
Deandra kini tengah menunggu Diandra bangun dari tidur nya. Sudah satu jam Diandra tak bangun
Diandra perlahan membuka matanya. Lalu, menoleh ke Deandra yang tengah melamun.
"Dean," panggil Diandra.
Deandra tak merespon.
"Dean!" panggil Diandra.
"Nama gue Deandra kali, bukan Dean. apaan." jawab Deandra sambil menatap Diandra.
"Nama lo ribet, jadi gue panggil Dean aja." balas Diandra.
"Kenapa manggil gue?" tanya Deandra.
"Lo nggak sekolah?" tanya Diandra.
"Nggak," jawab Deandra.
"Kenapa bolos?! gue bisa jaga diri sih! sekolah aja sono!" ujar Diandra.
Deandra tersenyum dalam hati. Benar, kata Rasyid dan Rasyad. Diandra akan cerewet saat bersama orang yang di sayang nya.
"Cerewet banget sih lu," jawab Deandra.
Seketika Diandra membeku. Lalu tersenyum. Kini gantian, Deandra yang membeku. Lalu membalas senyuman Diandra.
**********************************************
Deandra mendorong kursi roda Diandra. Diandra sempat meminta keluar.
"Lo suka makan ya?" tanya Deandra.
"Iya, kok lo tau?" Diandra menatap Deandra.
"Em, dari bang Rasyad sama bang Rasyid. kemarin." jawab Deandra.
Diandra nyengir. Membuat Deandra menutup wajah Diandra dengan kedua tangan nya.
"Kenapa muka gue di tutup? tangan lo bau ikan lele." ujar Diandra.
"Bawel astaghfirullah lu mah," celetuk Deandra.
"Nggak, lepas ah. tangan lo bau ikan lele." jawab Diandra.
Deandra berdecak, "Dih rese emang."
**********************************************
- Minggu ujian
"Astaghfirullahalazim, nggak ngerti jawaban nya!" gumam Lea.
"Berisik," sentak Diandra.
"Jahat,"
Diandra mengisi soal ujian Matematika nya. Dalam waktu sepuluh menit, ia sudah selesai. Serta, Deandra juga ikut selesai.
Mereka berdua emang sama-sama pinter. Tapi, karena kayak orang musuhan, jadi nya ya gitu. Sekarang udah akrab.
Setelah mengumpulkan lembar jawaban. Keduanya sekarang duduk di pendopo sekolah.
Deandra rebahan di pendopo, sedangkan Diandra hanya menyandarkan punggung nya di tiang pendopo.
"Sifat lo ternyata beda jauh ya, yang tadi nya cuek, dingin, jutek, judes, tapi, nggak ternyata. sifat lo batu, baik, cerewet. baru tau gue." ujar Deandra.
"Sifat gue berubah drastis kayak gitu setelah ayah sama ibu cerai, kak Rasyad ikut ayah. kak Rasyid ikut ibu, sedangkan gue, nggak ikut siapa-siapa. gue nyoba bertahan di rumah itu sendirian bertahun-tahun." jawab Diandra.
"Ya sekarang baguslah, sifat lo ternyata beda jauh sama yang aslinya." balas Deandra.
Diandra menjawabnya hanya dengan terkekeh kecil.
**********************************************
BRAK!
Punggung Diandra menghantam tembok sekolah yang keras. Ia di dorong oleh tiga orang. Yang bernama Keyla, Leni, dan Refa. Kakak kelas nya. Keyla adalah ketua nya.
"Lo deketin Dean gue ya?" tanya Keyla.
__ADS_1
"Suka-suka gue," jawab Diandra.
Leni menahan tangan kanan Diandra, sedangkan Refa menahan tangan yang satunya. Keyla hendak memberi tonjokan ke kepala Diandra.
Diandra menunduk, alhasil. Tangan Keyla menghantam tembok sekolah. Diandra langsung mendorong Keyla dengan kaki nya.
"Kurang ajar! gue ini kakak kelas! lo adik kelas! masih kelas sebelas aja belagu amat!" ucap Keyla sambil menampar pipi Diandra.
Tapi, sebuah tangan kekar menahan tangan Keyla yang hendak menampar Diandra. Orang itu Deandra.
Gue tampar balik mau?" tanya Deandra.
Keyla mematung. "Enteng amat tuh tangan!" ucap Deandra sambil menghempaskan tangan Keyla.
"D-dean,"
"Berisik! pergi lo bertiga!" ucap Deandra sambil menarik Diandra ke dalam pelukannya.
Keyla and the geng pergi dari hadapan Diandra dan Deandra. Deandra menatap Diandra.
"Tadi dia ngapain?" tanya Deandra.
"Dorong gue, hampir ke tonjok, mau nampar, tapi ada tangan lu. oh iya, dia bully gue karena dia nggak suka kalo gue deket-deket sama lo." jawab Diandra.
"Tadi lu lawan dia enggak?" tanya Deandra.
"Lawan, pas dia mau nonjok, gue nunduk, terus gue dorong pake kaki." jawab Diandra.
"Yaudah, ayo balik ke kelas." ucap Deandra.
Diandra mengikuti langkah Deandra yang arah nya ke kelas. Saat di kelas...
"Pacaran ya lu berdua?!"
"Perasaan musuhan terus deh!"
"Jadi akrab cuy,"
"Kemakan omongan sendiri lu wkwk,"
"Nah kan, omdo."
