
Di apartemen saat ini Firanda tengah bersiap siap untuk pergi jalan jalan menghabiskan waktu weekend nya. Dengan kulot hitam dipadukan baju berwarna ungu dan cardigan yang sewarna dengan kulot nya, Firanda terlihat sangat cantik. Setelah selesai Firanda pun keluar menuju rumah nya Gelia untuk menjemput teman nya itu.
Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit bagi Firanda untuk sampai di rumah kediaman milik teman nya itu. Dan di sini lah Firanda berada, di depan gerbang rumah Gelia. Tak lama muncul lah Gelia dengan rok hitam nya dan blouse berwarna cream, serta rambut di kuncir kuda membuat Gelia terkessn dewasa.
"Nunggu lama ya?" tanya Gelia dengan tidak enak hati.
"Enggak kok." balas Firanda dengan santai.
"Jadi kita mau kemana nih?" lanjut Firanda bertanya pada Gelia.
"Sebenernya gue mau ajak loh ke Mall tapi pas di pikir pikir lagi kayak nya kita butuh tempat baru, nah kebetulan adik sepupu gue bilang tempat bagus buat menjernihin pikiran. So tempat yang gue maksud danau dekat taman kota. Gimana loh keberatan gak kalau kita kesana?" tanya Gelia.
"Kayak nya menarik tuh, yaudah kita kesana." balas Firanda menyetujui usulan Gelia.
"Yaudah tunggu apa lagi ayo berangkat." ucap Gelia dengan semangat.
Firanda pun mulai melajukan mobil nya menuju rumah milik Chelsea, karena tadi pagi Chelsea bilang pada nya kalau mobil nya sedang mogok dan Chelsea meminta Firanda untuk menjemput nya.
Sesampai nya di depan rumah Chelsea, terlihat wanita itu sudah siap dan sedang menunggu kedatangan Gelia dan Firanda.
"Jadi kita mau kemana nih?" tanya Chelsea setelah masuk ke dalam mobil.
"Kita akan pergi ke danau." jawab Gelia.
"Tempat nya di mana?" tanya Chelsea.
"Itu yang di deket taman kota itu." balas Gelia, sedangkan Chelsea hanya mengangguk saja.
Perjalanan menuju danau di iringi obrolan yang tak berfaedah dari mulai membicarakan tentang masa malu sampai membicarakan hal hal konyol yang pernah mereka alami. Tak terasa mobil yang di kendarai Firanda sampai di danau yang Gelia maksud. Mereka pun turun dan pergi menuju danau itu.
"Anjir kok gue gak tau ada danau sebagus ini." ucap Firanda dengan menatap kagum danau itu.
__ADS_1
"Sama aku juga baru tau kalau ada danau sebagus ini." timpal Chelsea ikut menatap danau dengan kagum.
"Yaudah yuk kita ke sana." ajak Gelia sambil menunjuk pohon yang cukup besar dengan daun yang lebat.
Mereka pun menuju pohon yang di tunjuk oleh Gelia, sesampainya di pohon mereka pun berteduh karena matahari kini sudah ada di atas.
"Kalau kita pergi nya sore bakal seru banget dan gak sepanas sekarang." ucap Gelia dan di setujui oleh kedua teman nya itu.
"Tapi di sini enak banget sumpah, walaupun panas tapi banyak pedagang yang jual es dingin sama makanan. " ucap Firanda dengan menatap beberapa pedang yang berjajaran menjual aneka ragam makanan dan minuman.
"Iya bener banget." timpal Chelsea.
"Yaudah mau jajan dulu gak?" tanya Gelia pada kedua teman nya itu, dan langsung di angguki oleh Firanda dan Chelsea.
Mereka pun berjalan menghampiri para perdagang itu dan mulai membeli beranekaragam makanan dan minuman. Setelah menghabiskan semua makanan yang tadi mereka beli, Firanda dan kedua teman nya pun pergi menuju pohon yang sempat mereka tempati sebelum jajan.
"Jadi kamu mau cerita apa Nda?" tanya Chelsea dengan mendudukan diri nya di bawah tanah tanpa alas apapun.
