
"Sudah ketemu cara nya?" tanya Firanda menatap David yang tengah berfikir.
"Diam lah, saya tidak bisa fokus karena kau tidak bisa berhenti bicara." balas David dengan menatap tajam Firanda, sedangkan Firanda langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya saat melihat boss nya marah.
Melihat tingkah lucu Firanda membuat David tidak tahan untuk tidak tertawa.
"Kau ini lucu sekali." ucap David di sela tawa nya.
"Saya memang lucu dari lahir Tuan." balas Firanda dengan percaya diri.
"Ck, percaya diri sekali kau itu." ucap David dengan bedecak kesal.
"Tuan bagaimana kalau kita telpon saja Tuan Laskar agar menjemput kita di sini." usul Firanda membuat David menepuk kening nya.
"Kenapa tidak kepikiran dari tadi sih." ucap David dengan mengambil ponsel milik nya di saku celana panjang nya.
"Ck, karena otak anda terlalu lemot Tuan." cibir Firanda.
"Kau ternyata sudah berani menghina saya ya?" tanya David dengan menghimpit Firanda.
"Eh Tuan anda mau ngapain?" tanya Firanda dengan panik.
"Saya akan memberi mu hukuman karena sudah berani menghina saya." ucap David dengan terus menghimpit tubuh Firanda.
"Jangan macam macam Tuan, saya akan teriak kalau anda macam macam pada saya." ancam Firanda.
"Teriak saja, saya pastikan tidak akan ada orang yang akan mendengar teriakkan mu." ucap David dengan menatap lekat Firanda yang tengah ketakutan.
"Tuan saya mohon jangan macam macam." mohon Firanda dengan wajah memelas.
"Saya tidak akan macam macam, hanya satu macam." ucap David dengan mendekatkan wajah nya pada wajah Firanda.
__ADS_1
Sedangkan Firanda yang melihat itu langsung saja memejam kan mata nya, tak lama kemudian sebuah benda kenyal menyentuh bibir mungil milik nya. Ya David mengecup bibir Firanda dengan singkat.
"Itu hukuman untuk mu karena sudah menghina saya." ucap David dengan menjauhkan tubuh nya dari tubuh Firanda.
Firanda yang masih terkejut dengan semua nya hanya mampu diam tanpa mengatakan apa apa. Setelah lama akhir nya Firanda tersadar dan menatap pada boss nya yang tampak menatap luruh pada jalanan yang ada di depan nya. Entah keberanian dari mana, Firanda mendekati boss nya dan langsung mencium bibir boss nya itu. Sedangkan David yang terkejut dengan serangan tiba tiba dari Firanda hanya bisa diam sejenak sampai akhir nya dia pun membalas ciuman Firanda.
Ciuman yang awal nya hanya ciuman biasa kini menjadi ciuman yang sangat panas. Kedua nya larut menikmati ciuman itu, hingga akhir nya Firanda yang merasa kehilangan oksigen langsung melepas kan ciuman nya. Nafas kedua nya tersengal sengal dan berebut menghirup oksigen di sekitaran mereka.
"I Love You, Tuan Muda." lirih Firanda yang masih bisa di dengar oleh David yang memang jarak nya cukup dekat dengan nya.
David hanya diam saat Firanda mengatakan itu, karena jujur dia sangat terkejut dengan ungkapan Firanda.
"Jangan di ulangi. " ucap David dengan tegas tanpa menjawab ungkapan Firanda, membuat Firanda sedikit kecewa.
Firanda pun memundurkan tubuh nya dan duduk dengan tegak menatap lurus ke arah depan. Tak lama dia pun mengambil ponsel milik nya dan mulai mengutak-atik nomor ponsel seseorang, setelah itu Firanda menghubungi nomor tersebut. Tak lama kemudian suara Laskar terdengar di telinga kedua nya.
"Ada apa nona?" tanya Laskar di ujung sana.
"Baiklah, kirim saja alamat nya." ucap Laskar.
