
Sore pun tiba, Firanda langsung di rias kembali oleh MUA yang masih sama ketika tadi pagi merias diri nya. Setelah semua nya selesai Firanda pun menuju aula di mana acara resepsi di selenggarakan. Kali ini dia tidak di temani oleh kedua teman nya, melainkan di temani oleh suami nya. Hah suami? Firanda saat ini masih belum percaya kalau diri nya saat ini sudah menjadi istri boss, karena kejadian konyol malam pesta itu.
"Akan banyak awak media yang memotret kita nanti, saya harap kau bisa bekerja sama untuk terlihat romantis di sana." ucap David pada Firanda.
"Harus nya saya yang harus mengatakan itu pada mu Tuan, nanti kalau sudah ada di sana kau harus banyak tersenyum jangan kaku terus seperti ini." balas Firanda dengan ketus.
"Saya akan berusaha." balas David datar.
Mereka pun sampai di aula tempat resepsi di adakan, dan mulai menghampiri tamu undangan yang hadir di resepsi itu.
"Hai bro, akhirnya loh nikah juga."sahut salah satu teman David.
Saat ini David tengah mengobrol dengan teman Smk, kuliah dan teman kerja nya.
"Loh nyindir gue?" tanya David dengan datar, sedangkan teman nya yang tadi bicara hanya tertawa begitu pun dengan yang lain nya.
"Btw mana istri loh gue pengen liat." ujar teman lain nya.
"Lagi ngumpul sama temen nya." balas David dengan menunjuk ke arah Firanda yang tampak sedang mengobrol juga teman kantor nya.
"Suruh ke sini lah bro." ucap Hans yang tadi menyindir David
"Bentar." David pun melangkah pergi meninggalkan teman teman nya itu.
"Sini dulu."ujar David menarik pelan tangan Firanda agar menjauh dari teman teman nya.
"Apa sih?" tanya Firanda dengan kesal karena di tarik paska oleh suami nya itu.
"Teman teman saya ingin ketemu dengan mu." ucap David dengan datar.
"Ya terus?" tanya Firanda tak mengerti.
"Tentu saja kau harus ikut dengan saya ke sana." ucap David dengan datar.
"Ouh bilang dong dari tadi." ucap Firanda dengan senyum tak berdosa, sedangkan David semakin menatap istri nya dengan datar.
__ADS_1
Mereka pun menghampiri teman teman David.
"Wih pantesan aja David mau nikah, ternyata cewe nya juga secantik ini." ujar Hans dengan menatap kagum pada Firanda.
"Dia tau aja yang bening mah." celetuk Dafa teman David lain nya.
"Hahahaha." mereka tampak tertawa menggoda David yang terlihat kesal karena istri nya di puji oleh laki laki lain.
Namun tawa mereka tidak berlangsung lama ketika mereka kedatangan seseorang yang menjadi pusat perhatian mereka.
"Sorry gue telat. " ucap orang itu.
Deg.
Jantung Firanda berhenti berdetak saat mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya. Suara yang sangat dia hindari di muka bumi ini, dan berharap tidak akan lagi mendengar suara itu. Tetapi sore ini dia kembali mendengar suara yang sangat ia benci.
Dengan memberanikan diri Firanda menatap laki laki yang baru saja datang itu, dan benar saja dia adalah orang yang sangat dia hindari sekaligus dia benci.
"Kenapa?" bisik David saat melihat perubahan wajah Firanda yang tampak pucat pasi.
"Firanda." ujar David sedikit menaikan suara nya agar Firanda sadar kalau diri nya sedang menunggu jawaban dari gadis itu.
"Eh iya, kenapa?" tanya Firanda setelah sadar dari keterkejutan nya.
"Saya tanya kau kenapa? Lalu wajah mu kenapa pucat sekali? Apa kau tidak enak badan?" tanya David beruntutan.
"Ahh tidak apa apa." balas Firanda dengan cepat mengubah ekspresi wajah nya agar terlihat tenang kembali
"Hai bro selamat ya atas pernikahan kalian." ucap Dika dengan menghampiri David dan Firanda.
"Terima kasih." balas David dengan datar.
"Hai selamat ya." ucap Dika pada Firanda yang tampak masih menundukan kepala nya, membuat diri nya tidak bisa melihat jelas wajah Firanda. Sedangkan Firanda hanya mengangguk kan kepala nya saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun agar mantan kekasih nya itu tidak menyadari kalau dia adalah mantan nya.
"Dia kenapa bro?" tanya Dika pada David
__ADS_1
"Mungkin sedang tidak enak badan kali, tadi juga gue liat muka dia pucet banget." balas David.
"Yasudah suruh saja istirahat." usul Dika
"Kau mau istirahat di kamar?" tanya David pada istri nya itu dan langsung di angguki oleh Firanda dengan cepat.
"Yasudah ayo kita ke kamar." ajak David dengan menggandeng tangan Firanda.
"Woi masih sore, masa kalian mau langsung ke kamar. Nanti aja malam, bikin adonan nya." teriak Hans membuat Firanda malu setengah mati, sedangkan David dan teman lain nya hanya tertawa mendengar candaan teman nya itu.
"Stt biar cepet jadi baby nya." ucap David yang langsung di hadiahi cubitan oleh Firanda.
"Apaan sih ngomong nya gak jelas banget." gumam Firanda dengan muka yang sudah memerah.
"Kenapa? Gak sabar banget ya buat bikin baby?" bisik David menggoda istri nya itu.
"Bukan nya yang ngomong nya ya?" tanya Firanda dengan nada menyindir.
"Hahaha, tentu saja saya sudah tidak sabar membuat mu hamil." balas David dengan tertawa, sedangkan Firanda langsung pergi meninggalkan David yang tengah tertawa sendirian.
"Bro, istri loh kabur tuh." celetuk Dika membuat tawa David langsung menghilang.
"Kemana dia?" tanya David mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan istri nya.
"Ke kamar kayak nya." balas Dika. David pun pergi setelah mengucapkan terimakasih pada Dika.
Sesampainya di kamar dia melihat Firanda sedang mengobrol serius dengan teman nya Gelia di balkon hotel itu, hingga tak menyadari keberadaan nya. Saat ingin menghampiri istri nya, langkah David berhenti saat mendengar ucapan teman istri nya itu yaitu Gelia
"Ko bisa si Dika ada di sini?" tanya Gelia pada Firanda.
"Gue juga gak tau, tapi yang pasti si Dika teman nya suami gue." ucap Firanda.
"Terus tadi dia nyadar gak kalau itu loh?" tanya Gelia kembali.
"Enggak, karna pasti nanya gue cuma jawab pake gerakan tubuh. Gue sama sekali gak ngeluarin suara, supaya dia gak curiga kalau itu gue." ucap Firanda panjang lebar. Sedangkan David yang niat nya ingin menghampiri istri nya untuk memintanya beristirahat, mengurungkan niat nya dan memilih menguping perbicaraan serius antara istri nya dan teman nya.
__ADS_1
"Gila ya kenapa dunia bisa sesempit ini? Kemarin si Dika sepupu nya Chelsea, sekarang si Dika temen nya suami loh. Kayak nya besok besok si Dika bakal jadi anak loh deh Nda." ucap Gelia dengan asal.