
Di sini lah Firanda dan Dika berada, sebuah restoran mewah dan terbesar di Kanada. Setelah acara kejar mengejar, akhir nya Dika lah orang yang memenangkan nya.
"Jangan basa basi lagi, aku tidak memiliki waktu banyak." ucap Firanda memulai pembicaraan nya.
"Firanda aku hanya ingin meminta maaf dengan kejadian beberapa bulan yang lalu. Aku juga menyesal karena telah menghianati kamu, dan aku ingin kita bisa kembali seperti dulu." ucap Dika sambil menatap lekat wajah Firanda.
"Hahaha, seperti dulu saat kau menghianati ku lagi?" tanya Firanda dengan tawa yang mengandung sebuah sindiran di dalam nya.
"Apa kita tidak bisa seperti dulu lagi?" tanya Dika tanpa menghiraukan pertanyaan Firanda yang mengandung sindiran itu.
"Seperti dulu bagaimana Dika? Hubungan apa yang sedang ku maksud saat ini? Hubungan antara anak tiri, Mama tiri dan seorang bajingan? Itu yang kau maksud?" tanya Firanda dengan sinis.
"Kau boleh membenci ku Firanda, tapi beri aku kesempatan lagi untuk memperbaiki semua nya." ucap Dika dengan nada memohon.
"Apa yang ingin kau perbaiki Dika? Semua nya sudah hancur, dan kau lah orang nya yang menghancurkan semua nya. Kau telah menghancur kan kepercayaan ku pada mu Dika dan kau juga menghancur kepercayaan ku pada Mama tiri ku." ucap Firanda dengan sarkas.
"Maaf." lirih Dika.
"Maaf? Kau bilang maaf? Kata maaf tidak akan merubah semua nya. Yang hancur akan tetap hancur, seperti kaca yang tidak bisa di satu kan lagi." ucap Firanda menggebu-gebu.
"Aku sudah minta maaf pada mu, dan itu terserah pada mu. Kau akan memaafkan ku atau tidak nya itu urusan kamu dan hati mu. Aku di sini hanya bisa meminta maaf atas kejadian beberapa bulan yang lalu, aku juga menyesal dan kecewa pada diri ku sendiri karena sudah salah mengambil keputusan itu. Sekali lagi aku minta maaf dan aku juga ingin menitip kan minta maaf pada Ayah mu, karena aku sudah mengambil istri nya. Dan titip kan salam ku juga pada kakek mu, kata kan pada nya semoga kita bisa jadi rekan bisnis." ucap Dika dengan panjang lebar.
Setelah mengatakan itu Dika langsung bangkit dari duduk nya dan pergi meninggal kan Firanda seorang diri di restoran itu.
"Aku tahu kau orang baik Dika, tapi aku tidak bisa memaafkan ku atas semua kesalahan mu itu. Luka yang kau berikan terlalu banyak, dan aku belum bisa menyembuhkan luka itu. Semoga kau bisa mendapatkan pengganti ku, dan semoga juga aku bisa menemukan pengganti diri mu." gumam Firanda dalam hati nya.
Firanda pun bangkit dari duduk nya dan melangkah keluar dari restoran itu, saat ini yang ada di pikiran nya adalah apartemen. Karena hanya pulang ke apartemen lah jalan terbaik untuk melampiaskan segala kekesalan dalam hati nya.
__ADS_1
Sesampai nya di apartemen Firanda di sambut langsung oleh pembantu nya.
"Ada apa dengan wajah mu? Mengapa suram sekali?" tanya pembantu nya dengan heran melihat wajah Firanda tampak suram itu.
"Aku tidak apa apa bibi." balas Firanda dengan berusaha menampilkan senyuman sebaik mungkin pada pembantu nya itu. Dia tidak ingin pembantu nya curiga pada nya dan menuntut untuk menceritakan semua nya.
"Seperti nya kau kelelahan, sebaik nya kau istirahat di kamar dan jangan ke mana mana lagi. Karena besok kau akan mulai bekerja, jadi kumpulkan semua energi mu untuk besok nanti." ucap pembantu nya.
