I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 8


__ADS_3

Hari terus berganti dan tak terasa hari ini adalah hari di mana lamaran kerja Firanda akan di Terima atau tidak nya oleh perusahaan itu. Saat ini Firanda tengah bersiap siap untuk pergi ke perusahaan itu, dan kebetulan hari ini Ayah Firanda tidak dapat menemani Firanda karena ada bisnis di Taiwan sejak dua hari yang lalu. Jadi hari ini Firanda akan pergi sendiri tanpa ada yang menemani nya.


"Apa kau sudah siap Firanda?" tanya pembantu nya saat melihat Firanda yang sudah keluar dari kamar nya


"Sudah." balas Firanda sambil mengambil tas milik nya yang dia simpan sebelum nya di atas meja yang ada di ruang TV.


"Yasudah sana pergi, nanti keburu siang lagi." ucap pembantu nya itu menyuruh Firanda agar segera pergi sebelum terlambat datang ke sana.


"Doakan ya bi agar aku di terima di perusahaan itu." ucap Firanda sebelum pergi.


"Bibi akan terus mendoakan mu agar kamu bisa bekerja di sana." balas pembantu nya itu.


Setelah itu Firanda pun keluar dari apartemen nya dan pergi menuju perusahaan dengan mengunakan mobil yang sudah di siapkan oleh kakek nya.


Tak lagi membutuhkan waktu lama, akhir nya Firanda pun sampai di perusahaan tempat dia akan di terima atau di tolak bekerja di sana. Sesampai nya di depan resepsionis, Firanda langsung di antar langsung oleh resepsionis yang sama seperti satu minggu yang lalu saat dia akan melamar pekerjaan.


"Silahkan masuk nyonya." ucap Resepsionis itu dengan sopan.


"Terima kasih." balas Firanda dengan tersenyum ke arah resepsionis itu, sedangkan resepsionis itu hanya membalas dengan anggukan dan senyum kecil nya.


"Kalau begitu saya permisi nyonya." pamit resepsionis itu dan setelah itu dia pergi meninggalkan Firanda yang masih berdiri di depan pintu sang Ceo.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk." setelah di izinkan masuk oleh sang Ceo, akhir nya Firanda pun masuk dan di sanbut hangat oleh sang Ceo.


"Silahkan duduk nyonya." ucap sang Ceo itu dengan mempersilahkan Firanda agar duduk di sofa nya.


Kali ini sang Ceo tidak sendirian di dalam ruangan, melain kan berdua dengan seorang laki laki yang di perkirakan umur nya tidak jauh berbeda dengan sang Ceo.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan." balas Firanda setelah mendudukan bokong nya di sofa itu.


"Seperti yang saya janjikan pada anda nyonya, hari ini saya dan asisten saya akan memberi jawaban atas lamaran anda satu minggu yang lalu. Dan keputusan ini sudah saya diskusikan dengan asisten saya yang berada di samping saya saat ini." ucap sang Ceo dengan menunjuk ke arah asisten nya.


Sedangkan Firanda hanya mengangguk saja dan menoleh sekilas pada asisten yang tadi di tunjuk oleh sang Ceo.


"Kami sepakat untuk menerima anda bekerja di sini nyonya." ucap sang Ceo itu membuat Firanda terkejut sekaligus bahagia.


"Anda serius Tuan?" tanya Firanda masih tidak percaya dengan ucapan sang Ceo itu.


"Ya, kami rasa kau bisa bekerja dengan baik di perusahaan ini dengan lulusan anda yang menurut kami itu cukup bagus untuk menjadi sekertaris saya nanti." ucap sang Ceo itu.


"Terima kasih Tuan." ucap Firanda dengan wajah bahagia nya yang tak bisa di tutup tutupi lagi.


"Ya sama sama. Dan untuk masalah kapan anda mulai bekerja biar asisten saya yang mengurus nya." ucap sang Ceo sambil menunjuk asisten nya yang sedari tadi diam mendengar pembicaraan antara diri nya dan Firanda.


"Ya saya akan mengurus nya nanti." balas asisten itu dengan nada dingin.


"Ouh ya Tuan, kita belum berkenalan sebelum nya. Perkenalkan nama saya Firanda Mahendra." ucap Firanda sambil mengulurkan tangan nya.


Tapi yang di dapatkan nya hanya wajah sang Ceo yang tengah terkejut begitu pun dengan asisten. Firanda yang bingung hanya bisa menyeritkan dahi nya saja.


"Ada apa? Apa saya melakukan kesalahan?" tanya Firanda dengan hati hati.


"Mahendra? Kau dari keluarga Mahendra?" tanya asisten nya.


Ah Firanda baru ingat bahwa nama Mahendra begitu terkenal di Kanada.


"Ya, saya cucu dari keluarga Mahendra." ucap Firanda tak menutup nutupi lagi Identitas di depan sang Ceo dan asisten nya.

__ADS_1


Setelah di pikir pikir kembali oleh Firanda, akhir nya Firanda memutuskan untuk jujur pada Boss nya sebelum nanti Boss nya yang mengetahui semua nya dari orang lain yang ingin menjatuhkan diri nya. Tapi dia juga akan meminta Boss nya untuk menutupi identitas dari semua orang.


"Lalu mengapa kau ingin bekerja di perusahaan saya?" tanya sang Ceo tak mengerti apa yang ada di fikiran Firanda saat ini.


"Memang apa salah nya jika saya ingin bekerja di perusahaan ini?" ucap Firanda berbalik tanya pada sang Ceo.


"Perusahaan kakek anda begitu banyak dan tersebar luas di Kanada, lalu mengapa kau memilih melamar pekerjaan di perusahaan kami? Dan tidak melamar pekerjaan di perusahaan kakek anda nyonya?" kali ini asisten sang Ceo lah berbicara.


"Aku hanya tidak ingin orang orang tau kalau aku adalah pewaris satu satu nya keluarga Mahendra." ucap Firanda dengan jujur.


Firanda memang sengaja melamar pekerjaan di perusahaan yang sama besar nya dengan kakek nya, untuk menutupi jati diri nya.


Sedangkan sang Ceo dan asisten nya hanya bisa baradu pandang saja saat mendengar ucapan Firanda.


"Baiklah, saya terima alasan anda itu nyonya. Dan perkenalkan nama saya David Wilson, pewaris satu satu nya keluarga Wilson." ucap David pada Firanda.


David Wilson seorang pewaris satu satu nya dari keluarga Wilson. Kekayaan keluarga Wilson juga tidak kalah banyak dengan keluarga Mahendra. Di usia nya yang menginjak kepala tiga, David belum juga mendapat kan pasangan. Di karena kan ada suatu kejadian kekam yang membuat dia tidak ingin terikat dengan sebuah hubungan apalagi sebuah ikatan suci pernikahan.


"Perkenalkan nama saya Laskar." ucap Laskar, asisten David.


Sedangkan Firanda hanya mengangguk saja sambil tersenyum ke arah kedua laki laki tampan itu.


"Baiklah cukup sampai di sini pertemuan kita, dan semoga ke depan nya kita bisa bekerja sama dengan baik." ucap David mengakhiri pertemuan nya.


Firanda pun kembali mengangguk.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Tuan David, Tuan Laskar." pamit Firanda.


"Silahkan." ujar David mempersilahkan Firanda untuk keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


Firanda pun akhir nya kembali ke apartemen nya dengan membawa kabar bahagia itu.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat lagi.


__ADS_2