
"Hari mulai sore, sebaiknya aku pulang dulu. Mama pasti akan mencariku kalau tidak ada di rumah tepat waktu." ucap Dika sambil beranjak dari duduk nya, begitu pun dengan Chelsea yang ikut berdiri.
"Tapi kau belum menjawab pertanyaan ku." cegah Chelsea
"Pertanyaan yang mana? Aku merasa kalau kau tidak bertanya pada ku." ucap Dika dengan bingung ketika sepupu nya menahan diri nya hanya karena dia belum menjawab pertanyaan yang dia juga tidak tahu pertanyaan apa itu.
"Soal Firanda." balas Chelsea dengan cepat.
"Sudah lah Chel, aku tidak ingin membahasnya. Jadi aku mohon jangan mengungkit nya, itu sudah menjadi masa lalu ku." ucap Dika dengan nada memohon pada sepupu nya itu, sedangkan Chelsea yang melihat itu menjadi tak tega dan akhirnya membiarkan sepupu nya pergi meninggalkan banyak pertanyaan di dalam benak nya.
"Sebaiknya aku akan bertanya pada Firanda langsung." gumam nya dengan melangkah masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di kamar Chelsea langsung mengambil benda pipih nya dan langsung mengetik nama teman nya, setelah mendapatkan nya Chelsea pun langsung mengetik pesan lalu mengirim nya pada Firanda. Tetapi ternyata Firanda sedang tidak aktif, akhirnya Chelsea pun memutuskan untuk mandi sembari menunggu balasan dari teman nya.
Di tempat lain tampak David baru saja selesai mandi, sedangkan Firanda tampak masih tertidur dengan pulas. Melihat itu David menjadi tidak tega untuk membangunkan nya, dia memilih untuk menikmati udara sore hari di balkon kamar nya dengan di temani oleh secangkir kopi.
Saat ingin mengambil ponsel milik nya, David di buat penasaran dengan ponsel Firanda yang tampak terus bergetar sejak dia akan pergi mandi. Karena penasaran dia pun mengambil ponsel milik Firanda, dan membuka nya. Ternyata ponsel milik Firanda tidak di kunci dan itu memudahkan diri nya untuk melihat isi ponsel milik.
Hal pertama yang David lihat adalah Whatsapp istri nya, dia melihat begitu banyak notif dari grup dan juga beberapa pesan dari teman dan juga keluarga Firanda. Tapi kali ini perhatian David tertuju pada pesan kedua teman istri nya, terutama Chelsea yang mengirim pesan begitu banyak dan panggilan tak terjawab.
Karena saking penasaran nya, David pun membuka pesan dari teman istri nya itu.
"Nda mau nanya dong, bolehkan?" itulah pesan pertama Chelsea
"Sebenernya aku gak enak sih nanya ini sama kamu, tapi karna aku penasaran banget jadi aku tanya sama kamu. Gak apa apa kan?"
__ADS_1
"Nda emang bener Dika sepupu nya aku itu mantan kamu? Tadi si Dika bilang sama aku kalau kamu mantan dia. Itu bener apa cuma si Dika aja yang ngarang?" begitulah isi pesan dari Chelsea.
Sedangkan David yang membaca nya menjadi semakin yakin dengan dugaan nya kalau istri nya memang mantan kekasih dari sahabat nya, Dika. Karena tidak ingin terpergok melihat ponsel milik istri nya, akhir nya David memutuskan untuk segera menyimpan kembali benda pipih itu di tempat semula agar istri nya tak curiga dengan nya. Soal pesan Chelsea, David sudah menghapus nya karena tidak ingin ketahuan jika diri nya melihat pesan sahabat istri nya terlebih dulu.
Setelah menyimpan di tempat nya kembali, David pun keluar dan menerus kan acara menikmati udara sore nya.
"Sayang."teriakan melengking terdengar dari dalam kamar, David yang tengah bersantai langsung terkejut dengan teriakan istri nya. Dengan segera dia beranjak dari kursi tempat duduk nya dan berlari masuk ke dalam untuk mengecek kondisi sangat istri.
"Ada apa?" tanya David setelah dia sampai di dalam kamar.
"Sayang, aku kira kau meninggal aku karena kita menikah dengan terpaksa, dan sama sekali tidak di dasari oleh cinta." ucap Firanda dengan perasaan lega saat melihat suami nya ternyata masih ada di dalam rumah, dan tidak pergi ke mana mana seperti yang di bayangkan nya.
"Kau ini bicara apasih, ngaco banget." balas David dengan mendengus kesal.
"Hehehe, aku kira kau akan lari dari pernikahan ini." ucap Firanda dengan cengengesan.
"Ya bisa saja kau sudah menikahiku lalu pergi begitu saja, seperti yang ada di novel novel itu." ucap Firanda dengan polos.
"Ck, seperti nya kau kebanyakan halu." ucap David dengan berdecak kesal karena istri nya selalu menyamai diri nya dengan pria pria di novel yang istri nya baca.
"Sekarang cepat lah mandi karena hari mulai petang." lanjut David dengan menyuruh istri nya untuk pergi mandi.
"Baiklah." Firanda pun menuruti apa yang di katakan suami nya. Hanya waktu dua puluh menit saja yang Firanda butuhkan untuk membersihkan tubuh nya, setelah semua nya selesai Firanda pun turun ke lantai bawah untuk menghampiri suami nya yang tengah membereskan barang barang.
"Sayang sudah lah biar nanti saja aku kerjakan, sekarang aku lapar tapi tidak ada makanan di sini. Apa sebaik nya kita memesan makanan lewat online?" tanya Firanda meminta persetujuan suami nya itu.
__ADS_1
"Ya terserah." balas David dengan terus fokus merapihkan semua nya.
"Baiklah." Firanda pun memesan makanan untuk mereka makan.
"Sayang ada yang ingin aku bicarakan." ucap Firanda dengan nada serius, hingga membuat kegiatan David berhenti.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya David dengan menatap lekat istri nya.
"Sebaiknya kita ke ruangan dulu untuk bicara serius." ajak Firanda dengan menarik tangan suami nya agar mengikuti diri nya.
Sesampainya di ruang tengah kedua nya pun duduk dengan posisi bersebelahan bukan berhadapan. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya David kembali.
"Emm sebenarnya aku ingin mengatakan kalau aku mempunyai mantan kekasih teman mu." ucap Firanda dengan jujur.
Sedangkan David langsung terkejut saat Firanda berkata jujur pada nya, dia semakin yakin kalau keputusan nya menikahu Firanda tidak lah salah karena wanita itu selalu terbuka dengan ala yang dia rasakan dan sembunyikan.
"Ya terus?" tanya David dengan tenang.
"Sebenernya aku gak mau cerita ini sama kamu sayang, tapi aku takut kalau kamu nanti akan mendengar nya dari orang lain. Aku tidak ingin ada kesalah pahaman antara kita hanya karena mantan kekasih ku." ucap Firanda dengan panjang lebar.
"Lalu siapa mantan kekasih mu itu?" tanya David pura pura tidak tahu.
"Dika." balas Firanda dengan cepat.
"Dika? Dika Pratama?" tanya David sekali lagi dan langsung di angguki oleh Firanda, David pun tersenyum dan membawa istri nya ke dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Saya suka kamu jujur kayak gini." ucap David tanpa sadar.