I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 7


__ADS_3

Di sebuah kamar bernuansa putih seorang wanita masih berbaring dengan mata terpejam menandakan kalau wanita itu tengah tertidur pulas. Tapi tidur pulas nya harus terganggu oleh ketukan pintu dan teriakan seorang wanita paruh baya.


"Firanda bangun! Lihat ini sudah jam berapa?" teriak wanita paruh baya itu di balik pintu kamar Firanda.


Ya, wanita yang sedang tidur pulas adalah Firanda. Sesudah pulang di rumah kakek nya, Firanda memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen nya dan tidur. Karena beberapa hari yang lalu dia tidak tidur dengan teratur karena harus menyiapkan beberapa berkas berkas penting untuk melamar pekerjaan.


"Ya Bibi aku akan bangun." balas Firanda dengan suara khas bangun tidur.


Dengan sedikit terpaksa akhir nya Firanda pun turun dari kasur nya dan melangkah menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya agar terlihat lebih segar. Setelah selesai Firanda pun keluar dari kamar nya dan pergi menuju dapur untuk menemui pembantu yang di siapkan oleh Kakek dan Ayah nya.


"Masak apa bi?" tanya Firanda saat sudah berada di dekat pembantu nya.


"Coba lihat bibi masak apa?" ucap pembantu nya berbalik tanya pada Firanda.


"Lah si bibi bukan nya jawab pertanyaan saya, ini malah balik tanya." ucap Firanda dengan menggelengkan kepala nya. Tapi tak urung juga dia melihat apa yang sedang di masak oleh pembantu nya itu.


"Ouh sup." lanjut nya lagi dengan mengangguk anggukan kepala saat sudah melihat apa makanan yang sedang di masak oleh pembantu nya itu.


"Ya, siang ini udara nya sangat dingin. Jadi bibi memutuskan untuk memasak sup agar kau tidak terlalu kedinginan nanti." ucap pembantu nya itu sambil terus mengaduk sup nya. Sedangkan Firanda kembali mengangguk kan kepala nya saat mendengar ucapan pembantu nya yang memang ada benar nya.


"Aku aku tunggu di ruang TV bibi." ucap Firanda sebelum pergi meninggal kan pembantu nya di dapur sendirian.


"Iya." Firanda pun pergi ke ruang TV dan mulai menyalakan TV nya dan mencari kira kira film apa yang bagus untuk di tonton saat cuaca dingin seperti ini.


Tak lama pembantu nya pun datang dengan membawa satu mangkuk sup yang tadi ia masak. Pembantu itu pun meletakkan sup nya di atas meja yang memang di sediakan di ruang TV.


"Loh kok cuma satu mangkuk?" tanya Firanda dengan bingung saat melihat pembantu nya hanya membawa satu mangkuk sup saja.

__ADS_1


"Lah memang nya satu mangkuk gak cukup? " ucap pembantu nya berbalik tanya pada Firanda.


"Satu mangkuk itu hanya cukup untuk ku saja bibi, lalu bibi bagaimana?" ucap Firanda.


"Owalah, kirain bibi kamu gak cukup satu sup. Eh ternyata satu mangkuk nya buat bibi toh."


"Iya, satu mangkuk nya untuk bibi. Biar kita makan bareng bareng di sini." balas Firanda.


"Gak perlu, bibi biar makan di dapur aja." tolak pembantu nya itu dengan halus.


"Loh memang nya kenapa? Bibi malu?" tanya Firanda sambil meniup niup sup nya yang sedikit panas.


"Iya." jawab nya dengan jujur.


"Kenapa harus malu? Kita sudah satu minggu loh bertemu, ngapain harus malu malu." ucap Firanda dengan santai


Pembantu itu pun hanya bisa menghela nafas dan akhir nya menuruti keinginan cucu majikan nya itu.


Indonesia.


Saat ini di Indonesia menunjuk jam satu dini hari, seorang pria berjalan dengan sempoyong menuju pintu rumah nya dan berusaha membuka nya, tapi belum sempat dia menggapai gagang pintu itu. Pintu rumah nya lebih dulu di buka oleh seorang wanita paruh baya, wanita paruh baya itu hanya bisa menghela nafas melihat anak nya yang selalu pulang malam dengan keadaan mabuk berat.


"Mau sampai kapan kau terus begitu terus Dika?!" teriak sang wanita paruh baya itu pada Dika, mantan kekasih Firanda.


"Aku lagi capek Mom, gak ada waktu untuk berdebat." balas Dika sambil berjalan melewati Mama nya.


"Berhenti!" teriak sang Mama.

__ADS_1


Dika tidak menghiraukan teriakan Mama, dia terus berjalan melangkah menuju anak tangga.


"Dika! Mommy bilang berhenti!" teriak sekali lagi sang Mama.


"Aku capek Mom, besok saja kalau Mommy ingin memarahiku." balas Dika dengan berteriak juga.


Sedangkan Mama nya hanya bisa mengelus dada nya dengan sabar saat melihat kelakukan anak nya yang sudah tak bisa ia kontrol lagi. Tak lama dari arah pintu kamar seorang pria baruh baya menghampiri sang wanita paruh baya itu dan mengusap- usap punggung sang wanita.


"Sabar, mungkin dia sedang ingin menyendiri." ucap pria baruh baya itu yang di yakini adalah Ayah Dika.


"Mau sampai kapan Mas? Sudah satu minggu dia pergi pagi pagi buta, dan kembali tengah malam dengan keadaan mabuk terus menerus." ucap Mama Dika dengan menyenderkan kepala nya pada dada bidang suami nya.


"Dia hanya sedang menyesali keputusan yang dia ambil, kalau sudah membaik dia tidak akan lagi pulang dengan mabuk mabukan lagi." ucap Ayah Dika memenangkan sang istri.


"Semoga saja." lirih Mama Dika.


"Yasudah mending kita kembali ke kamar. " ajak Ayah Dika dengan membawa sang istri menuju kamar nya untuk beristirahat.


Memang sudah satu minggu ini, Dika selalu berangkat pagi pagi sekali, lalu dia akan pulang tengah malam atau bisa saja pulang dini hari seperti malam ini dengan keadaan mabuk berat.


Setelah memutuskan hubungan nya dengan Mama tiri Firanda, Dika menjadi sangat gila karena harus kehilangan wanita yang sangat dia nanti kan beberapa tahun yang lalu agar menjadi milik nya, tapi karena kebodohan nya dan gara gara godaan Mama tiri Firanda, membuat dia harus kehilangan wanita yang sudah dia ingin kan dari dulu. Bahkan bukan hanya diri nya saja yang kecewa pada diri nya sendiri, tapi orang tua nya juga yang merasa kecewa pada nya karena dia lebih memilih batu kerikil di bandingkan memilih berlian.


Di dalam kamar Dika sedang memeluk foto diri nya yang sedang mencium pipi Firanda dari samping di sebuah taman kota yang cukup terkenal di Jakarta.


"Maafkan aku sayang. " lirih nya dengan mengusap wajah Firanda yang tengah tersenyum manis kala diri nya mencium Firanda dari samping.


Karena pengaruh alkohol yang terlalu banyak, akhir nya Dika tumbang di atas kasur dengan posisi yang masih memeluk foto diri nya dengan Firanda.

__ADS_1


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Like, Komen dan juga Gift, agar author tambah semangat lagi.


__ADS_2