
Hari ini adalah hari dimana boss nya pulang dari Indonesia, semua karyawan kantor termasuk Firanda, Gelia dan juga Chelsea menunggu kedatangan boss nya di aula kantor. Tak lama suara sepatu yang bertubrukan dengan lantai mulai terdengar, suara karyawan yang tadi nya sedang mengobrol lenyap begitu saja saat melihat kedatangan sang Ceo mereka. Tetapi fokus mereka saat ini bukan pada sang Ceo, melainkan pada wanita cantik dengan langkah elegan berjalan di samping Ceo mereka dengan menggandeng tangan sangat Ceo.
Suara bisik bisik karyawan mulai terdengar melihat pemandangan itu, sedangkan Firanda yang memang melihat nya juga hanya bisa tersenyum kecut dalam hati nya ia memaki diri nya yang sudah menaruh perasaan pada boss nya yang jelas jelas sudah memiliki kekasih.
"Lihat Firanda, boss mu itu sudah memiliki kekasih yang lebih cantik dari mu." gumam Firanda dalam hati sambil terus menatap ke arah David dan perempuan itu.
Tak lama kemudian David tampak membacakan pidato nya yang memang ritual ini sudah di terapkan cukup lama di perusahaan Wilson. Setelah berpidato singkat, David mengumunkan kemenangan tender nya saat di Indonesia. Semua karyawan bersorak dengan bahagia mendengar kabar tersebut termasuk Firanda.
"Karena perusahaan kita menang, maka nanti malam saya akan mengadakan pesta untuk kemenangan perusahaan kita ini." ucap David dan di sambut teriakan heboh dari para karyawan nya.
Setelah selesai para karyawan pun di bubarkan dan di perintahkan bekerja kembali.
Firanda saat ini sedang berada di ruangan nya, seperti biasa dia selalu di temani oleh Tuan Laskar.
"Ouh iya nona, hari ini tuan David akan ada meeting di luar. Dan hari ini saya harus meeting juga di luar, karena waktu meeting nya bersamaan sebaik nya anda ikut dengan Tuan David ketika akan meeting karena saya tidak bisa menemani nya." ucap Laskar pada Firanda yang tengah fokus membaca berkas berkas.
"Ya saya akan ikut." balas Firanda tanpa menoleh ke arah Laskar.
"Meeting nya jam sepuluh sampai jam satu nona." ucap Laskar lagi, sedang kan Firanda hanya mengangguk kan kepala nya saja.
"Ouh iya ini berkas berkas yang harus di tandatangani oleh Tuan David. " lanjut Laskar dengan memberikan beberapa berkas pada Firanda, membuat wanita itu menyerit kan dahi nya karena tak mengerti.
"Ya terus?" tanya Firanda dengan menatap Laskar.
"Anda yang harus memberikan nya langsung pada Tuan David nona." ucap Laskar dengan menjelaskan maksud nya.
"Kok harus saya sih? Kenapa bukan kau saja Tuan Laskar?" tanya Firanda tak mengerti.
"Saya harus mengerjakan hal penting." balas Laskar.
__ADS_1
"Lah kan saya juga lagi ngerjain ini berkas." ucap Firanda tak mau kalah.
"Ya tapi kan saya mah lebih sibuk dari anda nona." balas Laskar yang tak mau kalah juga.
Sedangkan Firanda hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan kasar, karena tidak ingin berdebat kembali dengan Tuan Laskar, akhir nya Firanda memutuskan untuk segera memberikan berkas itu pada David.
Sesampainya di depan pintu ruangan Tuan David, Firanda menghembuskan kan terlebih dulu nafas nya agar tidak terlihat gugup. Setelah selesai ia pun mulai mengetuk pintu ruangan itu, tak lama kemudian suara Tuan David terdengar mengijinkan diri nya untuk masuk.
