
Firanda berdiri di balkon kamar nya dengan memandang langit yang sudah gelap karena saat ini jam sudah menunjuk angka tujuh malam. Saat sedang asik memandang gelap nya langit, ponsel milik Firanda berdering dan menampilkan nama seseorang yang sangat Firanda hindari saat ini. Tapi karena Firanda tidak ingin orang itu merasa curiga dengan diri nya, akhir nya Firanda memutuskan untuk mengangkat telpon nya.
"Ada apa lagi Tuan? Bukan nya urusan kita sudah selesai? Untuk apa yang menghubungi saya lagi?" tanya Firanda dengan berurutan saat panggilan nya sudah tersambung dengan David.
"Saya hanya ingin kau ikut di acara pesta nanti jam delapan, kau tidak lupa kan kalau di kantor mengadakan pesta kemenangan saya?" ucap David berbalik tanya pada Firanda.
"Ya saya mengingat nya tuan, tapi maaf saya seperti nya tidak bisa ikut ke sana." balas Firanda membuat David menyerit bingung.
"Kenapa?" tanya David.
"Karena saya sedang sibuk malam ini, jadi saya tidak bisa ikut ke pesta." jawab Firanda dengan berbohong. Karena kenyataan nya dia sama sekali tidak sibuk, melainkan ingin menghindari boss nya itu.
"Jika kau tidak ikut kau tidak akan bisa memberitahu pada teman teman mu, kalau kau sudah mengundurkan diri dari kantor" ucap David membujuk Firanda agar ikut ke pesta.
"Saya bisa memberitahu mereka lewat telpon tuan." balas Firanda tetap kukuh pada pendirian nya.
"Setidak nya kau bisa jadi kan pesta ini sebagai malam terakhir di kantor." ucap David membuat Firanda berfikir.
Benar apa yang di katakan oleh David, dia bisa membuat pesta malam itu sebagai perpisahan terakhir nya.
"Baiklah saya akan datang nanti jam delapan." jawab Firanda menyetujui apa yang di ucapkan boss nya.
"Sampai bertemu nanti jam delapan." ucap David sebelum mengakhiri sambungan telpon nya.
Setelah panggilan terputus, Firanda pun melangkah masuk ke dalam kamar nya. Dia pergi menuju ruang ganti, di sana dia memilih baju yang pantas untuk nanti malam dia kenakan. Setelah mendapatkan yang cocok Firanda pun segera menuju meja rias nya untuk merias wajah nya, karena saat ini jam menunjuk angka setengah delapan. Setelah selesai Firanda kembali ke ruang ganti dan mengganti pakaian nya dengan pakaian yang tadi sudah dia siapkan.
Firanda menatap diri nya di pantulan cermin yang ada di kamar nya, dia melihat penampilan nya yang saat ini terlihat cantik dengan dress tanpa lengan berwarna navi dan rambut yang sengaja dia geraikan membuat penampilan Firanda bertambah cantik.
__ADS_1
Setelah memastikan semua nya Firanda pun turun ke lantai bawah untuk berpamitan pada kakek nya, karena dia sama sekali belum memberitahu acara ini. Sesampai nya dia di lantai bawah Firanda mendapati kakek nya sedang membaca koran dengan di temani teh hangat.
"Kekek." panggil Firanda pada kekek nya yang tampak tidak menyadari kehadiran nya karena terlalu sibuk membaca koran.
"Hei kau mau kemana nak?" tanya Kekek nya dengan terkejut saat melihat penampilan cucu nya tampak cantik malam ini.
"Aku mau pergi ke pesta yang di adakan di kantor. " jawab Firanda.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya kakek nya dengan bingung.
"Sebenarnya Firanda juga tidak ingin ikut ke pesta ini, tapi karena Firanda ingat kalau besok Firanda tidak akan lagi bekerja di kantor, jadi Firanda memutuskan untuk ikut, karena Firanda mau malam ini jadi malam terakhir penuh dengan kenangan." ucap Firanda panjang lebar, sedangkan Kakek nya hanya tersenyum mendengar penjelasan cucu nya itu.
