I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 39


__ADS_3

Malam semakin larut, tak terasa kini jam sudah menunjuk angka sepuluh malam. Tetapi tidak ada tanda tanda Firanda puas dan memintanya untuk segera pulang, sedangkan David dengan setia menemani istri nya kesana kemarin dengan aktif nya dan tidak ada kelelahan sedikit pun yang terpancar di wajah nya.


Apalagi saat bertemu dengan teman nya, Gelia. Firanda menjadi tak terkendali karena terus saja mengajak teman nya itu kesana kemari, entah itu mengajak nya jajan atau mencoba permainan yang ada di sana. Jika kalian bertanya apakah David merasa capek atau jengkel? Maka jawaban nya tentu saja dia merasa capek dan juga jengkel. Tapi mau bagaimana lagi, melihat istri nya bahagia dia seakan tidak memiliki kekuatan untuk menolak ajakan sang istri. Sosweet sekali bukan?


"Apa kau tidak merasa lelah?" tanya David saat istri nya mengajak nya untuk membeli salah satu makanan di sana.


"Tentu saja tidak." balas Firanda dengan wajah yang berbinar.


"Akhh si Gelia malah udah pulang lagi, niat nya aku aku ajak dia makan ini." lanjut nya dengan menunjuk makanan yang ada di tangan nya.


"Kau sadar tidak? Kita datang ke sini jam tujuh malam, dan sekarang sudah jam sepuluh. Jadi wajar saja kalau teman mu itu memilih untuk segera pulang, karena dia tahu kalau sekarang sudah sangat malam." ucap David dengan panjang lebar.


"Memang nya sekarang jam sepuluh?" tanya Firanda menghentikan kunyahan nya lalu menatap ke arah suami nya yang tampak menganggukkan kepala nya.


"Astaga, kenapa kau tidak memberitahu ku kalau sekarang sudah jam sepuluh malam." ucap Firanda dengan panik.


"Kau terlalu bersemangat hingga tak menyadari kalau hari sudah mulai larut." sindir David pada istri nya itu.


"Yasudah ayo kita pulang." ajak Firanda lalu berdiri dari duduk nya.


"Ck, ini lah kalimat yang di tunggu tunggu oleh ku sejak tadi. " gumam David dengan menyusul langkah istri nya yang sudah lebih dulu pergi.


Jam setengah sebelas malam, mereka baru sampai di rumah. Mereka pun langsung memutuskan untuk segera tidur setelah membersihkan diri mereka masing masing.


Pagi harus menyapa, kini Firanda tengah memasak untuk sarapan mereka. Walaupun saat di Indonesia dia tidak bisa memasak, tetapi semenjak dia menetapkan di Kanada dia belajar dengan pelayan yang di sediakan oleh kakek nya. Dan akhirnya sedikit demi sedikit dia mulai bisa memasak walaupun itu makanan simpel simpel saja.

__ADS_1


"Hari ini kau memasak apa?" tanya David saat turun dengan setelan jas yang sudah tersangkut kokoh di bahu nya.


"Aku memasak nasi goreng, bukan nya dulu kau suka nasi goreng? Sekarang aku memasakan nya untuk mu." ucap Firanda dengan menyimpan nasi goreng ke meja makan.


"Nasi goreng Indonesia?" tanya David dengan raut wajah antusias.


"Iya." balas Firanda dengan tersenyum melihat suami nya tampak tak sabar untuk memakan nasi goreng buatan nya.


"Nanti kapan kapan kita ke Indonesia ya." ucap David tiba tiba, hingga membuat pergerakan Firanda yang sedang menyajikan nasi goreng terpaksa berhenti.


"Ada apa? Apa kau keberatan kalau kita kesana?" tanya David saat melihat wajah Firanda yang tiba tiba berubah menjadi datar tidak ada senyum atau pun wajah berseri nya yang tadi sempat dia lihat.


"Ayo kita sarapan." ucap Firanda dengan nada dingin, membuat David bertambah bingung.


