I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 29


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, hingga tak terasa seminggu lagi pernikahan paksa itu akan berlangsung. Pernikahan yang sama sekali tidak di impi impikan oleh kedua orang yang di paksa menikah itu. Hari ini Firanda dan David akan melakukan fitting baju pengantin, karena mereka semua sudah sepakat mengadakan acara pernikahan secara terbuka dan mewah. Mengingat keluarga mereka dari keluarga cukup terpandang semua.


"Lama sekali sih?" gerutu David sambil menatap jam mewah yang ada di pergelangan tangan nya.


Saat ini David tengah menunggu Firanda bersiap siap, tetapi sudah hampir satu jam lama nya Firanda belum selesai juga bersiap siap nya hingga membuat David sedikit kesal karena terlalu lama menunggu.


"Tuan sebaiknya anda minum dulu." ucap pelayan yang memang mengurus Firanda beberapa bulan yang lalu.


"Terima kasih bi." balas David dengan sedikit mengulas senyum, setelah itu dia pun meminum minuman yang di tawarkan pelayan itu.


"Maaf karna sudah menunggu lama." Firanda datang dengan sedikit berburu buru karena takut mantan boss nya yang satu minggu lagi akan menjadi suami nya itu kesal.


"Hanya kau yang berani membuang buang waktu ku hanya untuk menunggu orang tak penting." ucap David dengan pedas.


"Maaf kan saya tuan, tadi ada sedikit kendalan." ucap Firanda yang tetap meminta maaf karena membuat calon suami nya itu menunggu lama.


"Ayo kita berangkat." ujar David tanpa menghiraukan permintaan maaf Firanda, karena diri nya masih kesal kepada wanita itu yang sudah membuat dia menunggu lama.


Mereka pun berangkat menggunakan mobil milik David, menuju butik yang langganan Mama nya David. Sepanjang perjalanan tidak ada satu pun yang memulai pembicaraan, mereka tampak seperti orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain nya.


Sesampai nya di butik langganan Mama David, mereka pun masuk dan langsung mencoba gaun dan kemeja untuk hari pernikahan mereka nanti. Setelah selesai melakukan fitting baju pengantin, Firanda dan David memutuskan untuk pergi makan siang, kebetulan saat ini jam sudah menunjuk waktu makan siang. Mereka pun makan siang di salah satu restoran terdekat dengan butik langganan Mama David.


"Kau ingin pesan apa?" tanya David pada Firanda.


"Terserah." balas Firanda dengan singkat, jujur saat ini Firanda bingung harus makan apa karena dia merasa di menu makanan itu tidak ada makanan yang menarik perhatian nya.

__ADS_1


"Tidak ada menu makanan terserah." ucap David dengan kesal saat kesabaran nya di uji kembali oleh Firanda.


"Yasudah saya pesan minuman saja tuan." balas Firanda pada akhir nya.


David pun memesan makanan untuk nya dan dua minuman untuk diri nya dan Firanda. Sembari menunggu makanan datang, Firanda dan David tampak memainkan ponsel mereka masing masing. Tak lama pesanan pun datang, David pun langsung memakan makanan yang ia pesan, sedangkan Firanda hanya memainkan ponsel nya sambil sesekali menyeruput minuman nya.


Di saat kedua nya sedang fokus, tiba tiba saja mereka kedatangan wanita cantik dengan tubuh bak gitar Spanyol datang menghampiri mereka mereka. Dengan lancang nya wanita itu memeluk David dari belakang hingga membuat David tersedak karena saking terkejut nya dengan kedatangan wanita itu.


"Risa apa yang kau lakukan." petik David dengan melepaskan tangan mantan kekasih nya itu


"Ah rupa nya kau selalu hafal dengan ku." ucap Risa tanpa rasa bersalah sedikit pun, dia pun duduk dengan santai di samping David menghadap ke arah Firanda.


"Ck, kenapa seleramu jadi turun sayang?" cibir Riss sambil menatap penampilan Firanda yang kini hanya menggunakan celana jeans dan blouse.


"Kau tidak usah mencampuri urusan ku, sekarang pergi lah." usir David dengan kasar


"Kalau kau sudah tahu, untuk apa lagi bertanya. Cepat lah pergi dari sini, aku muak melihat wajah mu itu." ucap David dengan dingin.


"Kau bukan muak melihat wajah ku, tapi kau belum bisa move on dari ku sayang." ucap Risa dengan tidak tahu malu nya.


Sedangkan David hanya bisa menghela nafas saat menghadapi tingkah mantan nya itu. Karena tidak ingin berlama lama dengan mantan nya itu, akhir nya David menggandeng tangan Firanda dan membawa nya menjauh dari mantan nya yang kini sedang berteriak memanggil manggil nama nya.


"Kita akan kemana tuan?" tanya Firanda saat mereka sudah ada di dalam mobil.


"Tentu saja pulang, memang nya kau fikir saya akan mengajak ku jalan jalan kembali begitu?" tanya David dengan sewot.

__ADS_1


"Eh bukan itu maksud saya tuan, saya hanya—" ucapan Firanda di potong langsung oleh David


"Stop memanggil saya dengan sebutan 'tuan' karena saat ini saya sudah bukan boss mu lagi."ucap David.


"Lalu saya harus memanggil anda apa tuan? Mas? Masa sih mas, itu mah terlalu lebay menurut saya. Atau Abang saja, ah tidak itu juga terlalu lebay. Bagaimana kalau saya panggil tuan dengan sebutan nama saja, bagaimana?" tanya Firanda dengan menatap David yang tampak berfikir


"Kau kan akan menjadi istri saya, masa nanti kalau udah nikah kamu panggil saya dengan sebutan nama? Itu tidak sopan Firanda." ucap David dengan kesal.


"Ya terus apa?" tanya Firanda dengan prustasi.


Sedangkan David tampak sedang berfikir, tak lama kemudian dia pun tersenyum menyeringai, sedangkan Firanda yang melihat senyuman itu langsung merasakan hawa yang tidak enak. Seperti nya calon suami nya itu akan merencanakan sesuatu yang akan membuat nya terkejut.


"Bagaimana kalau kau panggil saya dengan panggilan 'honey'?" tanya David dengan senyum menyeringai.


"Apa?! " benar saja dugaan Firanda tadi, pasti calon suami nya itu merencanakan sesuatu yang menurut nya tidak masuk akal.


"Kenapa? Bukan nya itu romantis?" tanya David dengan sedikit menggoda Firanda.


"Apa nya yang romantis? Itu sangat mengelikan menurut saya tuan." balas Firanda sambil membayangkan dirinya nya memanggil David dengan panggilan 'Honey'. Membayangkan nya saja sudah membuat Firanda bergidik ngeri, apa lagi sampai itu terjadi? Tidak... Tidak...Firanda tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Ck seperti nya kau sedang membayang kan kehidupan kita nanti ya?" tanya David melihat Firanda yang tampak bergidik ngeri.


"Tidak, untuk apa saya membayangkan itu semua. Membuang buang waktu saja." ucap Firanda dengan ketus.


"Sebaiknya kita segera pulang sekarang, karena hari ini saya kan pergi ke masion kakek." lanjut Firanda.

__ADS_1


"Biar saya antar." ucap David sembari memakai sabuk pengaman nya. Setelah itu mobil David pun pergi meninggalkan lobby restoran, menuju mosion milik kakek nya Firanda.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya.


__ADS_2