gelia agar sampai di belakang taman rumah teman nya itu.


Sesampainya di sana banyak sekali pedagang, mainan dan juga orang orang yang berlalu lalang dan menikmati pasar malam itu. Firanda yang masih di dalam mobil sudah tidak sabar untuk turun dan segera berlari ke pasar malam itu. Tetapi dia harus menahan nya karena dia dan David harus mencari terlebih dulu parkiran untuk mobil nya.


Setelah memarkirkan mobil nya, Firanda langsung turun dari mobil dan berlari menuju salah satu pedagang yang ada di sana. Sedangkan David yang melihat itu langsung panik seketika, karena takut istri nya menghilang. Walaupun dia dan Firanda menikah tanpa di dasari cinta, tetapi David masih mempunyai perasaan manusiawi untuk menjaga istri nya. Bukan hanya itu saja, dia juga takut kalau dia akan berakhir mengenaskan karena menghilangkan pewaris satu satu nya pengusaha nomor satu di negara nya, Kanada.


David berlari menyusul istri nya yang kini tengah menikmati makanan nya. "Jangan coba coba lagi. " ucap David dengan tegas.


"Coba coba apaan?" tanya Firanda tak mengerti apa maksud suami nya.

__ADS_1


"Pergi tanpa pengawasan ku." balas David dengan nada yang masih terdengar tegas.


"Akhh maaf tadi aku terlalu bersemangat, karena ini pertama kali nya aku ke pasar malam lagi. Setelah beberapa tahun tidak datang ke sini." balas Firanda dengan terus menguyah makanan yang ada di tangan nya tanpa memperdulikan suami nya yang tengah menatapnya dengan tajam.


__ADS_2