
Sedangkan Firanda langsung kelabakan sendiri saat menyadari kalau Mama mertua nya tau kalau diri nya baru saja menangis, karena mata sembab nya yang tercetak sangat jelas di kantung mata nya. Dia pun mulai berfikir dengan keras agar bisa mendapatkan jawaban yang tepat untuk Mama mertua nya, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.
"Ini tadi Firanda menonton drakor, karna itu mata nya sembab soal nya tema film nya sedih banget." ucap Firanda dengan berbohong.
"Owalah kirain Mama, David nyakitin kamu." ujar Mama David dengan tersenyum sambil menggelengkan kepala nya tak habis fikir dengan menantu nya yang menangis hanya karena film drakor.
"Mas David sama sekali gak nyakitin Firanda kok Ma, jadi jangan khawatir." ucap Firanda
"Ouh iya saat tadi Mama mau ke sini, Mama nemu makanan kesukaan mu." ujar Mama David dengan memberikan box yang tadi dia bawa untuk menantu nya.
"Padahal Mama gak perlu repot repot seperti ini." balas Firanda dengan menerima box tersebut. "Tapi ini Firanda Terima ya, dan makasih banyak." lanjut nya dengan senyum manis yang tercetak di bibir mungil nya.
"Iya sama sama, Mama juga gak pernah merasa kerepotan cuma buat beli itu." balas Mama David. Mereka pun mengobrol banyak hal dari mulai membahas pekerjaan rumah hingga membahas mengurus anak.
"Ouh iya ngomong ngomong, kalian mau haneymoon di mana? Apa sudah dapat rekomendasi tempat yang bagus untuk di kunjungi?" tanya Mama David dengan tiba tiba, hingga membuat Firanda yang sedang minum langsung tersedak mendengar nya.
Uhukk.. Uhuk...
"Eh kau baik baik saja?" tanya Mama David dengan panik saat melihat menantu nya tersedak air minum.
"Fira.. Firanda baik baik aja Ma." balas Firanda dengan sedikit berbata karena masih batuk.
"Ayo minum lagi agar batuk nya reda. " ucap Mama David dengan menyondorkan kembali gelas yang sempat Firanda minum.
Sedangkan Firanda hanya menurut dan meminum nya lagu hingga batuk itu menghilang dengan sendiri nya.
__ADS_1
"Kalau minum itu hati hati, takut tersedak lagi seperti tadi." ucap Mama David memperingati menantu nya agar lebih hati hati kembali.
"Iya Ma." balas Firanda.
"Jadi bagaimana?" tanya Mama David kembali, membuat Firanda menelan ludah nya karena Mama nya masih membahas hal itu.
"Firanda tidak tahu Ma, tanyakan langsung saja pada Mas David nanti." ucap Firanda dengan melibatkan suami nya.
"Hmm seperti kalian sudah sangat menikmati nya, walaupun tidak pergi ke mana mana." goda Mama David membuat pipi Firanda memerah karena malu dengan perkataan mertua nya yang menurut sedikit vulgar.
"Sudah jangan malu, Mama juga pernah merasakan jadi pengantin baru jadi Mama memaklumi nya." lanjut Mama David dengan di akhiri kekehan di akhir kalimat nya.
"Ouh iya Mama sudah sarapan belum?" tanya Firanda berniat mengalihkan pembicaraan nya, dan untung saja Mama nya tidak membahas tentang hal honeymoon lagi.
"Kebetulan sekali Mama belum sarapan, dan Mama membawa juga sarapan untuk Mama sendiri." ucap Mama David mengeluarkan kotak makan nya yang tadi dia bawa.
"Mama tidak ingin merepotkan mu." ucap Mama David menirukan ucapan Firanda tadi saat dia memberikan box makanan.
"Firanda malah akan lebih senang jika Mama memakan masakan Firanda, ya walaupun masakan Firanda gak mungkin seenak masakan Mama." balas Firanda.
"Yasudah mana?" tanya Mama David, membuat Firanda menyerit karena tak mengerti. "Mana? Apa nya?" Firanda berbalik tanya.
"Masakan kamu lah, Mama ingin mencoba nya." ucap Mama David membuat Firanda terkejut mendengar nya.
"Mama serius mau makan masakan buatan Firanda?" tanya Firanda dan langsung di angguki oleh Mama David.
__ADS_1
"Yasudah Mama tunggu di sini dulu, Firanda akan mengambil makanan nya." lanjut nya dengan beranjak dari duduk nya dan berlari menuju dapur lalu kembali lagi dengan membawa sepiring nasi goreng.
"Apa ini? Apakah ini makanan Indonesia?" tanya Mama David yang tampak asing melihat nasi goreng.
"Ini nama nya nasi goreng Ma, dan ya ini adalah makanan dari Indonesia." jawab Firanda dengan menyerahkan piring tersebut pada Mama Mertuanya.
"Boleh Mama mencoba nya sekarang?" tanya Mama David dan langsung di balas amggukan oleh Firanda. "Tentu saja boleh." balas Firanda dengan tersenyum, tetapi tidak dengan hati nya yang berdebar karena takut Mama mertua nya tidak menyukai masakan nya.
"Hmm lumayan enak." ucap Mama David membuat Firanda langsung bernafas lega mendengar nya.
"Mama serius? Mama sedang tidak membohongi Firanda kan?" tanya Firanda tak percaya begitu saja.
"Tentu saja Mama mengatakan yang sebenarnya, ini sangat enak Mama suka." ucap nya dengan menguapkan kembali nasi goreng buatan Firanda ke dalam mulutnya.
Melihat itu hati Firanda menjadi berbunga-bunga karena Mama mertua nya dan suami nya begitu menyukai masakan buatan nya.
"Syukur lah kalau Mama suka, Firanda jadi seneng denger nya." balas Firanda dengan terus menatap Mama mertua nya yang sedang makan dengan lahap.
"Kenapa kau tidak makan juga?" tanya Mama David.
"Firanda tadi sudah sarapan Ma." ucap Firanda dengan berbohong lagi, karena kalian pasti tahu kalau Firanda tidak sempat sarapan setelah membahas tentang Indonesia nya itu.
"Ouh begitu, yasudah makan lagi saja." ucap Mama David dengan terus memaksa menantu nya agar makan bersama nya. Ingin menolak rasa nya tidak tega, begitu pun cacing di dalam perut nya sudah meronta ronta ingin segera makan. Akhirnya Firanda memutuskan untuk makan bersama karena selain menghargai Mertua nya, Firanda juga merasa sangat lapar.
"Baiklah." balas Firanda dengan mengambil piring lagi, untuk tempat Spageti milik nya. Mereka pun makan dengan di iringi obrolan yang tak bermutu sama sekali. Berbeda jika makan dengan David atau keluarga lain, Firanda akan diam saat makan.
__ADS_1
Setelah makan Mama David berpamitan untuk pergi arisan bersama teman teman nya, tadi juga Firanda sempat di tawari oleh Mama David agar ikut dengan nya, tetapi Firanda menolak nya dengan halus dan beralasan ingin tidur karena semalam kurang tidur karena menonton drakor. Dan Mama David hanya mengangguk saja mempercayai kebohongan menantu nya itu.
Sedangkan di rumah Firanda kembali ke kamar nya setelah memastikan Mama mertua nya pulang, dia bukan tidak ingin ikut dengan Mama mertua nya. Tetapi hati ini Firanda merasa kalau diri nya membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan hati nya yang tiba-tiba gundah saat David membahas rencana pergi ke Indonesia.