
Diandra bersandar di sandaran mobil. "Mau kemana?"
Rasyid yang tengah menyetir menjawab. "Ke mall dong,"
Diandra berdecak. "Mager," gumam nya.
Rasyad geleng-geleng melihat kelakuan Diandra. "Datar amat dek,"
"Dih," balas Diandra.
...Manula (Manusia Pelupa) (4)...
Jessica✨
P
P
Guys
Astaghfirullah 😑
Diva✨
napa jess?
Jessica atau Jess No Limit nih🤪
Lea✨
@Diva✨ beda server woy-_-
^^^You^^^
^^^^^^Jgn berantem 🙄^^^^^^
Jessica✨
Alhamdulillah, di jawab sama Diandra 😂
Lea✨
@Jessica✨ :v
Diva✨
Bosen gw
Jessica✨
jalan lah 😂🤪
^^^You^^^
^^^G bs.^^^
^^^w jln sm kk w*.^^^
Diva✨
nggak ngerti astaghfirullah
eh salah server.
Lea✨
Kenapa ga bisa??
^^^You^^^
^^^jalan sm kakak gw^^^
Jessica✨
hah?
lu ada kakak?
^^^You^^^
^^^Iya^^^
Jessica✨
yg namanya Rasyad Rasyid?
^^^You^^^
^^^Iya^^^
^^^Jessica✨^^^
yeay🤪
gw jadi saudara nya Diandra
Diva✨
hah?
Jessica✨
kakak gw pacaran sama kakak nya Diandra🤪
Diva✨
plot twist 😭😂
Le✨
wow😂
√√ Read at 15.02.
Diandra pun menyimpan hp nya ke dalam tas kecil nya saat sampai di sebuah mall.
- Restoran
"Hai!!" sapa dua orang perempuan.
Diandra menoleh.
PS. Nama pacar 2R ku ganti ya. Jadi Jessi sama Jesse.
Diandra terbelalak. "Hah?"
Jesse dan Jessi tersenyum. "Hai Diandra,"
Diandra mengangguk. "Hai juga kak,"
Tiba-tiba..
"Loh, lu ngapain?" tanya seseorang.
"Astaghfirullah," ucap Diandra.
Jessica. Orang yang bertanya tadi.
Diandra menjawab. "Tuh ikut kakak gue,"
Jessica berbinar. "Nah mantap, daripada kita jadi nyamuk. Mending ajak dua ceking aja!"
Diandra mengangguk.
Rasyad bertanya. "Loh, kamu kenal Jessica?"
__ADS_1
Diandra mengangguk. "Sahabat,"
Jessica cengengesan. "Nahh, kita pamit yak. Kakak-kakak babay."
Diandra langsung ditarik oleh Jessica karena Jessica bersemangat.
Tak lama, ada Lea dan Diva datang dengan wajah kaget.
"What? Kok lo ikut?" Diva dan Lea bertanya secara bersamaan.
Jessica menjawab. "Jadi gini, tadi pas di resto gue ketemu Diandra. Nah pas itu gue diajak kakak gue ke sini karena mau ketemu pacarnya. Eh, tau tau ketemu Diandra."
Lea dan Diva mangut-mangut. "Yok lah ke gramed!"
- Gramedia
Diandra ke rak buku yang bergenre sedih, Lea dan Diva ke rak buku horor. Dan Jessica ke stand yang menjual alat tulis.
Diandra ingin mengambil salah satu buku Tere Liye yang berjudul Sun. Walaupun masih bahasa Inggris, Diandra mengerti.
Tetapi, tinggi Diandra tak sampai untuk mengambil buku yang ingin ia ambil. Alhasil, ia sedikit berjinjit dengan ujung sepatunya.
Tetapi tetep aja nggak sampai. Diandra berusaha menggapai buku itu. Tetapi, Diandra tak bisa menahan keseimbangan.
Diandra akhirnya terjatuh. Ia memejamkan matanya. Dan membukanya lagi saat tak merasakan ia terjatuh.
"Minum susu yang banyak!"
Diandra melotot. "Ngapain lo!?"
Dean. Orang yang menahan Diandra agar tak terjatuh.
Dean mengambil buku yang ingin Diandra ambil, "Nih, lo mau ini?"
Diandra mengangguk. "Makasih," jawab nya sambil menerima buku itu.
Dean melihat Diandra dari atas sampai bawah. "Lo cantik pake baju kayak gini,"
Setelah itu, Dean pun pergi meninggalkan Diandra yang menganga dan sekaligus masih kaget.
