I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 22


__ADS_3

Sesampai nya di lobby kantor, mereka pun berjalan beriringan. Banyak karyawan menunduk hormat saat melihat kedatangan Boss, asisten dan juga sekertaris nya datang dengan waktu yang sama.


Saat sampai di lantai paling atas mereka pun berpisah. David ke ruangan Ceo nya, Laskar ke ruangan khusus diri nya dan Firanda masuk ke dalam ruangan nya sendiri.


Di dalam ruangan, Firanda tampak memikir lagi rencana nya yang akan undur diri dari kantor itu. Setelah mendapat kan alasan yang tepat akhir nya Firanda turun ke lantai lima untuk memberikan surat pengunduran diri nya kepada kepala HRD. Setelah semua nya selesai Firanda memutuskan untuk pulang lebih awal karena pekerjaan nya tidak ada lagi, selain itu dia juga ingin berkemas karena besok dia akan pergi ke Indonesia.


Sedangkan di ruangan David, David baru saja mendapatkan surat dari kepala HRD dan mengatakan kalau Firanda mengundurkan diri nya.


"Apa karena kejadian tadi kau memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor ini?" gumam David dengan menatap nanar surat pengunduran diri yang di buat oleh Firanda.


"Sayang." panggilan wanita itu mampu membuat David kembali pada kesadaran nya.


"Ada apa?" tanya David pada wanita itu.


"Aku harus pulang sekarang karena tiba tiba teman teman ku mengajak untuk bertemu." ucap wanita itu dengan bergelayut manja di leher David.


"Pergi lah, tapi aku tidak bisa menemani mu karena pekerjaan ku masih banyak." balas David membuat wanita itu tersenyum senang, bahkan tanpa canggung sedikit pun, wanita itu mencium bibir David dengan sedikit agresif.


David sedikit mendorong wanita itu dan melepaskan ciuman nya, membuat wanita itu merengut kesal.


"Pergilah." usir David dengan datar.


"Baiklah jangan lupa jemput aku nanti malam." ucap wanita itu dan hanya di jawab deheman oleh David.


Setelah kepergian kekasih nya, David pun memanggil Laskar agar ke ruangan nya. Tak lama tampak Laskar datang dan langsung mendudukan bokong nya di sofa yang ada di ruangan David.


"Apa ada hal penting yang ingin tuan ketahui?" tanya Laskar pada David.


"Ya, apa tadi Firanda bicara rencana pengunduran diri nya pada mu?" tanya David menatap asisten nya itu.


"Iya, tadi dia memang sempat membahas tentang pengunduran diri. Dan saat saya tanya kenapa anda mau mengundurkan diri, tetapi dia tidak menjawab nya." balas Laskar.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya David lagi.


"Saya juga tidak tau tuan, dia hanya berkata kalau dia tidak bisa mengatakan nya." jawab Laskar.


"Memang nya mengapa tuan sampai bertanya seperti itu?" lanjut Laskar dengan bertanya pada tuan nya itu.


"Dia memberikan surat pengunduran diri." ucap David dengan memperhatikan surat pengunduran diri milik Firanda pada asisten nya.


"Seperti nya ini memang sudah di rencanakan jauh jauh hari oleh nona Firanda tuan." ucap Laskar dan langsung di angguki oleh David.


"Seperti nya begitu." balas David.


Selanjutnya pembicaraan mereka beralih dengan membahas pekerjaan, tentang surat pengunduran diri, David sudah menyetujuinya. Karena bagaimana pun dia tidak bisa menahan Firanda untuk tetap bekerja di perusahaan nya, dia tidak ingin Firanda tambah tertekan. Di tambah lagi dia juga ingin menghindari dari Firanda, seperti yang Firanda lakukan saat menghindari diri nya.