"Ya baiklah nanti saya kirim alamat nya." balas Firanda dengan mematikan sambungan telpon nya, dia pun menulis kan alamat nya dan segera mengirim kam pada Laskar.
Dua puluh menit mereka menunggu jemputan dengan keadaan hening, tidak ada satu pun di antara mereka memulai pembicaraan. Kedua nya tampak orang asing yang tidak mengenal satu sama lain nya. Tak lama dia mobil datang menghampiri mobil milik David, mereka yang memang tau itu mobil milik Laskar langsung saja turun untuk menghampiri Laskar.
"Maaf membuat kalian menunggu lama." ucap Laskar dengan nada tidak enak hati.
"Tidak apa apa." balas Firanda dengan tersenyum tipis, sedangkan David hanya diam saja.
"Saya bawa kan tukang bengkel tuan." ucap Laskar pada David.
"Yasudah suruh dia memperbaiki mobil saya." ucap David dengan datar.
__ADS_1
"Baik tuan." Laskar pun menyuruh tukang bengkel itu segera memperbaiki ban mobil milik boss nya itu. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit saja, mobil David akhir nya kembali dapat di gunakan.
"Tuan Laskar bolehkah saya menumpang di mobil anda?" tanya Firanda membuat Laskar dan David menatap ke arah nya.
"Tentu saja boleh nona." balas Laskar, sedangkan David hanya menatap Firanda dengan tatapan datar nya. Tetapi Firanda bertingkah seolah-olah tidak peduli dengan taut wajah David.
Firanda pun segera naik ke dalam mobil dan di ikuti oleh Laskar yang juga ikut masuk setelah memastikan tuan nya masuk ke dalam mobil.
Di dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali, karena baik Firanda dan Laskar sama sama sedang sibuk. Firanda sibuk dengan fikiran nya, sedangkan Laskar sibuk menyetir.
Tiba tiba Firanda bertanya sesuatu yang membuat Laskar sedikit terkejut. "Tuan apa saya bisa mengajukan pengunduran diri dari perusahaan Wilson?" tanya Firanda.
"Tentu saja bisa nona, tetapi kita harus memiliki alasan untuk itu." balas Laskar.
"Apakah harus memakai alasan?" tanya Firanda dan langsung di angguki oleh Laskar.
"Tentu saja nona."
Firanda hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan kasar saat mendengar jawaban dari Laskar. Dia memang sudah lama ingin mengundurkan diri dari kantor karena alasan nya dia tidak ingin semakin jatuh cinta pada boss nya yang jelas jelas sudah memiliki kekasih. Bukan karena itu juga, Firanda memang sudah memiliki janji pada kekek nya untuk memimpin perusahaan milik kakek nya yang ada di negara ini, dan janji itu harus dia tepati bulan depan, karena memang perjanjian nya adalah tahun baru dia harus siap memimpin perusahaan milik kakek nya itu.
"Apakah anda akan mengundurkan diri dari kantor?" tanya Laskar pada Firanda yang tampak melamun sambil menatap ke luar jendela.
"Ya, seperti nya saya akan mengundurkan diri secepat nya di kantor." balas Firanda membuat Laskar bertanya kembali.
"Kenapa anda mengundurkan diri? Apakah pekerjaan anda terlalu berat? Kalau karena itu saya akan mengurangi sedikit pekerjaan nya agar anda merasa nyaman dengan pekerjaan anda nona." ucap Laskar dengan panjang lebar.
"Bukan, bukan itu alasan saya ingin mengundurkan diri dari kantor. " balas Firanda membuat asisten Laskar bertambah bingung.
"Lalu apa alasan nya nona?" tanya Laskar.
"Aku tidak bisa menjelaskan nya pada mu Tuan." balas Firanda membuat Laskar terdiam dan tidak berani bertanya lebih dalam lagi mengenai alasan Firanda yang ingin mengundurkan diri dari perusahaan Wilson.
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan terus jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya.