
Jam menunjuk angka sembilan pagi, tetapi tidak ada tanda tanda Firanda akan bangun. Di bawah sana kakek nya Firanda memerintah kan beberapa pelayan untuk membangun kan Firanda, tapi semua nya gagal. Karena Firanda sama sekali tidak terusik dengan gedoran pintu dan teriakan para pelayan yang memanggil nama nya. Setelah beberapa kali percobaan dan semua nya gagal, akhir nya kakek Firanda pun menyerah dan memutuskan untuk sarapan sendiri tanpa Firanda.
Setelah selesai sarapan kakek Firanda memutuskan untuk membangun cucu nya itu dengan cara masuk ke dalam kamar menggunakan kunci cadangan. Sesampainya di depan kamar cucu nya, kakek Firanda pun mulai membuka kunci nya dan masuk kedalam kamar tersebut. Hal yang pertama dia lihat adalah cucu nya yang masih bergulung di dalam selimut dengan handset di kedua telinga nya.
"Pantas saja dia tidak bangun bangun, ternyata dia sedang memakai handset." gumam kakek nya dengan menggelengkan kepala nya.
Dia pun melangkah mendekati cucu nya dan menarik handset dari telinga Firanda, sedangkan Firanda yang sedang tidur dengan nyenyak nya merasa terganggu saat musik nya yang tiba tiba menghilang.
Dengan perlahan dia pun membuka mata nya, betapa terkejut nya Firanda saat mendapati kakek nya sedang berkacak pinggang sambil menatap nya dengan tajam.
"Eh kakek." ucap Firanda sambil meringis karena merasa takut dengan tatapan kakek nya itu.
"Lihat sudah jam berapa sekarang?"tanya kakek nya dengan terus menatap tajam pada cucu nya itu yang sedang menyengir tanpa merasa bersalah sedikit pun.
" memang nya sekarang jam berapa? Pasti sekarang baru jam tujuh kek." balas Firanda sambil duduk dan mencoba menggapai ponsel nya yang berada di atas nakas.
Setelah memegang ponsel nya, Firanda pun langsung membuka ponsel nya dan melihat saat ini jam berapa hingga membuat kakek nya marah kepada nya, setelah melihat nya wajah Firanda langsung pucat pasi. Dia pun melirik kakek nya yang masih menatap nya dengan tajam.
"Heheheee, Firanda tidak tau kek kalau sekarang sudah siang" ucap nya sambil cengegesan.
"Sudah cepat sana mandi, kata nya kau ada acara dengan kedua teman mu." ucap kakek nya.
Sedangkan Firanda yang ingat kalau dia ada janji dengan kedua teman nya pun langsung beranjak dari kasur dan berlari pergi ke kamar mandi meninggal kan kakek nya yang menatap nya dengan gelengan kepala.
"Dasar anak muda." gumam kakek Firanda dengan melangkah pergi dari kamar cucu nya itu.
15 menit kemudian Firanda keluar dari kamar mandi nya dengan wajah yang terlihat segar dan rambut yang basah.
__ADS_1
Drtd.... Drtd... Drtd...
Mendengar ponsel nya berbunyi, Firanda pun menghentikan dulu kegiatan nya dan memilih melihat pada ponsel nya, ternyata yang menghubungi nya adalah teman kerja nya yaitu Chelsea.
"Ya ada apa Chel?" tanya Firanda saat panggilan sudah tersambung.
"Kita jadi kan ke Mall nya?" tanya Chelsea
"Jadi dong, memang nya kenapa?" ucap Firanda berbalik tanya.
"Enggak nanya aja, takut nya kamu lupa kayak sebulan yang lalu." ucap Chelsea dengan di iringi kekehan di akhir kalimat nya.
"Hahahaa, sekarang aku gak mungkin lupa lagi. Walaupun tadi sempet lupa, tapi untung kakek aku ngingetin aku." ucap Firanda dengan tertawa.