Sedangkan di masion, Firanda tampak sedang mengemasi pakaian dan dia masukan pada koper kecil. Jika kalian bertanya, mengapa Firanda memakai koper kecil? Mengapa tidak memakai koper besar saja? Maka jawaban nya karena Firanda hanya akan menginap semalam di Indonesia dan selanjutnya dia akan kembali lagi ke Kanada. Sebab dia tidak ingin terlalu lama berada di Indonesia, dia takut kejadian beberapa bulan lalu kembali terulang, saat diri nya bertemu kembali dengan Dika mantan pacar nya dulu. Firanda juga takut jika dia mengingat kembali kejadian malam itu, walaupun dia mengakui kalau sebenar nya dia juga belum sepenuh nya bisa melupakan kejadian itu.


"Hei." usapan lembut dari kakek nya mampu membuat Firanda tersadar dari lamunan nya.


"Kenapa melamun?" tanya Kakek pada Firanda.


"Masa sih, kalau tidak sedang melamun kamu pasti langsung nyahut waktu kakek panggil kamu. Tapi ini apa? Kau bahkan tidak mendengar panggilan kakek." ucap kakek nya mampu membuat Firanda terdiam.


Melihat ke terdiam cucu nya itu, kakek Firanda pun langsung bertanya kembali. " apa yang kau pikirkan?" tanya kakek nya.


"Aku hanya sedang memikirkan pekerjaan saja Kek." balas Firanda dengan berbohong.


"Bohong, pekerjaan apa yang sedang kau pikirkan? Bukan nya kau tadi bilang kalau kau sudah mengundurkan diri dari perusahaan Wilson?" ucap Kakek nya mampu membuat Firanda terdiam kembali.


"Aku hanya sedang memikirkan masa lalu kek, entah kenapa aku merasa sangat malas untuk kembali ke Indonesia." ucap Firanda dengan jujur.


"Kau jangan terus memikirkan masa lalu, pikirkan lah masa depan mu." nasehat kakek nya.

__ADS_1


"Iya kek." balas Firanda dengan senyum tipis nya.


"Yasudah teruskan pekerjaan mu, kakek akan ke bawah dulu." ucap kakek nya sebelum berlalu dari kamar cucu nya.


Firanda kembali menyiapkan barang barang yang akan di bawa nya nanti besok, namun kegiatan nya terhentikan saat ponsel nya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


Setelah melihat siapa yang menghubungi nya Firanda langsung mengangkat nya.


"Ada apa Tuan David?" tanya Firanda.


Ya yang menelpon Firanda saat ini adalah David, boss nya.


"Kenapa kau mengundurkan diri dari kantor?" tanya nya langsung pada inti nya.


"Karena saya ingin keluar dari perusahaan anda Tuan." balas Firanda dengan tenang.


"Bukan jawaban itu yang saya ingin dengar dari mu." ucap David dengan dingin.


"Lalu mau anda apa Tuan? Saya memang sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor anda cukup lama." ucap Firanda


"Berikan saya satu alasan kenapa kau mengundurkan diri dari kantor."


"Karena saya memiliki kepentingan lain yang lebih penting. " balas Firanda.


"Hanya itu?" tanya David


"Ya hanya itu saja." jawab Firanda dengan tenang.


"Baiklah saya Terima alasan mu, dan Terima kasih karena beberapa bulan lalu sudah bekerja sama dengan perusahaan saya." ucap David dengan tulus.


"Sama sama Tuan, saya juga ingin berterima kasih pada anda karena sudah mengajarkan saya banyak hal di kantor." balas Firanda.

__ADS_1


"Yasudah saya tutup dulu telpon nya Tuan." setelah mengatakan itu Firanda langsung memutuskan sambungan telpon nya dengan sepihak.


'Semangat Firanda, kau tidak boleh lemah di hadapan David. Kau harus tunjukkan kalau ciuman yang tadi siang tidak berarti apa apa untuk mu.' gumam Firanda menyemangati diri nya sendiri.


__ADS_2