I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 36


__ADS_3

Benar saja sesampainya di sana para keluarga dari pihak David maupun Firanda tampak senyum senyum sendiri melihat kedatangan David dan Firanda yang bisa di bilang paling telat datang nya, apalagi melihat kedua nya dengan keadaan rambut sama sama basah membuat mereka berfikir kalau semalam terjadi sesuatu antara David dan Firanda hingga membuat kedua nya telat untuk sarapan.


"Selamat pagi semua." sapa Firanda dengan wajah riang nya membuat semua orang yang ada di sana tersenyum melihat nya.


"Ini bukan pagi lagi nak, tapi siang. Karena sekarang sudah jam delapan lewat. ." balas Ayah Firanda pada anak nya. Sedangkan yang lain hanya tersenyum geli saja saat melihat raut wajah Firanda yang tampak malu karena salah berucap.


"Tidak apa apa nak, jangan dengarkan Ayah mu itu." ujar Mama David membela menantu nya agar tidak terlalu malu.


"Woi buruan lah, dari sejam kita semua nungguin kalian turun. Ini udah turun malah di ajak debat, entar aja deh gue udah laper banget nih." ucap salah satu sepupu David.


"Ripal, jaga sikap mu." tegur om nya David pada anak nya yang memang terkenal dengan kebobrokan nya.


"Ya tapi kan apa yang tadi aku omongin bener, kita nunggu Kak David dari sejam yang lalu." ucap nya tak ingin di salah kan.


"Maaf ya, karna kita berdua kalian harus nunggu terlalu lama." ucap Firanda dengan nada tak enak hati saat mendengar keluarga nya ternyata sudah menunggu diri nya dan juga suami nya dari satu jam yang lalu.


"Tidak apa apa, kami mengerti kok. Kalian kan pengantin baru." balas Tante David dengan sedikit menggoda Firanda.


Mendengar hal itu wajah Firanda kembali memerah, sedangkan yang lain hanya tertawa kecil melihat raut wajah Firanda, begitu pun dengan David yang ikut tersenyum geli melihat nya.


"Sudah sudah, ayo kita mulai sarapan." ucap Kakek Firanda menengahi pembicaraan semua nya.


Mereka pun makan dengan khidmat, tidak ada obrolan apapun yang mereka bicara kan. Mereka tampak makan dalam diam, karena tidak ada satu pun yang berani membuka obrolan jika sedang makan. Setelah selesai sarapan satu persatu anggota keluarga dari pihak David dan Firanda mulai berpamitan pulang begitu pun dengan kedua orang tua David dan juga Ayah dan Kakeknya Firanda yang juga ikut berpamitan untuk pulang.


"Mama sama Ayah pulang dulu, kamu jaga baik baik Firanda jangan sampai dia nangis. Kalau sampai dia nangis, Mama bakal lempar kamu ke dalam sangkar harimau." ancam Mama David sebelum pergi.


"Iya, David akan jaga Firanda dengan baik." balas David

__ADS_1


"Jangan lupa kasih Mama cucu yang banyak dan lucu lucu ya." bisik Mama David pada putra nya.


Sedangkan David hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya saja mendengar hal itu. "Mama mau berapa?" tanya David masih dengan berbisik.


"Berapa aja asal jangan tiga, karna menurut Mama tiga masih kurang." balas Mama David dengan berbisik juga.


"Oke." balas David dengan singkat, sedangkan Mama David langsung senyum senyum sendiri karena sedang membayangkan akan memiliki banyak cucu yang lucu lucu.


"Kenapa sayang?" tanya Ayah David merasa aneh melihat istri nya senyum senyum sendiri membuat bulu kuduk nya berdiri.


"Akhh tidak apa apa kok." balas Mama David masih dengan senyum senyum sendiri.


"Firanda Ayah dan Kakek pamit pulang duluan." ucap Ayah Firanda pada anak nya itu.


"Iya Ayah hati hati, jangan bawa mobil terlalu cepat." pesan Firanda pada Ayah nya.


