
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mobil milik David sampai di masion kakek Firanda. Mereka pun turun dan langsung masuk ke dalam masion itu.
"Kakek." panggil Firanda saat melihat kekek nya tampak sibuk dengan koran nya.
"Ouh Hai nak. " sapa Kakek Firanda sambil berdiri dari duduk nya dan menghampiri cucu nya.
"Wah kau juga rupa nya datang ke sini." lanjut nya saat melihat keberadaan David.
"Iya kek." balas David sambil menyalami tangan kekek nya Firanda.
"Ayo duduk." ajak kakek Firanda membawa cucu nya untuk duduk di sofa ruangan itu.
Mereka pun duduk dengan posisi Firanda duduk di tengah tengah laki laki berbeda generasi.
"Jadi tadi kalian sudah fitting baju pengantin?" tanya Kakek Firanda setelah mendengar kalau cucu nya mampir ke masion karena butik dan masion kakek nya cukup dekat di bandingkan dengan apartemen nya.
"Sudah kek." balas Firanda dan David dengan barengan.
"Sudah berapa persen persiapan pernikahan nya Dav?" tanya kekek Firanda pada David.
"80% Kek." jawab David.
"Wah sebentar lagi siap ya." ucap Kekek Firanda dengan raut wajah bahagia, karena sebentar lagi dia akan melihat cucu kesayangan nya sekaligus cucu tunggal nya itu akan menikah.
"Apa kakek bahagia?" tanya Firanda saat melihat raut wajah kakek nya tampak berseri seri mendengar ucapan David.
"Tentu saja kakek bahagia nak, karena sebentar lagi cucu kakek ini akan menikah." ucap nya dengan menatap Firanda dengan tatapan lembut.
Sedangkan Firanda hanya tersenyum saja, dalam hati dia mengucap syukur karena keputusan menyetujui pernikahan paksa itu adalah keputusan yang benar.
"Firanda juga bahagia kalau kakek bahagia." ucap Firanda membuat kakek nya menaikkan alis nya.
"Kenapa karena kekek? Bukan kah kau harus bahagia karena itu pernikahan kalian?" tanya Kakek Firanda pada cucu nya itu.
Firanda yang mendengar pertanyaan kakek nya itu tampak menelan ludah nya karena keceplosan.
"Tentu saja aku bahagia karena aku akan menikah, dan yang membuat ku lebih bahagia karena melihat kakek juga bahagia dengan pernikahan ini." ucap Firanda meyakinkan kakek nya.
__ADS_1
"Apa kalian sudah makan siang?" tanya Kakek nya mengubah topik pembicaraan mereka.
"Saya sudah kek, tapi Firanda belum." jawab David.
"Nak kenapa kau belum makan siang? Apa tidak ada makanan kesukaan mu di restoran itu?" tanya kekek nya dengan beruntutan.
"Tidak ada kek, jadi Firanda memutuskan untuk tidak makan siang." jawab Firanda membuat kakek nya menggelengkan kepala nya dengan kebiasaan cucu nya itu.
Walaupun dulu mereka jauh bahkan belum pernah bertemu satu sama lain, tetapi kakek Firanda sangat hafal dengan kebiasaan cucu nya itu, karena diri nya di beri tahu oleh anak nya yakni Ayah Firanda.
"Yasudah sekarang kamu makan aja di sini, kebetulan sekali koki Kakek saat ini memasak makanan kesukaan mu." ucap kekek nya.
"Benarkah?" tanya Firanda dengan wajah berbinar saat mendengar kakek nya mengatakan kalau ada makanan kesukaan nya saat ini.
"Iya, lihat lah di meja makan." ucap nya.
Dengan segera Firanda pun bergegas menuju dapur untuk melihat apakah benar di mansion kakek nya itu ada makanan kesukaan nya, dan setelah sampai di meja makan firanda benar benar menemukan makanan kesukaan nya itu.
