
"Tapi Kek bukan nya Firanda harus memimpin perusahaan Kakek? Kalau aku menikah nanti siapa yang akan mengurus perusahaan Kakek?" tanya Firanda setelah sekian lama terdiam.
"Tentu saja kau nak, walaupun kamu nanti sudah menikah, kamu harus tetap memimpin perusahaan kakek." balas Kakek nya.
"Tapi Kek kalau aku menikah, aku hanya akan fokus pada rumah tangga ku saja bukan nya pekerjaan." ucap Firanda dengan membujuk kakek nya agar tidak memaksanya untuk menikah.
"Baiklah lupakan saja tentang perusahaan, karena masih ada Ayah mu yang sanggup memimpin perusahaan Kakek. Tapi kau tetap harus menikah agar tidak ada lagi ke khilafan." ucap Kakek nya dengan tegas.
Sedangkan David dan Firanda hanya bisa menghela nafas saja saat melihat kedua orang tua mereka kukuh ingin menjodohkan anak mereka.
"Baiklah saya setuju tuan Mahendra." tanpa di duga oleh siapapun termasuk orang tua nya, David mengatakan siap untuk menikahi Firanda.
"Tapi aku tidak setuju!" suara tegas berasal di ambang pintu membuat fokus mereka teralihkan karena kedatangan wanita cantik.
"Ada apa ini David? Kenapa kau setuju menikah dengan sekertaris mu itu?" tanya wanita itu.
"Seharusnya saya bertanya pada mu, kenapa kau ada di sini? Siapa yang mengundang wanita murahan seperti mu ke sini?" tanya Mama David dengan menatap tajam ke arah wanita yang baru saja datang.
"Tante kenapa kau sangat membenci ku? Padahal David saja sudah bisa memaafkan kesalahan ku, mengapa tante masih belum bisa memaafkan ku?" tanya wanita itu dengan wajah di buat sesedih mungkin.
"Jangan banyak drama! Sekarang keluar dari sini atau saya panggilkan sekuriti untuk mengusir mu?" ancam Mama David.
Sedangkan wanita tadi hanya bisa mendengus kesal sambil melangkah meninggalkan kamar hotel itu.
Di dalam ruangan terjadi kembali keheningan yang cukup lama, hingga akhir nya Kakek Firanda bertanya pada David.
"Siapa dia?" tanya Kakek Firanda dengan menatap David.
"Dia ke—" belum sempat David meneruskan ucapan nya, tetapi Mama nya langsung memotong.
__ADS_1
"Dia hanya masa lalu David Tuan, dulu anak saya menjalani hubungan dengan nya cukup lama hingga akhir nya hubungan mereka putus karena wanita tadi berselingkuh dengan teman nya anak saya. Mungkin karena itu anak saya David jadi tidak ingin menjalani sebuah hubungan, karena dia takut di kecewakan lagi oleh seorang wanita." ucap Mama David dengan panjang lebar.
Sedangkan Kakek Firanda hanya mengangguk kan kepala nya pertanda mengerti.
"Lalu kenapa wanita tadi tampak marah saat mendengar David setuju menikah dengan Firanda?" tanya Kakek Firanda kembali
"Karena dia masih mencintai David tuan, oleh karena itu dia tampak marah dan tidak terima." jawab Mama David.
"Benar begitu David?" tanya kekek Firanda pada David dan langsung di angguki oleh David.
"Iya tuan, sebenarnya hubungan kami sudah lama putus. Tapi karena kami ada perjanjian kerja sama antar perusahaan, kami jadi lebih dekat. Mungkin karena kedekatan itu membuat dia berfikir kalau saya masih mencintai nya, tapi saya berani bersumpah tuan kalau saya sudah tidak mencintai nya lagi." ucap David panjang lebar.
"Untuk anda nona Firanda, kau jangan berfikir macam macam tentang yang sudah terjadi di kantor beberapa hari yang lalu, itu hanya kesalah pahaman saja." lanjut David dengan menatap Firanda.
"Ck, siapa juga yang mikir macam macam? Jangan GR deh." balas Firanda dengan kesal, sedangkan yang lain hanya bisa tertawa kecil melihat kekesalan Firanda.
"Balik lagi ke topik utama, jadi bagaimana Firanda? Kau setuju menikah dengan David?" tanya Kakek nya dengan raut wajah serius.
"Baiklah kami akan melangsungkan pernikahan kalian dua minggu lagi." ucap Ayah David membuat Firanda dan David melotot mendengarnya.
"Apa itu tidak terlalu cepat Om?" tanya Firanda
"Tidak, bukan begitu Tuan Mahendra?" tanya Ayah David dan langsung di angguki oleh Kakek nya Firanda.
"Ya, menurut kami lebih cepat itu lebih baik." balas Kakek Firanda.
"Bagaimana kalau acara nya di undurkan jadi sebulan lagi?" usul David membuat Kakek, Mama dan juga Ayah David tampak berfikir.
"Tidak! Kami ingin dua minggu lagi kalian melangsungkan pernikahan. " ucap Kakek Firanda.
__ADS_1
"Ya benar." sahut Mama dan Ayah nya David dengan kompak.
"Kenapa kalian ingin kami segera menikah?" tanya David.
"Tentu saja kami ingin segera meninang cucu dari kalian." balas Kakek, Mama dan juga Ayah David dengan kompak.
Sedangkan David dan Firanda hanya bisa menghela nafas saja ketika mendengar jawaban yang keluar dari manusia paruh baya itu.
"Keputusan sudah final, dua minggu lagi kalian akan menikah. Dan kami harap kalian bisa memanfaatkan waktu dua minggu itu untuk pendekatan, agar nanti setelah menikah kalian tidak saling canggung satu sama lain." ucap Mama David dengan panjang lebar, sedangkan David dan Firanda hanya mendengarkan dengan raut wajah yang terlihat pasrah.
"Yasudah kota akhiri semua nya di sini, kami pamit pulang dulu. Kalian kalau masih ingin di sini boleh, tapi jangan melakukan hal yang tidak tidak." ucap Ayah David dengan tegas.
"Kami juga akan pulang." sahut David dan Firanda dengan bersamaan.
"Uhh kalian ini kompak sekali." ucap Mama David menggoda anak nya dan juga Firanda, membuat mereka berdua salah tingkah.
"Sudah lah Ma, jangan di goda terus liat anak kita dan calon menantu kita. Mereka tampak salah tingkah." goda Ayah David, membuat mereka tertawa.
"Yasudah kami pulang dulu." pamit Kakek Firanda.
"Kakek dengan siapa kesini?" tanya Firanda dengan khawatir.
"Dengan asisten Kakek, kamu jangan khawatir." ucap Kakek nya yang tampak menyadari kalau cucu nya khawatir pada nya.
"Bawa mobil nya jangan terlalu cepat ya" pesan Firanda dan langsung di angguki oleh kakek nya.
Setelah semua nya pulang kini tersisa hanya Firanda dan David yang ada di dalam ruangan itu."saya akan pulang." ucap Firanda dengan melangkah menuju kamar hotel untuk mengambil tas miliknya, karena tadi saat dia bangun dia melihat tas nya ada di atas nakas di samping kasur.
Setelah mengambil tas Firanda pun keluar dari kamar hotel itu, tetapi saat dia akan membuka pintu keluar dia di kejutkan saat melihat pintu nya terkunci dan tidak bisa di buka sama sekali. Firanda pun menoleh ke arah David yang sedang duduk santai dengan memegang kunci hotel itu.
__ADS_1
"Tuan buka pintu nya!" ucap Firanda pada David, tetapi David hanya diam dengan menatap Firanda.