
Jam sudah menunjuk angka satu dini hari, tetapi Firanda masih saja terjaga. Dia masih memikirkan kejadian di kantor tadi.
"Ouh ayolah Firanda, kau tidak mungkin kan mencintai nya." gumam Firanda mencoba menyangkal perasaan nya yang tiba tiba muncul setelah kejadian di kantor tadi. "Kau harus ingat tujuan mu. " gumam Firanda lagi.
Karena lelah memikirkan itu semua akhir nya Firanda pun tertidur dengan sendiri nya.
Pukul enam pagi Firanda sudah rapih dengan pakaian kerja nya, tidak biasa nya Firanda pagi pagi begini sudah rapih dengan pakaian kerja nya, hingga membuat pelayan yang memang sudah beberapa bulan menjaga nya bertanya.
"Tumben pagi pagi begini udah rapih non, apa ada pekerjaan penting?" tanya pelayan itu sambil meletakkan masakan nya di meja makan.
"Iya bi, hari ini Firanda ada pekerjaan penting. Jadi kemungkinan Firanda akan pulang ke masion kakek. Kalau bibi sudah selesai dengan pekerjaan bibi, bibi juga boleh langsung pulang aja karena Firanda pulang nya kemungkinan minggu depan." ucap Firanda panjang lebar.
"Lama banget non?" tanya pelayan itu dengan bingung, karena biasa nya cucu majikan nya itu hanya tidak pulang satu hari saja bila ada pekerjaan penting.
Sedangkan Firanda hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari pelayan nya itu. "Iya bi, soal nya Firanda mau pulang ke Indonesia dulu. Mau ngambil berkas berkas penting milik Kakek dari Ayah. " balas Firanda sambil mengunyah makanan nya.
"Ouh begitu ya. Yasudah habiskan sarapan nya non, bibi mau cuci piring dulu." ucap pelayan itu dan di angguki oleh Firanda.
Setelah selesai dengan acara sarapan nya, Firanda pun berpamitan pada pelayan nya sebelum pergi ke kantor nya. Dan di sini lah Firanda berada, sebuah ruangan yang penuh dengan berkas berkas yang menurut Firanda sangat membosankan tapi juga dapat menghasilkan uang.
"Hufft... Aku harus bilang pada tuan David kalau aku mau cuti dulu satu minggu." gumam Firanda dengan menatap berkas berkas di hadapan nya.
"Kenapa kau mau mengambil cuti selama itu?"suara dingin itu berasal dari arah pintu ruangan milik Firanda, seketika Firanda pun langsung mengalihkan tatapan nya ke arah pintu. Dapt dia lihat boss nya sedang berjalan menuju meja kerja nya.
"Saya tanya kenapa kau mau mengambil cuti selama itu?" Ucap David mengulangi pertanyaan nya.
"Saya mengambil cuti seminggu untuk pulang ke Indonesia Tuan." balas Firanda dengan wajah tertunduk karena tatapan tajam boss nya.
"Pulang ke Indonesia? Untuk apa kau pulang ke Indonesia?" tanya David kembali
__ADS_1
"Saya memiliki urusan yang sangat penting Tuan." ucap Firanda dengan sedikit berbohong. Karena bila dia berkata jujur, sudah dapat dia pastikan pasti boss nya akan mencecar nya dengan segala pertanyaan. Jadi lebih baik Firanda menyembunyikan nya.
"Sepenting itu kah urusan mu di Indonesia, sampai sampai kau harus mengambil cuti selama itu?" tanya David dan langsung di angguki dengan cepat oleh Firanda.
"Iya Tuan, ini sangat lah penting." ucap Firanda.
"Baiklah saya akan memberimu izin untuk kembali ke Indonesia." setelah mengatakan itu David langsung melangkah pergi meninggalkan Firanda yang tengah tersenyum senang.
Tetapi senyuman itu surut ketika mendengar ucapan boss nya. "Tapi dengan satu syarat." ucap David tanpa menengok ke arah belakang.
