I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 34


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan pun selesai saat jam menunjuk angka sembilan malam, tetapi masih banyak kolega David yang masih berada di sana hanya untuk mengobrol dengan David tentang perusahan, saham dan masih banyak lagi hal yang mereka obrolkan. Hingga jam dingding menunjuk angka dia belas malam, akhir nya para kolega satu persatu mulai mengundurkan diri. Kini tersisa hanya kolega ayah dan sahabat sahabat ayah nya. Karena tidak ada lagi kolega nya, David pun memutuskan untuk segara naik ke dalam kamar menghampiri istri nya yang sejak sore di dalam kamar, ya walaupun saat jam delapan Firanda sempat turun dan itu pun tidak berselang lama, karena Firanda merasa sakit perut akibat sedang mengalami menstruasi.


"Yah, David ke kamar duluan ya." pamit David pada Ayah nya yang sedang memgobrol dengan beberapa sahabat nya.


"Iya." balas Ayah David dengan singkat.


Setelah berpamitan pada Ayah nya David pun berjalan meninggalkan aula itu, lalu pergi menuju kamar hotel yang di tempati nya dengan sang istri. Sesampainya di kamar hotel David melihat Firanda yang masih terjaga sambil memainkan ponsel nya, melihat itu David pun berdehem cukup keras agar istri nya itu menyadari kehadiran nya.


"Ehemm."


Firanda yang sedang asik asik nya membalas chat teman nya, langsung mengalihkan tatapan nya. Dia mendapati suami nya yang kini sedang berdiri di ambang pintu kamar hotel.


"Kenapa belum tidur?" tanya nya sembari melangkah mendekati Firanda yang sedang duduk di atas kasur, setelah sebelumnya mengunci pintu nya terlebih dulu.


"Nungguin anda tuan." balas Firanda dengan menundukan wajah nya karena merasa tidak nyaman saat David menatap nya dengan sangat intens.


"Kok masih manggil Tuan sih? Bukan nya sudah saya katakan kalau mulai hari ini kau harus memanggil saya dengan panggilan 'sayang' atau 'honey'" ucap David yang kini sudah berdiri di hadapan Firanda.


"Tapi tuan—" ucapan Firanda langsung di potong oleh David.

__ADS_1


"Ini perintah bukan permintaan." ujar David dengan tegas.


"Baiklah." balas Firanda dengan pasrah.


"Coba lakukan." perintah David tiba tiba, membuat Firanda menyeritkan dahi nya karena tak mengerti maksud yang di maksud oleh suami nya. 'Lakukan apa?' batin nya.


"Lakukan apa?" tanya Firanda dengan raut wajah bingung.


David hanya bisa menghela nafas saat melihat istri nya yang tidak peka dengan maksud nya.


"Panggil saya dengan panggilan 'sayang'" ucap David membuat Firanda akhir nya mengerti dengan maksud ucapan suami nya tadi.


Walaupun dulu dia menjalani hubungan cukup lama dengan Dika, dia sama sekali tidak pernah memanggil Dika dengan panggilan 'sayang' karena menurut nya itu sangat menggelikan. Berbeda dengan Dika yang selalu memanggil diri nya dengan panggilan 'sayang.'


"Kaku sekali." umpat David dengan berkekeh pelan.


"Lupakan itu semua, sekarang saya ingin mandi." lanjut David dengan menatap istri nya yang kembali menyeritkan dahi karena bingung, lagi lagi David hanya bisa menghela nafas melihat istri nya tidak peka peka.


"Ya terus apa hubungan nya dengan saya?" tanya Firanda dengan polos nya.

__ADS_1


"Masa itu saja kau tidak tau? Kau siapkan lah air untuk suami mu ini." ucap David dengan mendengus kesal pada istri nya.


"Ouh bilang dong dari tadi." ucap Firanda dengan menyengir tanpa rasa bersalah sedikit pun, dengan segera Firanda beranjak dari kasur dan pergi menuju kamar mandi menyiapkan air hangat untuk suami nya mandi.


Setelah selesai Firanda pun keluar dan menghampiri David yang tengah mainkan ponsel nya.


"Air nya sudah siap." ucap Firanda membuat David meletakkan langsung ponsel nya dan tanpa banyak kata, David pun pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Sedangkan Firanda langsung membaringkan tubuh nya di atas kasur, dan mulai memejamkan mata nya tak lama dia pun terlelap ke alam mimpi tanpa menunggu suami nya yang tengah mandi.


Di dalam kamar mandi David tengah berteriak memanggil istri nya untuk membawa kan nya handuk karena tadi dia tidak sempat mengambil nya.


"Firanda."sudah kesekian kali nya, David Memanggil istrinya itu. Tetapi tetap saja tidak ada sahutan dari Firanda, hingga akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk keluar tanpa mengenakan apapun.


Saat keluar dari kamar mandi, David mendapati istrinya tengah tidur dengan lelap nya tanpa memperdulikan diri nya yang sedang mandi. " ck, dasar istri luknut." umpat David dengan menggelengkan kepala nya tak habis fikir dengan tingkah istrinya itu.


Setelah memakai baju, David pun membaringkan tubuh nya di samping sang istri. Bukan nya langsung memejamkan mata nya, David malah memilih memandangi wajah istri nya yang tampak begitu cantik saat terlelap. Tanpa David sadari kalau dirinya menarikkan sudut bibir nya membentuk sebuah senyuman kecil yang tampak hampir tak terlihat karena memang David tersenyum hanya sedikit saja.


"Cantik." gumamnya tanpa sadar, setelah puas memandangi wajah istrinya, David pun memutuskan untuk ikut ke alam mimpi bersama sang istri tanpa melakukan apa yang meski mereka lakukan di malam pertama.

__ADS_1


Maaf baru up lagi🙏kemarin–kemarin Authot sakit dan gak bisa nulis sama sekali. Tapi Alhamdulillah sekarang udah mendingan dan bisa nulis kembali 🤗.


__ADS_2