
Mentari mulai menampakan diri nya di ufuk timur, cahaya nya yang keemasan masuk ke dalam cela cela jendela wanita cantik yang kini masih asik di alam mimpi. Seperti nya wanita itu tidak ingat kalau hari ini adalah hari yang sangat penting bagi nya.
Suara ketukan di luar kamar nya membuat wanita cantik itu terpaksa membuka mata nya. Walaupun masih dengan keadaan mengantuk Firanda tetap turun dari kasur nya dan berjalan menuju pintu untuk membuka nya.
"Astaga Firanda! Lihat sekarang sudah jam berapa? Apa kau tidak ingat kalau hari ini adalah hari pertama mu bekerja di perusahaan keluarga Wilson?" pertanyaan bertubi tubi di luncur kan oleh pembantu nya pada cucu majikan nya yang saat ini baru bangun dari tidur panjang nya.
Firanda yang mendengar ucapan pembantu nya langsung membulat kan mata nya saat mengingat kalau hari ini adalah hari pertama dia bekerja di perusahaan Wilson.
Tanpa memperdulikan pembantu nya yang mengomeli diri nya, Firanda lebih memilih untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri nya dengan secepat kilat. Setelah selesai dengan acara mandi nya, Firanda langsung menuju ruang ganti dan mengambil satu setelan yang kemarin dia beli Mall. Setelah semua nya rapih Firanda pun keluar dari kamar nya dan menghampiri pembantu nya.
"Bibi aku akan sarapan di kantor saja." teriak Firanda saat tidak melihat keberadaan pembantu nya.
"Kenapa tidak sarapan di sini saja? Masih ada waktu untuk sarapan Firanda" balas pembantu nya tak kalah berteriak.
"Aku takut terlambat bibi. Bye bibi aku berangkat dulu, do'a kan aku semoga semua nya berjalan dengan lancar." ucap Firanda lagi pada pembantu nya.
"Bibi akan selalu mendoakan mu, dan hati hati di jalan." balas pembantu.
"Pasti bi."
Firanda pun pergi menuju kantor milik David dengan menggunakan mobil yang di berikan oleh kakek nya.
Sesampai nya di perusahaan Wilson, Firanda langsung memasuki lift yang memang di khusus kan untuk diri nya, asisten dan juga Boss nya. Saat ini Firanda sudah ada di lantai paling atas yang akan jadi tempat bekerja nya mulai hari ini.
Firanda melihat hanya ada Tuan Laskar yang sedang memeriksa beberapa berkas, dia pun menghampiri nya dan menyapa nya.
"Selamat pagi Tuan Laskar." sapa Firanda dengan ramah.
__ADS_1
Tuan Laskar yang tadi nya sedang fokus pada berkas berkas nya langsung mendongak dan melihat wajah Firanda yang sudah ada di depan nya.
"Ah selamat pagi juga nyonya Firanda." balas Tuan Laskar dengan sedikit gugup karena hidung mereka hampir saja bersentuhan.
"Apa ada yang bisa saya bantu Tuan Laskar? " tanya Firanda menawarkan diri nya untuk membantu Tuan Laskar.
"Tidak perlu nyonya, saya hanya sedang memeriksa beberapa berkas yang kemarin saja." tolak Tuan Laskar dengan halus.
"Bisakah anda memanggil dengan nama saja tanpa ada sebutan 'nyonya' nya?" pinta Firanda yang tidak nyaman saat Tuan Laskar dan Tuan David memanggil nya dengan sebutan nyonya. Karena menurut nya sebutan nyonya lebih pantas pada wanita yang sudah bersuami atau beranak.
"Tentu saja nyo- eh maksud saya Firanda." balas Tuan Laskar dengan sedikit kaku karena dia sudah terbiasa memanggil Firanda dengan sebutan nyonya.
"Itu lebih bagus Tuan Laskar."
"Apa Tuan David belum datang bila jam segini?" lanjut Firanda dengan bertanya pada Tuan Laskar.
Tak lama langkah laki mulai terdengar di indra pendengaran Firanda dan juga Tuan Laskar. Mereka berdua sudah menduga kalau pemilik langkah kaki itu adalah boss mereka yang tidak lain adalah Tuan David Wilson.
"Selamat pagi Tuan." sapa Firanda dan Tuan Laskar sambil menundukan sedikit tubuh nya untuk menyapa boss mereka.
"Pagi, Firanda kau ikut dengan saya ke ruangan." ucap Tuan David dengan suara yang sangat tegas dan berkesan dingin daripada kemarin.
"Baik Tuan." Firanda pun mengikuti langkah boss nya memasuki ruangan nya, dan meninggal kan Tuan Laskar seorang diri di ruangan nya.
"Hari ini saya akan mengadakan meeting dengan perusahaan sebelah, dan saya ingin kau ikut dengan saya untuk menghadiri meeting itu." ucap Tuan David pada Firanda.
"Baik Tuan." Firanda hanya bisa menjawab dengan dua kata itu.
__ADS_1
"Dan sekarang tugas kamu hanya memeriksa kembali berkas berkas yang di berikan oleh kepala menejer." ucap Tuan David lagi.
"Baik Tuan." jawab Firanda.
"Kau boleh pergi sekarang." perintah Tuan David yang langsung di laksanakan oleh Firanda.
"Huh lama lama di ruangan Tuan David bikin gue sesak nafas juga." gumam Firanda sambil menghirup oksigen sebanyak banyak nya.
"Anda baik baik saja?" tanya Tuan Laskar datang dari arah belakang membuat Firanda tersentak kaget dan langsung membalikkan tubuh nya menghadap langsung pada Tuan Laskar.
"Anda mengejutkan saya Tuan. " ucap Firanda dengan mengelus dada nya.
"Saya baik baik saja Tuan." lanjut nya lagi setelah di rasa jantung nya sudah tidak berdetak kencang lagi.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Laskar." setelah mengatakan itu Firanda langsung berjalan menjauh dari Tuan Laskar.
Sedangkan Tuan Laskar yang masih berdiri di sana hanya menatap aneh ke arah Firanda yang berjalan semakin menjauhi nya. Baru pertama kali dalam hidup nya dia melihat wanita aneh seperti Firanda yang berbicara sendiri di depan ruangan boss nya.
'Dasar aneh.' gumam Tuan Laskar sambil menggelengkan kepala nya sendiri. Karena takut boss nya marah, Tuan Laskar pun memutus kan untuk masuk ke dalam ruangan boss nya tanpa memikirkan lagi tingkah aneh Firanda tadi.
Firanda saat ini sedang berada di ruangan nya dengan kepala menejer, dia sedang mengerjakan apa yang di perintah kan oleh boss nya.
"Apa hanya segini berkas berkas yang akan aku periksa?" tanya Firanda pada kepala menejer itu.
" Tidak nyonya, masih ada banyak berkas berkas yang harus di periksa kembali. Tapi Tuan David menyuruh saya untuk memberi segini dulu pada anda nyonya." ucap kepala menejer itu menjelaskan pada Firanda. Sedangkan Firanda hanya menganggukkan kepala nya pertanda mengerti.
"Bisakah kau mengajarkan ku bila ada yang aku tidak mengerti?" tanya Firanda
__ADS_1
"Tentu saja nyonya, saya akan mengajar kan anda sebaik mungkin." balas kepala menejer itu.