"Apa syarat nya?" tanya Firanda dengan perasaan yang sudah tidak enak.
"Saya akan ikut dengan mu ke Indonesia." jawab nya, membuat Firanda terkejut hingga dengan reflek dia berteriak dengan kencang.
"Apa?! " rupa nya teriakan Firanda membuat langkah kaki David berhenti kembali, dan kini dia sudah membalikkan tubuh nya dan menatap tajam ke arah Firanda.
"Ti-tidak Tuan, tapi bagaimana dengan pekerjaan di sini jika tuan ikut dengan ku ke Indonesia?" tanya Firanda mencoba membujuk boss nya agar tidak ikut dengan nya.
"Ck, kau ini percaya diri sekali, siapa juga yang akan ikut dengan mu." ucap David dengan santai, tapi tidak dengan Firanda yang melotot dengan wajah bingung nya.
"Lalu bagaimana maksud nya tuan?" tanya Firanda.
"Saya memang akan ke Indonesia besok, karena saya ada pekerjaan di sana. Bukan untuk ikut dengan mu." balas David membuat Firanda sedikit malu.
"Ouh begitu yah, baiklah kalau begitu saya akan ke ruangan anda untuk mengumpulkan berkas berkas yang akan di bawa ke Indonesia besok." ucap Firanda, sedangkan David hanya mengangguk saja dan berbalik melanjutkan langkah yang yang sempat dia hentikan tadi.
Di dalam ruangan Firanda saat ini sedang bernafas dengan lega karena mendengar alasan boss nya yang akan ikut bersama nya ke Indonesia besok.
"Semoga setelah kepulangan ku dari Indonesia, aku bisa mengundurkan diri dari kantor ini." gumam Firanda dalam hati.
__ADS_1
Setelah itu Firanda pun beranjak dari kursi kerja nya dan melangkah menuju ruangan boss nya untuk menyiapkan berkas berkas untuk besok nanti.
Saat ini jam sudah menunjuk angka lima sore, itu berarti menandakan waktu nya pulang. Dan kini Firanda pun sedang membereskan berkas berkas yang berhamburan di meja kerja nya, setelah membereskan itu semua, Firanda bergegas untuk langsung pulang ke masion kakek nya. Kenapa Firanda tidak pulang ke apartemen nya? Maka jawaban nya adalah, karena semua barang barang penting Firanda berada di masion milik kakek yang sebentar lagi akan menjadi milik nya.
Sesampainya di masion Firanda di sambut hanyat oleh sang kakek.
"Kau istirahat lah dulu, karena kakek memundurkan acara penerbangan nya." ucap nya pada cucu tunggal nya itu.
"Loh memang nya kenapa? Kok kakek mundurin sih?" tanya Firanda dengan bingung.
"Ya karena kakek khawatir sama kamu, jdi kakek mundurin acara ke Indonesia." ucap nya.
"Terus jadi nya kapan?" tanya Firanda lagi.
"Lusa." balas nya singkat.
"Loh kok jadi lusa kek, kan kita bisa mundurin nya satu hari aja." ucap Firanda.
"Bisa saja, tapi minggu ini Ayah mu sedang tidak ada di Indonesia. Saat ini dia sedang ada di Jerman untuk melihat perkembangan perusahaan yang berada di Jerman." jelas kakek nya.
"Kenapa Ayah gak ngasih tau Firanda?" tanya Firanda dengan kesal.
"Awal nya Ayah kamu mau ngasih tau, tapi tadi seperti kamu lagi sibuk banget. Jadi Ayah kamu gak jadi ngasih tau nya." ucap kakek nya.
"Iya sih, tadi memang Firanda bener bener sibuk nyiapin berkas buat besok di bawa ke Indonesia." ucap Firanda menghela nafas nya dengan panjang.
"Boss kamu mau ke Indonesia besok?" tanya kakek Firanda.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya.
__ADS_1