I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 43


__ADS_3

Happy Reading.


Ternyata apa yang dikatakan David tidak lah serius, nyatanya saat ini mereka bukan pulang ke rumah, melainkan belanja baju di salah satu Mall yang ada di kota itu. "David sebaiknya kita makan siang dulu, aku lapar." ujar Firanda dengan mengusap perutnya.


"Baiklah kita makan di restoran sana."ucap David sambil menunjuk ke arah restoran yang dia maksud. Mereka berdua pun berjalan meninggalkan tempat baju itu, dan pergi menuju restoran nya.


Sesampainya di restoran mereka pun mulai memesan makanan dan minuman. "Tadi Mama menanyakan mu." ucap David dengan tiba tiba, Firanda yang mendengar hal itu langsung menatap suaminya.


"Kita baru kemarin bertemu, tidak mungkin kan Mama merindukan ku." balas Firanda dengan percaya diri.


"Ck kau itu sangat narsis sekali. Mama menanyakan perihal arisan, bukan menanyakan mu." ucap David dengan datar. Sedangkan Firanda hanya tertawa dengan kekonyolan nya sendiri.


"Aku hanya becanda, lagipula aku juga tau pasti Mama akan menanyangkan hal itu." balas Firanda.


"Sebaiknya sebelum pulang kita pergi dulu ke rumah Mama mumpung aku bawa catatan arisan nya." lanjut Firanda dan di angguki oleh David.


Tak berselang lama, makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Dengan diiringi obrolan, David dan Firanda menghabiskan semua makanan yang mereka pesan. Setelah selesai makan siang, seperti yng sudah Firanda ucapkan, mereka akan pergi ke rumah Mama David.


Tidak membutuhkan waktu lama. Mobil yang di kendarai oleh David pun sampai di depan mansion milik Mama David. Mereka berdua pun langsung masuk kedalam setelah di beri tahu oleh salah satu pelayan di mansion itu, kalau Mama David sedang berada di taman belakang.

__ADS_1


"Siang Ma." sapa Firanda setelah sampai di dekat Mama mertua nya.


"Eh, siang juga. Kalian kenapa tidak memberi tahu Mama kalau akan ke sini?" tanya Mama David dengan menggandeng tangan menantu nya dan mengajaknya duduk di bangku.


"Ini juga mendadak Ma." ucap David menghempaskan bobot tubuh nya pada salah satu bangku dekat Mama dan istri nya.


"Loh kok bisa?" tanya Mamanya.


"Firanda yang minta." balas Firanda membuat Mama David menoleh.


"Ouh mau ngomongin masalah arisan itu?" tebak Mama David dan langsung di angguki oleh Firanda.


"Mas aku dan Mama ke dalam dulu ya." ucap Firanda pada David.


Ya, Firanda dan David sepakat untuk terlihat romantis di depan keluarga mereka. Jadi jangan heran jika Firanda memanggil David dengan sebutan Mas, karena di sana masih ada Mama David yang sedang memperhatikan mereka.


"Kalian ini romantis sekali, Mama jadi tidak sabar menimang cucu." ucap Mama David dengan raut berbinar.


Uhuk.. Uhuk... Uhuk...

__ADS_1


Baik Firanda dan juga David, mereka berdua kompak tersedak air liur mereka. Sedangkan Mama David langsung menyurutkan senyuman nya dan menatap menantu serta anak nya dengan tatapan bingung.


"Kenapa? Kalian baik baik saja kan?" tanya Mama David pada keduanya.


"Akhh iya kami baik baik saja kok, ya kan Mas?" tanya Firanda meminta bantuan pada suami nya agar Mama mertua nya tidak salah paham.


"Iya, tadi kami hanya terkejut saja saat Mama mengatakan itu." ucap David dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Apa yang di ucapkan Mama salah?" tanya Mama David masih dengan raut bingung nya.


"Sama sekali tidak, tetapi kami masih ingin menghabiskan waktu pacaran kami. Jadi kami memutuskan untuk menunda momongan." ucap David.


"Ouh begitu, bilang dong dari dulu kalau kalian ingin menunda nya. Yasudah Mama dan Firanda masuk dulu ya, kamu pergi aja ke ruang kerja. Papa kamu lagi ada di sana." ucap Mama David sebelum pergi meninggalkan putra nya.


"Baik Ma." mereka pun masuk ke dalam mansion bersama sama tetapi setelah sampai di ruangan, mereka sama sama berpisah. Mama David dan Firanda pergi ke ruang keluarga, sedangkan David pergi ke ruang kerja yang ada di lantai atas untuk menghampiri Papanya.


***Holaa πŸ‘‹ saya datang lagiπŸ˜‚ siapa yang kangen? 🀣


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa Giftnya agar author semangat nulis bab selanjutnya πŸ”₯***

__ADS_1


__ADS_2