"Pasti." balas nya dengan memgecup kening anak nya sebelum meninggalkan nya.


"Iya hati hati, Mama dan Ayah juga hati hati di jalan." pesan Firanda pada mertuan nya itu.


Sedangkan mereka hanya mengangguk dengan kompak membalas ucapan Firanda, setelah semua nya pulang kini David dan Firanda memutuskan untuk pulang juga ke rumah baru mereka. Ya mereka berdua sepakat untuk tinggal berpisah dengan orang tua masing masing, dan memutuskan untuk tinggal di rumah pribadi milik David. Bukan mansion kedua orang tuanya, melainkan mansion milik David sendiri yang sudah David bangun beberapa tahun yang lalu, tetapi belum David tempati karena dia ingin menempati ketika dia sudah memiliki istri, dan sekarang David menepati ucapan nya dan memboyong istri nya ke rumah hasil kerja kerasnya beberapa tahun yang lalu.


Jarak antara hotel dan rumah baru mereka cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di sana. Tepat jam satu siang, mereka akhirnya sampai di sebuah mansion cukup megah dan juga mewah. Karena merasa kelelahan setelah menempuh perjalanan cukup panjang, mereka pun memutuskan untuk beristirahat terlebih dulu sebelum menyimpan barang barang milik mereka.


Di tempat lain tepat nya di rumah milik Chelsea, tampak Dika dan Chelsea tengah mengobrol di taman belakang rumah itu. Mereka tampak akrab karena memang Chelsea lah sepupu paling dekat dengan Dika, tak heran jika mereka tampak akrab satu sama lain nya.


"Tapi kemarin aku gak liat kamu di acara pernikahan temen aku." ucap Chelsea setelah mendengar kalau Dika juga datang di pernikahan teman nya.

__ADS_1


"Kan di sana ramai banget, jadi kita gak ketemu." balas Dika dengan santai.


"Tapi aku penasaran banget sama muka pengantin wanita nya, dari kemarin aku liatin dia nunduk terus." lanjut Dika membuat Chelsea menyeritkan dahi nya.


"Masa sih?" tanya Chelsea.


"Iya, aku tanya juga gak jawab jawab." ucap Dika.


"Ah gak mungkin Firanda ngelakuin itu, dia kan bukan orang yang pemalu." ucap Chelsea.


Sedangkan Dika langsung menatap sepupu nya itu dengan raut wajah terkejut saat mendengar nama mantan kekasih nya.


"Siapa nama pengantin wanita nya?" tanya Dika memastikan kembali pendengaran nya.


"Nama nya Firanda, kalau nama lengkap nya Firanda Mahendra. Dia pewaris satu satu nya keluarga Mahendra." balas Chelsea membuat Dika semakin terkejut.


"Ada apa? Apa kamu kenal?" tanya Chelsea melihat raut wajah sepupu nya.


"Bukan kenal kenal lagi, dia itu mantan aku." ucap Dika membuat Firanda terkejut setengah mati.


"Pantesan aja." gumam Chelsea yang masih bisa di dengar oleh Dika.


"Kenapa?" tanya Dika dengan penasaran.


"Beberapa bulan yang lalu, dia pernah nanyain nama Mama kamu. Pas aku udah jawab dia langsung diem dan gak ngerespon apa apa." ucap Chelsea saat sadar akan kejadian beberapa bulan yang lalu.


"Dia gak ngomong apa apa kan sama kamu?" tanya Dika dengan was was.

__ADS_1


"Kenapa emang nya? Kayak nya kamu takut banget kalau Firanda ceritain soal kamu?" tanya Chelsea menatap penuh curiga sepupu nya itu.


"Ahh kata siapa aku takut, biasa aja." balas Dika dengan memasang wajah santai nya, tetapi tidak dengan hati nya yang sudah ketar ketir membayangkan kalau Chelsea mengetahui kelakuan bejat nya dulu pada Firanda.


__ADS_2