'Ah kakek sangat perhatian sekali.' gumam nya sambil mendudukan diri nya di kursi meja makan itu, dia pun mulai memakan makanan kesukaan nya itu yakni Spaghetti.
"Sudah makan nya?" tanya kekek Firanda saat melihat cucu nya duduk berhadapan dengan nya.
"Sudah kek." balas Firanda dengan mengulas senyum manis nya.
"Bagaimana? Enak tidak?" tanya Kakek nya dan langsung di angguki oleh Firanda.
"Sangat enak." jawab nya dengan semangat.
"Kalau mau pulang bawa saja ke apartemen, di sini tidak ada yang memakan nya." ucap kakek nya, membuat Firanda langsung bersorak senang.
"Kakek serius?" tanya Firanda dengan wajah tidak percaya.
"Tentu saja serius, kakek memang menyuruh koki untuk memasak spaghetti karena firasat kakek kamu akan datang ke sini, dan benar saja kau datang ke sini." ucap Kekek nya panjang lebar.
"Ahh Terima kasih kek." ucap Firanda dengan memeluk kakek nya.
"Sama sama."jawab kekek nya yang juga ikut memeluk cucu nya itu.
__ADS_1
"Yasudah Firanda mau ke dapur dulu mengambil spaghetti nya." setelah mengatakan itu Firanda langsung berlari kecil menuju mena makan dan mengambil Spaghetti nya.
Sedangkan di ruang tamu kakek Firanda dan David hanya bisa menggeleng kan kepala mereka saat melihat kelakuan Firanda yang seperti anak kecil itu.
"Dia sangat menggemaskan bukan?" tanya Kakek Firanda pada David, dan tanpa sadar David langsung menganggukkan kepala nya saat mendengar pertanyaan kakek nya Firanda.
"Iya dia sangat menggemaskan." ucap David tanpa sadar.
"Ternyata kau mengakuinya juga." celetuk Kakek Firanda, membuat David seketika langsung memalingkan wajah nya karena malu.
"Hahaha, kakek hanya becanda. Tapi kalau soal Firanda menggemaskan, memang itu kenyataan nya." ujar kakek Firanda dengan tertawa kecil, sedangkan David hanya tersenyum saja tanpa mau membalas ucapan kakek Firanda.
Tak lama Firanda datang dengan membawa box berisi spaghetti, Dia pun menghampiri kedua laki laki yang masih asik mengobrol.
"Kalian akan pulang sekarang?" tanya Kakek Firanda pada cucu nya dan juga David
"Iya kek, mumpung sekarang masih sore, dan kami bisa sampai apartemen sebelum malam." ucap Firanda.
"Tapi kalian baru sebentar bermain di sini." ujar Kakek Firanda yang tidak rela melihat cucu nya akan pulang.
"Kita bisa ke sini lagi lain waktu kek." kali ini David yang menjawab ucapan kakek Firanda.
"Baiklah, kalian hati hati di jalan. Kau juga jangan membawa mobil terlalu cepat." pesan Kakek Firanda pada akhir nya.
"Baik Kek." balas Firanda dan David dengan kompak.
Sebelum pergi dari mansion Firanda dan David menyempatkan memeluk terlebih dahulu Kakek Firanda, setelah itu mereka pun pergi meninggalkan mansion itu dan pergi menuju apartemen milik Firanda.
Di sepanjang jalan tidak ada pembicaraan di antara mereka, mereka tampak sibuk masing masing, David fokus pada kemudi nya, sedangkan Firanda sibuk memakan Spaghetti dari mansion kakek nya.
"Kau mau?" tawar Firanda pada David yang tengah fokus mengemudi.
"Tidak, saya tidak suka makanan itu." balas David
"Yasudah." balas Firanda dengan cuek, dia pun meneruskan kembali acara makan nya tanpa menawarkan lagi pada David karena menurut nya dia tidak usah memaksa calon suami nya agar mau memakan Spaghetti milik nya itu.
Jangan lupa Vote, Like, dan Komen.
__ADS_1