Saat masuk hal pertama yang dia lihat adalah Tuan nya yang terlihat fokus pada berkas nya, sedangkan wanita yang tadi ikut ke aula terlihat sedang menyuapi boss nya itu.
"Maaf mengganggu waktu nya Tuan." ucap Firanda dengan nada tidak enak hati.
"Tidak apa apa. Ada apa Firanda?" tanya David.
"Ini Tuan saya di suruh asisten Laskar untuk memberikan ini pada anda. " ucap Firanda dengan menyerahkan berkas itu pada David, dan di sambut langsung oleh David.
"Hmm." balas David, sedangkan wanita itu hanya membalas dengan senyuman tipis.
Firanda keluar dengan terburu buru karena tidak ingin melihat terlalu jauh kemesraan boss nya dengan wanita tadi.
"Kendalikan diri mu Firanda, jangan sampai membuat semua orang curiga pada mu. " gumam nya dengan melangkah menuju ruangan milik nya.
Jam menunjuk angka sepuluh siang, ini arti nya jam meeting sudah tiba. Firanda pun bergegas merapih kan meja kerja nya yang sudah tampak berantakan itu, setelah selesai Firanda pun pergi menuju ruangan David dengan membawa berkas berkas untuk nanti meeting.
Tanpa mengetuk pintu dulu Firanda langsung saja menerobos masuk kedalam ruangan, dan kali ini dia sangat menyesal karena tidak mengetuk terlebih dahulu pintu ruangan. Dia melihat boss nya yang tampak sedang berpelukan dengan wanita tadi.
"Ehemm." David yang menyadari kedatangan Firanda langsung saja menurunkan wanita itu dari pangkuan nya.
"Bisakah kau mengetuk terlebih dulu pintu ruangan ini?" tanya David dengan nada dingin membuat Firanda sedikit takut.
__ADS_1
"Maaf Tuan, tadi saya benar benar buru buru karena ingin memberitahu Tuan kalau sekarang waktu nya meeting." ucap Firanda dengan menundukan kepala nya tanpa berani menatap ke arah boss nya.
"Yasudah kau keluarlah dulu nanti saya menyusul." balas David dengan datar. Firanda langsung menuruti apa yang di perintahkan boss nya itu.
Tak lama kemudian Boss nya pun keluar dari ruangan nya dan bertanya. "Kemana Laskar?" tanya David saat tidak mendapati asisten nya itu.
"Tuan Laskar sedang menghadiri meeting dengan perusahaan sebelah Tuan. " jawab Firanda.
"Lalu saya meeting di temani oleh mu?" tanya David dan di angguki oleh Firanda.
"Baiklah, ayo kita berangkat. " mereka pun berangkat menggunakan mobil David.
Tak terasa akhir nya jam meeting sudah selesai, Firanda dan David memutuskan untuk makan siang terlebih dulu di restoran terdekat dengan tempat meeting tadi. Setelah selesai mereka pun kembali ke kantor. Tetapi di pertengahan jalan mobil milik David tiba tiba mogok di tengah gang yang cukup sepi, membuat Firanda sedikit takut.
"Tuan mobil nya kenapa?" tanya Firanda dengan sedikit takut.
"Saya juga tidak tahu, sebaiknya kau diam di sini. Saya akan memeriksa dulu mobil nya. " ucap David pada Firanda. Firanda pun mengangguk dan membiarkan David keluar untuk memeriksa mobil mereka.
Tak lama David kembali dengan wajah lesu." kenapa?" tanya Firanda.
"Ban nya bocor dan saya tidak membawa cadangan nya." ucap nya dengan menghembuskan nafas nya.
"Terus kita harus apa? Di sini tidak ada bengkel. " ucap Firanda.
"Saya juga tidak tau." balas David.
"Coba Tuan pikirkan cara nya agar kita bisa keluar dari sini." ucap Firanda pada boss nya.
"Saya juga lagi mikir ini." balas David.
__ADS_1