"Di belain nih ye,"
"Berisik!" sentak Diandra.
"Elah, boong lu, Diandra." ucap Leri.
Diandra melepaskan sepatu nya, lempar sepatu nya ke wajah Leri.
"ADAW! SAKIT!" ringis Leri.
"Berisik," Diandra berjalan ke tempat duduknya.
**********************************************
"Thanks," ucap Diandra datar lalu masuk ke rumahnya tanpa menunggu jawaban dari Deandra.
Deandra menghela napas nya. Sifat Diandra kembali lagi, Deandra melajukan motor nya. Lain dengan Diandra yang sudah masuk ke dalam rumah nya.
Diandra masih sadar, tapi kaki nya lemas. Jadilah dia terduduk di depan pintu. Membiarkan air matanya turun tanpa kendali nya.
Rasyid dan Rasyad di tangga. Tapi, saat melihat sang adik menangis. Mereka langsung berlari ke arah Diandra.
"Kenapa dek?" tanta Rasyad dan Rasyid.
Diandra menggeleng, kedua kakaknya memaksa Diandra untuk bercerita. Akhirnya Diandra bercerita.
"K-kamu, di dibully?!" tanya Rasyid.
"Iya," jawab Diandra.
"Namanya siapa aja?" tanya Rasyad.
"Keyla, Leni, Refa." jawab Diandra.
"Ohh mereka!" ucap Rasyid dan Rasyad.
"Kenal?" tanya Diandra.
"Kenal lah! mereka belum lulus tau dari dulu! ke rumah nya ayo!" jawab keduanya kakak.
__ADS_1
"Nggak usah," ucap Diandra.
"Enggak! pokoknya kita harus ke rumah mereka! mereka itu adik kakak! ayo!"
**********************************************
Rasyad dan Rasyid mengetuk pintu apartemen Keyla and the geng. Karena beda agama, jadi nya nggak pake salam.
"Sebentar!" Pintu terbuka. Seketika Keyla and the membeku saat melihat Rasyid, Rasyad, dan Diandra.
"Masuk," ujar Refa.
Saat masuk, Rasyad dan Rasyid langsung semprot Keyla and the geng dengan omongan.
"Kalian bully adek kita?" tanya Rasyid dan Rasyad.
"Enggak," jawab Keyla, Refa, dan Leni.
"Halah bohong lo, di baju lo aja masih ada bekas sepatu gue!" ucap Diandra sambil menunjuk baju Keyla.
Keyla terdiam.
"Heh, jangan mentang-mentang kalian enggak pernah lulus aja banyak lagak, kita nggak segan-segan bilang ke kepala sekolah!" ucap Rasyad dan Rasyid.
"Kan harus ada bukti," jawab Keyla and the geng.
"Diandra," panggil kedua kakaknya.
"Sorry, senior gue yang banyak lagak, daritadi udah kita rekam." ujar Diandra sambil mengeluarkan kamera tersembunyi nya.
"HEH!" teriak Keyla and the geng.
Diandra dan kedua kakaknya tertawa pelan.
"Kita. kecewa. sama. kalian." ucap Keyla and the geng.
"Heh, justru, gue sama Rasyid yang kecewa sama kalian! Seenak jidat ae, bully adek gue! lewatin gue dama Rasyid dulu sini!" ucap Rasyad.
"Udah ah kak, kasian, senior aku kicep. bye!"
**********************************************
"Diandra," panggil Deandra saat melihat Diandra masuk ke lapangan sekolah.
Diandra menghentikan langkah nya, ia memasang wajah datarnya seperti biasa. Ia menoleh.
Diandra mengangkat sebelah alisnya. Membuat Deandra menghela napas.
"Apa?" tanya Diandra.
"Lebih empat kata bisa?" tanya Deandra.
"Enggak, bye." jawab Diandra lalu melanjutkan langkah nya.
Diandra mempercepat langkahnya menuju kelas. Saat sampai dikelas, ia melemparkan tas nya ke tempat duduk nya, lalu berjalan.
"Diandra," panggil Lea dan Diva.
Diandra menoleh. Lalu mengangkat sebelah alisnya.
"Lo kemarin abis di bully sama Keyla and the geng ya?" tanya Lea.
"Iya, dan, yang lebih syeed nya, Keyla and the geng, belum lulus sampe sekarang, dan mereka aslinya angkatan kak Rasyid dan kak Rasyad." jawab Diandra.
"WHAT?! Mereka bertiga sekarang di DO loh! Terus, harus di pindah ke luar kota!" seru Lea dan Diva.
"Kenapa mesti di DO coba?" tanya Diandra polos.
"Yah, sifat nya, cuek, dingin, jutek, ternyata polos! hadeh, capek gua!" ucap Lea dan Diva.
Diandra mengangkat kedua bahu nya. Saat hendak duduk, kursi nya di tarik oleh Deandra. Jadinya, Diandra jatuh.
Diandra menoleh, dengan cepat bangkit.
"APA?! MAU GUE BALIKIN JUGA LO?!" tanya Diandra ketus.
"Diandra!" bentak Deandra.
Diandra berbalik, dan keluar kelas. Tapi, saat di ambang pintu..
"BUAYA DARAT DASAR!" ucap Diandra sambil mengacungkan jari tengah nya.
__ADS_1
Diandra pergi dari kelas. Deandra mengejar Diandra yang sudah duluan pergi. Tapi, ia kehilangan jejak Diandra.
**********************************************