"Yasudah pergi lah, tapi ingat jangan pulang terlalu larut malam." ucap kakek nya dengan tegas.
"Iya kek, kalau gitu Firanda pergi dulu." pamit Firanda.
Setelah berpamitan Firanda pun pergi menuju hotel bintang lima tempat di mana acara nya di adakan. Hanya membutuhkan waktu dua puluh menit, akhir nya Firanda sampai di depan hotel tempat acara. Firanda pun masuk kedalam hotel yang kini sudah di penuhi oleh beberapa orang termasuk teman teman nya.
"Hai." sapa Firanda pada kedua teman nya yang tampak asik berbincang bincang hingga tak menyadari kalau diri nya sudah ada di belakang mereka.
"Astaga loh ngagetin aja." ucap Gelia dengan ngelus dada nya berulang kali, sedangkan Firanda dan Chelsea hanya tersenyum kecil melihat keterkejutan Gelia.
"Biasa aja kali reaksi nya." ucap Firanda dengan mumukul pelan pundak Gelia.
"Ck, selalu aja KDRT." balas Gelia dengan sedikit kesal saat Firanda memukul pundak nya.
"Yaelah cuma mukul kecil doang juga, kok sensi banget." balas Firanda dengan santai.
__ADS_1
"Biasa dia lagi datang tamu bulanan, kesenggol dikit taring nya keluar." ucap Chelsea yang langsung di sambut tawa oleh Firanda.
"Pantesan aja." gumam Firanda dengan masih menyisakan tawa nya. Tetapi tawa nya tidak berlangsung lama, karena melihat keberadaan boss nya yang tengah menatap diri nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Firanda mencoba tidak peduli dan mengabaikan nya dengan berbincang bincang bersama kedua teman nya, tetapi usaha nya tidak berhasil, Firanda tetap salah tingkah saat David terus saja menatap diri nya dengan begitu lekat. Karena merasa tidak nyaman akhir nya Firanda memutuskan pergi ke toilet guna untuk meredakan kegugupan nya.
"Guys aku ke toilet dulu sebentar. " pamit nya pada kedua teman nya dan langsung di angguki oleh Gelia dan Chelsea.
Sesampainya di toilet Firanda membasuh wajah nya dan mengeringkan dengan tisu. "Ayolah Firanda, kau jangan lemah hanya karena di tatap oleh nya." gumam Firanda menatap diri nya di pantulan kaca. Setelah merasa lebih baik Firanda pun keluar dan menghampiri kembali kedua teman nya.
"Nda minum yuk" ajak Gelia dengan menyondorkan minuman alkohol pada Firanda.
"Enggak deh Gel, sekarang gue lagi gak minat." tolak Firanda dengan halus.
"Yaelah loh mah gak asik, masa Chelsea aja yang jarang minum mau. Kok loh tumben gak mau minum?" ucap Gelia.
"Yaudah deh nih gue minum." ucap Firanda dengan meminum segelas minuman alkohol yang tadi di sondorkan oleh Gelia.
"Nah gitu dong." ujar Gelia dengan tersenyum senang.
Mereka pun minum dan berdansa hingga acara selesai. Firanda dan teman teman nya yang memang tadi minum terlalu banyak, membuat mereka mabuk berat, untung saja Gelia bersama dengan kekasih dan dan Chelsea juga membawa kekasih nya yang beberapa hari yang lalu baru saja jadian. Sedangkan Firanda yang tidak di antar oleh siapapun duduk dengan keadaan mabuk berat.
David yang memang belum pulang di sana menatap Firanda yang sudah mabuk berat, dia pun hanya bisa menghela nafas saja saat melihat keadaan Firanda. Dia pun menghampiri Firanda dan membawa nya ke salah satu kamar hotel yang sudah dia pesan.
Degg.. Deggan kan?😂
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa Gift nya.
__ADS_1