"Gue lagi galau nih." ucap Firanda.
"Gue di jodohin sama Tuan David, lebih tepat nya kita berdua di paksa nikah." curhat Firanda membuat kedua teman nya terkejut bukan main.
"Kok bisa sih kalian di paksa nikah gitu? Apa jangan jangan kalian udah tidur berdua?" tanya Gelia dengan tatapan penuh selidik.
"Ini yang bikin gue pengen cerita sama kalian, gue di paksa nikah karna di tuduh udah tidur berdua, ya walupun itu bener ada. Tapi—" belum sempat Firanda menerus kan ucapan nya, tetapi Gelia sudah lebih dulu memotong nya.
"Apa?! Jadi bener loh udah tidur sama tuan David?" tanya Gelia dengan heboh.
"Diem dulu anjir, gue belum selesai cerita nya."ucap Firanda dengan menatap kesal Gelia.
"Tau nih, kami diem dulu. Biar Firanda selesai kan dulu cerita nya." ucap Chelsea yang juga ikut kesal melihat Gelia memotong ucapan Firanda.
__ADS_1
"Hehehe Maaf." balas Gelia dengan cengengesan.
"Yaudah terusin aja." lanjut nya.
"Jadi setelah selesai pesta tadi malam, tuan David bawa gue ke kamar hotel yang emang udah dia pesen buat tempat istirahat setelah pesta. Tapi karena kasian liat gue mabuk berat, akhir nya tuan David bawa gue ke kamar yang udah dia pesen. Nah masalah nya mulai di sini, setelah tuan David baringin tubuh gue ke kasur. Tuan David mutusin buat keluar kamar, tapi tiba tiba tuan David ngerasa ngantuk banget, karena terlalu ngatuk akhir nya Tuan David tidur di kasur samping deket gue. Pas pagi nya kakek sama orang tua tuan David gerebek gue sama tuan David di hotel, dan mereka kira gue sama tuan David udah melakukan 'itu' tadi malam, karena mereka liat gue sama tuan David keramas. Yah jadi deh gue sama tuan David di paksa buat nikah dua minggu lagi." curhat Firanda dengan panjang lebar, sementara kedua teman nya hanya bisa terdiam dengan raut wajah yang sama sama terkejut setelah mendengar cerita dari Firanda.
"Tapi benerkan kalian gak berhubungan badan tadi malam?" tanya Gelia memastikan kembali.
"Gue berani bersumpah kalau gue sama tuan David enggak melakukan hal 'itu' tadi malam." ucap Firanda dengan raut wajah serius.
"Terus gimana? Kalian setuju sama perjodohan itu?" tanya Chelsea.
"Mau setuju atau enggak, mereka bakal terus paksa gue sama tuan David biar setuju buat nikah." jawab Firanda.
"So?" tanya Gelia.
"Ya gue setuju." balas Firanda membuat kedua teman nya terkejut kembali.
"Kok bisa sih loh setuju? Bukan nya loh ngomong sama kita kalau loh gak mau nikah sebelum umur dua lima?" tanya Gelia dengan heran.
"Ya mau gimana lagi, sekarang hidup gue bergantungan dengan kakek. Jadi gue gak mau bikin kakek sedih, hanya karena gue gak bisa penuhin keinginan kakek." ucap Firanda dengan bijak.
"Ya tapi kan loh gak bergantung dari kecil, loh bisa aja nolak." ucap Gelia lagi.
"Gue anak nya gak setega itu Gel." balas Firanda membuat Gelia terdiam.
"Firanda itu anak nya penurut Gel, kalau kata kakek nya ini, dia pasti bakal langsung turutin. Kalau kata kakek nya jangan dia juga pasti bakal jauhin hal yang di larang sama kakek nya." ucap Chelsea dengan bijak.
"Iya deh, Firanda mah anak nya paling nurut sedunia." ucap Gelia dengan sedikit menyelipkan candaan di dalam nya.
Sedangkan Firanda dan Chelsea hanya tertawa ringan mendengar ucapan Gelia tadi.
__ADS_1
Maaf baru up lagi🙏
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya.