I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 26


__ADS_3

"Tuan buka pintu nya!" ucap Firanda pada David, tetapi David hanya diam dengan menatap Firanda.


"Ck, apa kau tuli? Buka pintu nya!" ucap Firanda dengan menaikan suara nya agar lebih keras.


"Jangan berteriak." balas David dengan dingin.


"Ya maka nya buka pintu nya!" ucap Firanda dengan ketus.


"Kita harus bicara." ujar David


"Dari tadi kita bicara, kenapa kau bodoh sekali sih?" tanya Firanda yang terlanjur kesal.


"Rupa nya kau sudah berani menghinaku lagi ya? Apa hukuman kemarin tidak bisa membuatmu jera?" tanya David menghampiri Firanda dan mulai menghimpit tubuh gadis itu.


"Tidak tuan, aku tadi hanya kelepasan bicara." ucap Firanda dengan menunjukan wajah memelas.


"Baiklah, kali ini aku ampuni mu tapi tidak dengan hari berikut nya" balas David dengan melepaskan himpitan nya.


"Kau ingin bicara apa Tuan?" tanya Firanda yang kini sudah duduk di sofa dengan David.


"Apa kau tidak merasa keberatan dengan rencana pernikahan itu?" tanya David dengan serius.


"Anda ingin aku menjawab jujur atau bohong?" Ucap Firanda berbalik tanya.


"Ck malah balik tanya lagi, tentu saja jawab jujur." balas David dengan datar.


"Jujur saya merasa keberatan dengan rencana pernikahan itu, tapi karena kakek saya sangat menginginkan pernikahan ini. Tentu saja saya tidak bisa menolak nya sama sekali tuan." jawab Firanda dengan panjang lebar.


"Jadi hanya karena kasihan pada kekek mu, kau jadi menyetujui pernikahan itu?" tanya David


"Ya." balas Firanda dengan singkat.


"Sudahkan bicara nya? Sekarang buka pintu nya saya ingin pulang." lanjut Firanda.


David pun menurutinya dan membuka pintu hotel nya, Firanda pun keluar dari hotel itu dengan keadaan frustasi. Bagaimana tidak frustasi? Dia di paksa menikah dengan boss nya hanya karena kejadian konyol tadi malam. Dan yang membuat nya tambah frustasi karena dia sama sekali tidak memiliki kuasa untuk menolak petjodohan itu.

__ADS_1


Firanda yang kini sedang di landa rasa frustasi akhir nya memutuskan untuk kenelpon kedua teman nya dan menemani diri nya berjalan jalan, dan kebetulan juga hari ini adalah hari weekend dan pasti kedua teman nya itu tidak bekerja.


Firanda pun mengeluarkan ponsel milik nya dari tas dan mulai menghubungi nomor ponsel milik Chelsea.


"Ada apa Nda?" tanya Chelsea saat sambungan telpon nya sudah tersambung.


Sama seperti Gelia, Chelsea juga terkadang memanggil Firanda dengan panggilan 'Nda' karena mereka mengambil dari ujung nama Firanda.


"Jalan jalan yuk." ajak Firanda.


"Kemana?" tanya Chelsea lagi


"Kemana aja." balas Firanda membuat Chelsea menyerit kan dahi nya.


"Kok gitu jawab nya? Biasa nya langsung jawab mau nya kemana." ucapa Chelsea dengan heran.


"Ya kemana aja asal bisa bikin gue happy." balas Firanda.


"Kenapa? Lagi ada masalah?" tanya Chelsea yang mulai menyadari kalau Firanda tengah ada masalah.


"Kamu telpon aja Gelia, pasti dia tau tempat tempat yang bagus." usul Chelsea dan langsung di setujui oleh Firanda.


Setelah mematikan panggilan nya, Firanda pun menghubungi nomor ponsel nya Gelia dan tak lama panggilan pun di angkat.


"Gel loh ada di mana sekarang?" tanya Firanda saat mendengar riuh di sebrang sana.


"Gue lagi ada di pasar Nda." balas Gelia sedikit mengeraskan suara nya karena takut saja Firanda tidak mendengar suara nya karena terlalu ramai


"Tumben? Lagi ngapain di pasar?" tanya Firanda dengan bingung. Karena biasa nya teman nya itu sangat anti pergi ke pasar


"Lagi nyari calon suami." balas Gelia dengan asal.


Sedangkan Firanda hanya tertawa kecil mendengar nya.


"Serius, loh lagi ngapain di sana? Biasa nya juga loh anti sama pasar." tanya Firanda dengan serius.

__ADS_1


"Ini gue di hukum sama nyokap gue karna kemarin pulang sambil mabuk." jawab Gelia.


"Gue juga kena kesialan gara gara loh paksa minum." ucap Firanda dengan ketus. Sedangkan Gelia yang tak Terima di salah kan langsung membantah tuduhan Firanda terhadap nya.


"Eh jangan asal nyalahin orang ya, itu salah loh sendiri minum terlalu banyak sampe mabuk berat gitu." bantah Gelia dengan cepat.


"Ya tapi tetap aja karna loh yang ngajakin gue duluan." ucap Firanda tak mau kalah.


"Salahin aja iman loh yang gak kuat itu." balas Gelia dengan tersenyum penuh kemenangan saat menyadari kalau Firanda kalah dalam berdebat.


"Sialan loh." umpat Firanda dengan kesal.


"Ngomong ngomong ada apa nih telpon gue lagi pagi gini? Tumben banget? Pasti ada mau nya ya loh?" tanya Gelia dengan berurutan.


"Hehehe loh tau aja, sebener nya gue telpon loh karena mau ngajakin loh jalan jalan. Tapi karena gue gak tau tempat yang cocok buat jalan jalan, maka nya gue telpon loh karena bisa tau kalau loh punya rekomendasi tempat tempat yang bagus gitu." ucap Firanda menjelaskan maksud nya menelpon Gelia.


"Ouh kalau masalah tempat nya sih gampang, tapi gue mau tanya dulu jam berapa kita berangkat nya? Kalau jam sembilan kayak nya gue gak bisa deh." ucap Gelia membuat Firanda diam sejenak.


"Yaudah jam sepuluhan bisa kan?" tanya Firanda dan langsung di setujui oleh Gelia.


"Kalau jam sepuluh gue bisa." jawab Gelia.


"Yaudah berarti jam sepuluh ya, nanti gue jemput loh." ucap Firanda.


"Oke, yaudah gue tutup dulu ya telpon nya. Soalna ini bibi udah beres belanja nya." ucap Gelia mengakhiri penggilan nya.


Sedangkan Firanda langsung mengirim pesan pada Chelsea untuk bersiap siap nanti jam sepuluh.


'Chel nanti siap siap ya jam sepuluh, kita berangkat jalan jalan.' begitu lah pesan Firanda pada Chelsea.


Setelah itu Firanda pun melangkah menuju mobil nya yang terparkir di lobby hotel dan mulai menjalan kan mobil nya menuju apartemen nya karena dia akan memanfaatkan dua jam ini untuk beristirahat sebelum nanti mereka pergi jalan jalan.


**Maaf kemarin gak bisa up karna sibuk🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga Gift nya**.

__ADS_1


__ADS_2