I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 24


__ADS_3

Dengan perlahan David membaringkan tubuh Firanda di atas kasur king size, tak lupa juga David menyelimuti tubuh Firanda agar tidak kedinginan, karena saat ini Firanda hanya memakai dress di bawah lutut tanpa lengan. Setelah menyelesaikan semua nya David pun melangkah keluar dari kamar itu, tetapi baru saja beberapa langkah, tiba tiba David merasa kantuk berat. Tanpa sadar David pun membalikkan tubuh nya dan berjalan menghampiri kasur lalu berbaring di samping Firanda yang tampak sudah tidur dengan pulas.


Keesokan hari nyan, Firanda mulai mengerjapkan mata nya dan mencoba untuk mengumpulkan nyawa nya, di rasa semua nya sudah terkumpul Firanda pun turun dari kasur untuk pergi ke kamar mandi. Tapi baru saja akan turun dari kasur, Firanda merasa kan kepala nya yang amat berat seperti tertindih oleh baru besar. Dia pun mulai mengingat kejadian kemarin malam, setelah mengingat semua nya Firanda langsung menatap ke arah samping nya dan mendapati boss nya sedang tidur dengan pulas.


"Akhh... Tidak mungkin." teriak Firanda membuat David langsung terbangun dari tidur nyenyak nya.


"Kau.. Jangan bilang kau semalam sudah meniduri ku?" tuduh Firanda dengan ngetatkan selimut yang memang belum terlepas dari tubuh nya.


"Jangan asal menuduh, lihat dulu pakaian mu apakah masih utuh? Atau tidak." balas David dengan kesal karena di tuduh telah menodai wanita itu.


Firanda pun segera mengecek keadaan tubuh nya dan akhir nya dia bernafas lega saat melihat pakain nya masih utuh di tubuh nya.


"Lalu mengapa tuan ada di sini?" tanya Firanda dengan mengunakan bahasa formal nya.


"Saya juga tidak tau, karena saya tidak ingat apa yang terjadi tadi malam." balas David dengan jujur, karena memang diri nya sama sekali tidak ingat kalau diri nya tiba tiba tidur di samping Firanda.


"Jangan mengelak tuan, pasti anda kan yang sudah merencanakan ini semua?" tanya Firanda dengan tatapan penuh selidik.


"Enak saja, untuk apa saya melakukan hal gila seperti itu." balas David dengan tegas, sehingga membuat Firanda terdiam beberapa saat.


"Lalu mengapa kita bisa sekamar?" tanya Firanda.


"Sebentar saya ingat ingat dulu." ucap David dengan raut wajah yang tampak berpikir.


"Semalam saya mengantarkan mu ke sini karena saya melihat mu mabuk berat, dan saya–" ucap David menggantungkan ucapan nya.

__ADS_1


"Dan saya apa tuan?" tanya Firanda dengan tidak sabaran mendengar penjelasan dari boss nya itu, eh ralat mantan boss nya itu. Karena Firanda sudah resmi keluar dari perusahaan nya David.


"Entah mengapa tiba tiba semalam saya sangat mengantuk sekali dan tanpa sadar saya tidur di samping mu." ucap David setelah mengingat kejadian malam tadi.


"Jangan alasan tuan, saya tahu pasti memang anda ingin tidur dengan saya kan?" tuduh Firanda lagi membuat David sedikit geram.


"Terserah kau mau percaya atau tidak, saya sama sekali tidak peduli." ucap David dengan tegas, setelah itu dia pun berlalu menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya.


Sedangkan Firanda yang masih berada di kasur hanya diam dengan menatap punggung David yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Tak lama suara gedoran pintu di sertai teriakan beberapa orang di luar membuat Firanda tersadar dari lamunan nya dan langsung terkejut saat mendengar ada suara Mama David, Ayah David dan juga Kakek Firanda.


Bukan nya pergi ke arah pintu dan membuka nya, Firanda malah pergi menuju pintu kamar mandi dan menggedor pintu itu membuat orang yang ada di dalam kamar mandi itu keluar dengan wajah kesal nya.


"Ada apa?" tanya David setelah membuka kan pintu nya.


"Itu... Itu di depan Tuan." ucap Firanda dengan berbata.


"Orang tua anda dan kakek saya, mereka ada di sana." ucap Firanda membuat David terkejut, sudah di pastikan Mama dan Ayah nya berpikir macam macam.


"Ayo kita ke sana." ajak David dengan menarik paksa tangan Firanda saat melihat Firanda tidak ingin ikut dengan nya untuk kembukakan pintu.


Sesampainya di depan pintu David pun langsung membuka nya, dan hal pertama yang di dapatkan nya adalah tatapan tajam dari semua nya.


"Sebaik nya kita bicarakan di dalam saja." ucap David dengan melebarkan pintu nya agar semua orang yang ada di luar masuk ke dalam.


Setelah melihat semua nya duduk David dan Firanda pun ikut duduk tetapi kali ini saling berjauhan karena Firanda duduk di sebelah kakek nya dan David duduk di sebelah ayah nya.

__ADS_1


"Ada apa kalian ke sini?" tanya David to the point.


"Kau masih bertanya untuk apa kami kemari?" tanya Mama David dengan menatap sengit ke arah anak nya.


"Ya tentu saja aku harus bertanya, karena aku sama sekali tidak tau tujuan kalian datang ke sini pagi pagi." balas David dengan santai, tetapi tidak dengan ketiga paruh baya itu.


"Jangan becanda David! Sekarang juga jelaskan mengapa kalian bisa tidur sekamar?" tanya Ayah David dengan tegas.


"Kemarin malam Firanda mabuk berat Ayah, dan aku hanya ingin menolong nya dengan membawa dia ke kamar hotel yang sudah ku pesan. Tapi entah kenapa saat aku ingin keluar dari kamar hotel, tiba tiba aku merasa sangat mengantuk. Tanpa sadar aku tidur di samping Firanda." ucap David menjelaskan semua nya pada Ayah, Mama dan juga kakek nya Firanda.


"Ini sudah dia kali kejadian David, pertama di kantor dan kedua di sini. Pokok nya Mama tidak mau tau, kau harus segera menikahi Firanda agar kau dan Firanda tidak terjadi ke khilaf kembali." ucap Mama David yang langsung di setujui oleh Ayah David.


"Mama mu benar David, sebaik nya kalian segera menikah agar tidak ada ke khilafan nanti." ucap Ayah David.


"Tapi kami tidak saling mencintai." tolak David dengan tegas.


"Cinta akan datang dengan berjalan nya waktu nak, walaupun saat ini kau belum mencintai Firanda. Bisa saja suatu hari nanti kau mencintai nya seperti Mama dan Ayah dulu, bukan begitu Mas?" tanya Mama David pada suami nya.


"Ya, dulu juga kami menikah karena di jodohkan. Dan lihat kami bisa saling mencintai dan saling melengkapi kekurangan masing masing." balas Ayah David.


"Saya juga setuju dengan usulan anda nyonya, tetapi kita juga harus bertanya pada Firanda. Apakah dia mau menikah dengan David?" ucap Kakek Firanda membuat fokus semua orang teralihkan pada Firanda.


"Bagaimana nak? Apa kau setuju dengan usulan tante?" tanya Mama David pada Firanda.


Sedangkan Firanda hanya diam dengan wajah bingung antara menerima atau menolak.

__ADS_1


***Gak jadi bikin adegan 'ehem' nya😂🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara vote, like komen dan jangan lupa Gift nya***.


__ADS_2