Tiba-tiba, ada yang menepuk bahu Diandra.
"Astaghfirullah," ucap Diandra.
Jessica terkekeh. "Lo kenapa?"
Diandra menggeleng.
Lea dan Diva datang dari arah timur.
"Masa tadi ada Dean dah," Lea berucap sambil membawa buku nya.
Diandra masih melongo.
Diva menoyor kepala Diandra, "Kagum lu yak sama si Dean?"
Diandra mengusap wajah nya, "Astaghfirullah, Diandra!"
Jessica, Lea, dan Diva kompak bertanya. "Lo kenapa sih?"
Diandra tak sadar menjawab, "Tadi mau ambil buku. Nggak nyampe, terus gue jinjit. Tapi malah jatoh. Terus di tahan sama Dean. Dia kasih buku yang gue mau. Abis tu bilang 'Lo cantik pake baju kayak gini' gitu."
"Demi apa, lu ngomong panjang lebar?" tanya Jessica.
Lea geplak kepala Diandra.
Diandra tersadar, "Eh astaghfirullah,"
Jessica, Lea, dan Diva cekikikan tetapi pelan. Karena nggak boleh berisik.
...***...
Diandra dan Jessica kembali ke restoran tadi. Diva dan Lea pulang duluan karena udah di telpon oleh kedua orang tua nya.
"Diandra kenapa? Kok dari tadi melongo terus?" tanya Rasyad.
Diandra masih diam. Nggak jawab.
Jessica terkekeh. "Jadi gini..."
Jessica pun menceritakan kronologi nya bagaimana Diandra jadi melongo kayak gini.
Rasyad, Rasyid, Jesse, dan Jessi tertawa renyah karena tingkah Diandra.
Diandra tersadar. "Napa?"
Kompak, kelima nya menggeleng karena tak ingin Diandra mengetahui nya.
...***...
- Rumah Dean
Dean memasuki rumahnya. Dan melihat seorang perempuan berumur 16 tahun duduk di sofa. Anak itu adalah anak dari istri kedua ayah nya.
Anak itu bernama Caca Al Vira Ramadhani. Biasa di panggil Caca.
Caca dan Dean akrab. Karena kedua nya tak peduli, mau beda ibu atau ayah. Di pikiran mereka hanya tali persaudaraan.
Caca menoleh. "Udah pulang bang?"
Dean menaikkan sebelah alis. "Menurut lu?"
Caca mencibir. "Elah lu, basa basi dikit doang nggak bisa! Astaghfirullah gue mah!"
Dean tak menjawab. Ia duduk di sofa sebelah barat.
Caca berdecak. Lalu melemparkan bantal ke Dean. "Kambing!!"
Caca pun langsung berlari ke kamar nya.
Dean berteriak, "KENAPA SIH, CA!!!"
"CANDA GUA BANG MAAP!!!" balas Caca berteriak juga.
...***...
- Kamar Diandra
Diandra memejamkan matanya. "Astaghfirullah, kenapa Dean?"
Diandra menghela napas nya. Dan mengambil buku yang tadi ia beli.
Diandra memegang buku itu. Diandra tersenyum saat melihat buku nya itu. Bukan karena apa-apa. Tapi, karena Dean yang membantu nya.
"Gue kenapa sih!" Diandra mengacak-acak rambut nya sendiri.
Diandra beristighfar beberapa kali, lalu beranjak turun dari kasur nya saat pintu kamar nya di ketuk.
"Adek ku tersayang!!!!!!" teriak Rasyad dari luar.
"APAAN KAK!?" jawab Diandra sedikit ngegas sambil membuka pintu kamar nya.
Rasyad nyengir. "Ada si Dean tuh,"
Diandra rol eyes. "Males,"
Rasyad menaikkan sebelah alis. "Kunaon?"
Diandra menggeleng. "Males aja,"
Rasyad mangut-mangut. "Yaudah, sono."
Diandra mengangguk. Lalu menutup pintu nya lagi.
- Ruang Tamu
__ADS_1
"Diandra mana?" tanya Rasyid.
Rasyad menjawab, "Tuh bocah asik di kamar."
Rasyid tersenyum. "Oh ada ide!"
"Apaan?"
"Nanti gua teriak manggil si Diandra, nah tapi Dean udah di depan kamar nya si Diandra." ucap Rasyid.
Mereka mengangguk.
Kini, Dean telah di depan pintu kamar Diandra.
Rasyad dan Rasyid berteriak.