"Jawab dulu pertanyaan ku, apa kau keberatan kalau kita pergi ke sana?" tanya David mendesak Firanda agar menjawab pertanyaan nya.


Sedangkan David yang di sentak oleh istri nya langsung bungkam sambil menatap istri nya dengan tatapan yang sulit di baca. Tak jauh berbeda dengan David, Firanda pun merasa terkejut pada diri nya sendiri yang kehilangan kendali saat suami nya itu membahas tentang negara tempat dia merasakan pertama kali di kecewakan oleh seseorang.


"Aku pergi dulu." pamit Firanda meninggal David di meja makan sendirian.


'Ada apa dengan nya? Apa aku salah jika mengajak nya ke Indonesia? Bukankah seharusnya dia senang karena aku mengajak nya ke negara asal nya?" gumam David dengan bertanya tanya pada diri nya sendiri karena tak mengerti dengan reaksi yang di berikan oleh istri nya.


Karena jarum jam sebentar lagi akan menunjuk angka delapan siang, akhir nya David memutuskan untuk segera sarapan agar tidak terlambat datang ke kantor nya. Setelah sarapan David pun tak sempat menghampiri sang istri di kamar, karena Laskar sejak tadi sudah menelpon nya agar dia segera pergi ke kantor karena ada meeting yang sangat penting.


Sedangkan Firanda di dalam kamar hanya menatap kosong pada mobil suami nya yang sudah keluar dari pekarangan rumah mereka. "Maafkan aku." gumam Firanda dengan terus menatap mobil suami nya yang kini telah menghilang dari pandangan nya.

__ADS_1


Dia pun merebahkan tubuh nya dan mulai menangis saat mengingat kembali kejadian setahun yang lalu saat Mama tiri nya dan juga kekasih nya tega mengkhianati diri nya, hingga membuat diri nya trauma untuk kembali ke negara asal nya, Indonesia.


Tingnong... Tingnong...


Suara bell rumah berbunyi menandakan kalau ada tamu yang berkunjung, dengan segera Firanda beranjak dari kasur dan berlari ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya agar tidak terlihat seperti orang yang habis menangis, walaupun kenyataan nya memang dia habis menangis, tapi dia tidak ingin kalau orang lain melihat nya terutama keluarga nya sendiri.


Dengan tergesa-gesa Firanda menuruni anak tangga dan akhirnya sampai di depan pintu, lalu dengan segera Firanda pun membuka nya. Di lihat ternyata Mama mertua nya datang dengan sebuah box berlogo seperti makanan, dengan sopan Firanda pun menyuruh Mama mertua nya itu untuk masuk ke dalam rumah nya.


"Apa kabar Ma?" tanya Firanda dengan menyuguhkan air dan beberapa cemilan pada Mama mertua nya.


"Mama baik, lalu bagaimana dengan mu? Apakah David suka menjahati mu?" tanya Mama David dengan beruntutan


"Firanda sehat kok, dan mas David juga sama sekali gak jahatin Firanda." balas Firanda dengan senyum lembut nya.


"Kalau David jahat, bilang aja ke Mama ya jangan sungkan. Biar Mama kasih pelajaran langsung sama dia." ucap Mama David lagi dan hanya di balas senyuman kecil oleh Firanda.


"Di minum dulu Ma." tawar Firanda dengan menunjuk air minum.


"Akhh Terima kasih nak." balas Mama David lalu mengambil gelas itu dan meminum hingga setengah nya.


"Bagaimana kabar Ayah?" tanya Firanda saat mengingat sosok Ayah mertua nya.


"Kabar Ayah juga baik kok. Tapi tunggu sebentar, ada apa dengan mata mu. Apa kau habis menangis? Apa David menyakiti mu?" tanya Mama David saat menyadari mata sembab Menantu nya.


Sedangkan Firanda langsung kelabakan sendiri saat menyadari kalau Mama mertua nya itu tau kalau dia habis menagis, karena mata sembab nya yang tercetak sangat jelas di kantung matanya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Giftnya.


__ADS_2