"Dasar kamu ya, suka aja lupa kalau kita ada janji." gerutu Chelsea di ujung sana.
"Yaudah kalau gitu aku tutup dulu telpon nya, sampe ketemu di mall nanti." ucap Chelsea mengakhiri panggilan nya.
"Ya sampai nanti."
Setelah panggilan terputus Firanda pun melanjutkan kegiatan nya yaitu merias wajah nya dengan make up tipis. Selesai dengan semua nya Firanda pun turun ke lantai bawah untuk sarapan.
"Bi apa ada roti panggang?" tanya Firanda saat menduduki kursi meja makan.
"Ada nona, sebentar saya ambilkan dulu." balas pelayanan itu sambil berlari kecil menuju dapur untuk mengambil roti panggang.
"Ini nona." ucap pelayanan itu dengan menyerah kan roti panggang nya pada Firanda.
__ADS_1
"Terima kasih bi. " balas Firanda dengan tersenyum ke arah pelayanan itu.
"Sama sama nona. " setelah itu pelayanan pun pergi meninggalkan Firanda yang sedang makan seorang diri.
Sedangkan Firanda yang kini sendiri di meja makan, sedang makan dengan tenang nya. Setelah selesai Firanda dan pun beranjak dari kursi makan dan pergi menuju gerasi mobil, sebelum nya Firanda sudah berpamitan pada kakek nya sekaligus meminjam mobil milik kakek nya itu, dan kakek nya tentu saja mengizinkan nya karena menurut nya kebahagiaan cucu nya adalah kebahagiaan paling utama untuk nya.
Firanda mulai melajukan mobil nya menuju Mall yang sudah dia da teman teman nya sepakati. Sesampai nya di sana, Firanda langsung memarkirkan mobil nya dan berjalan masuk ke dalam Mall itu. Di sana Firanda memutuskan untuk melihat lihat terlebih dulu sambil menunggu kedua teman nya datang. Dan tak lama kemudian teman nya itu datang.
"Ahhh kangen banget gue." teriak Gelia sambil memeluk tubuh Firanda.
"Berisik." balas Firanda dengan nada sedikit kesal, bagaimana tidak kesal coba? Saat mereka menjadi pusat perhatian beberapa orang yang memang sedang berlalu lalang di sana.
"Yaelah si jubaedah mah ketus mulu jawab nya, mending gue sama si paling alim ini." ucap Gelia dengan merangkul Chelsea.
"Ya loh yang malu maluin gue dulu." ucap Firanda dengan nada sewot.
"Udah udah kok malah berantem sih? Kata nya mau seneng seneng, masa sekarang berantem sih?" ucap Chelsea menghentikan perdebatan antara Firanda dan Gelia.
Di antara mereka memang Chelsea yang lebih dewasa dan Chelsea juga sosok wanita lemah lembut, dia selalu bisa menangani ketika kedua teman nya itu berselisih paham atau pendapat. Sedangkan Gelia, dia adalah sosok yang jail dan suka ngomong seenak nya. Kalau kata kita sih bisa di sebut dengan sebutan bobrok, ya Gelia adalah sosok yang sangat bobrok. Karena kebobrokan nya seringkali Firanda dan Chelsea di buat malu karena kebobrokan seorang Gelia.
"Yoi dong kita kan di sini mau senang senang dan ngabisin duit, bukan buat nambahin duit." ucap Gelia dengan tertawa di akhir kalimat nya.
"Loh itu ya." umpat Firanda dengan menyentil kening Gelia hingga membuat orang itu mengaduh kesakitan pada Chelsea.
"Chel liat temen loh KDRT lagi sama gue." ucap nya dengan random.
"Yaelah gue cuma nyentil loh bukan banting badan loh kali." balas Firanda dengan memutar bola matanya dengan malas saat menghadapi tingkah laku teman laknat nya yang satu ini.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan juga kasih giftnya.