"Baiklah kalau gitu Firanda ke kamar dulu ya bi." setelah mengatakan itu Firanda pun bergegas menuju kamar nya dan merebah kan tubuh nya di kasur king size nya. Sedikit demi sedikit mata nya pun mulai menutup dan akhir nya menutup sempurna menuju alam mimpi.
*****
Jam dingding menunjuk angka lima sore, tapi belum ada tanda tanda Firanda bangun dari tidur nyenyak nya. Karena hari akan semakin malam, pembantu yang di tugas kan untuk menjaga Firanda pun terpaksa harus membangun kan Firanda.
Tok.. Tok.. Tok..
"Firanda bangun! Lihat sudah jam berapa sekarang? Ayo bangun, bukan nya kau memiliki janji dengan Tuan Besar?" teriak pembantu nya sambil menggedor-gedor kamar milik Firanda.
"Iya bibi, aku sudah bangun." balas Firanda tak kalah berteriak.
"Cepat mandi, Tuan besar sedang menunggu mu di masion." ucap pembantu nya lagi.
"Iya bibi." dengan terpaksa akhir nya Firanda pun turun dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya, setelah selesai dia langsung bergegas menuju masion kakek nya.
Sesampai nya di masion, Firanda langsung pergi ke kamar kakek nya. Karena memang sebelum nya kakek nya sudah bilang dia harus langsung pergi ke kamar nya.
"Kau sudah datang nak." suara bariton menyambut kedatangan Firanda.
__ADS_1
"Ya." balas Firanda sambil mendudukan bokong nya di atas kasur kakek nya.
"Ada apa kakek? Tumben sekali kakek menyuruh ku untuk datang ke sini. Apa ada hal yang sangat penting?" tanya Firanda.
"Ya ini sangat penting nak." jawab kakek nya membuat Firanda menyerit heran mendengar jawaban kakek nya yang menurut nya sangat serius.
"Ada apa?" tanya Firanda kembali.
"Saat ini usia mu sudah cukup dewasa Firanda, dan kakek ingin suatu hari saat kau sudah benar benar dewasa. Kau memimpin seluruh perusahaan kakek yang legal maupun ilegal." ucap kakek nya dengan serius.
Firanda yang mendengar ucapan kakek nya langsung terdiam karena merasa terkejut akan keputusan kakek nya.
"Bukan nya aku menolak kakek, tapi masih ada Ayah yang bisa mengurus perusahaan kakek." ucap Firanda menolak dengan halus akan keputusan kakek nya itu.
"Walaupun masih ada Ayah mu, tetap saja kakek ingin kau memimpin perusahaan kakek." balas kakek nya dengan kukuh, membuat Firanda hanya bisa menggembuskan nafas nya dengan kasar saat harus menghadapi sifat keras kepala kakek nya.
"Tapi bolehkan Firanda tetap bekerja di perusahaan Wilson?" tanya Firanda pada kakek nya.
"Ya untuk saat ini kau boleh bekerja di sana. Tapi kalau sudah waktu nya untuk memimpin perusahaan kakek, kau harus siap." ucap kakek nya.
"Iya." balas Firanda dengan nada pasrah.
Dia tidak bisa menolak karena ini pasti akan menjadi tugas nya sebagai cucu satu satu nya dari keluarga Mahendra.
"Nanti kau juga akan di latih oleh seseorang agar kau bisa menguasai ilmu bela diri, karena nanti pesaing mu bukan hanya di dunia bisnis, tapi juga di dunia bawah tanah." ucap Kakek nya pada Firanda.
"Apa aku tidak bisa menolak memimpin dunia bawah tanah?" tanya Firanda pada kakek nya.
__ADS_1
"Tidak bisa! Karena hanya kau satu satu nya cucu ku." jawab kakek nya dengan tegas dan mutlak tanpa bisa di bantah kembali keputusan itu.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan Gift nya.