"ADEK KU TERCINTA, TERSAYANG!!! SINI DONG, ADA CEMILAN DEK!!!"
Diandra yang mendengar ada kata 'cemilan' langsung membuka pintu kamarnya.
Seketika langsung terdiam.
"Kok elu sih?" tanya Diandra polos.
Dean mengangkat kedua bahu.
Diandra menoleh ke belakang Dean. Rasyad dan Rasyid yang tersadar langsung masuk ke kamar.
"HEH RESE LU BERDUA!!" pekik Diandra.
Dean menutup kedua telinga nya. "Lu nggak pake..?"
Diandra tersadar. Dan langsung terbelalak dan menutup pintu kamar nya. Seusai memakai kerudung nya, Diandra kembali membuka pintu kamar nya.
Dean menahan tawa nya karena tingkah Diandra yang begitu lucu di mata nya.
Diandra melotot. "Apa lu ketawa!?"
Dean menggeleng. "Teriak mulu,"
Diandra rol eyes. "Bodoamat,"
Diandra menggedor-gedor pintu kamar kedua kakak nya.
Dan terbuka, menampilkan Rasyad dan Rasyid dengan wajah tak berdosa nya.
Diandra melotot tajam ke kedua kakak nya. "R E S E!"
Diandra mengeja kata 'rese' karena ia kesel di kerjain.
"Hehe maap, kamu mau cemilan kan?"
Diandra mengangguk polos.
"Tuh sono sama Dean aja!!" ucap Rasyad dan Rasyid kompak.
Diandra menganga, "HEH ENAK AJA KAKAK!!!"
Kedua kakak nya keburu menutup pintu. Diandra menghentakkan kaki nya.
Dean terkekeh. "Lu mau cemilan?"
"Iya,"
"Yaudah ayok,"
"Bentar,"
Diandra masuk ke dalam kamarnya.
Lalu kembali lagi.
"Astaghfirullah," batin Dean.
Diandra mengangkat sebelah alis nya. Dean menggeleng.
- Supermarket
Saat sampai di supermarket. Diandra langsung berjalan ke rak cemilan dan membawa keranjang.
Dean yang melihat kelakuan Diandra tersenyum kecil. Dan mengikuti Diandra dari belakang.
Diandra menoleh kebelakang. "Astaghfirullah,"
Dean menaikkan sebelah alis.
Diandra berdecak. "Lo ngapain ngikutin gue?"
Dean terkekeh. "Bantu lo lah, nanya lagi."
Diandra menaikkan sebelah alis. "Kenapa harus?"
Dean tersenyum kecil. "Lah, kakak lu minta gua jagain lu lah."
Diandra cemberut. "Dih, nggak asik lo."
Dean tersenyum kecil.
Diandra pun mengambil beberapa cemilan. Saat ingin mengambil cemilan yang di rak tinggi, ia terdiam.
Dean yang mengerti langsung bertanya, "Mau ambil yang mana?"
"Yang itu," jawab Diandra sambil menunjuk salah satu snack.
Dean mengangguk. Lalu mengambil snack yang di tunjuk oleh Diandra.
Dean memberikan snack nya.
Diandra berujar. "Thanks,"
Dean mengangguk. "Sama-sama,"
Seusai membeli cemilan, kedua nya ke toko es krim. Karena Diandra lagi pengen makan es krim.
"Lu lagi seneng banget ya?" tanya Dean.
Diandra mengangguk, "Iya, gua seneng. Karena bisa jalan keluar lagi daripada di kamar terus."
Dean tersenyum. "Kalo lu mau jalan chat gue aja,"
Diandra mengangguk. "Hm,"
Dean terkekeh. "Ternyata lu beda jauh ya?"
Diandra yang tadi nya fokus ke eskrim langsung menatap Dean. "Hah?"
"Kan sifat lo datar, dan malah beda jauh. Sekarang kayak anak kecil gitu." kata Dean sambil tersenyum.
Diandra perlahan tersenyum. "Karena.. ya, sifat asli gue emang kayak gini."
Dean mangut-mangut. "Nanti mau kemana lagi?"
Diandra menjawab. "Kagak tau,"
Dean terkekeh. "Dasar, ke.. taman kota aja gimana?"
Diandra mengangguk. "Ayok,"
Dean tersenyum kecil. "Belepotan itu, Diandra."
Dean terkekeh, lalu menempelkan tissue ke wajah Diandra.
"Kambing!" umpat Diandra saat Dean langsung kabur.
__ADS_1