
Dean langsung berlari keluar cafe, dan melacak keberadaan Caca, tetapi, GPS Caca di matikan agar tak bisa di lacak oleh Dean.
Dean mengacak-acak rambutnya, dan langsung menelpon seseorang.
"Halo apaan?" tanya Alsa. Ya orang yang di telpon Dean adalah Alsa.
"Lu liat Caca nggak?"
"Caca? Kagak. Bukannya dia di Indo?"
"Nggak, dia pindah ke Jepang. Dan gua di Jepang."
"Duh gimana nih, bang Dean tau kak Diandra di s-"
Tut..
Dean melotot, dan langsung berdecak. Dan melacak keberadaan Alsa, dan menemukan keberadaan Alsa.
Dengan cepat, Dean langsung ke tempat Alsa, yang agak jauh dari cafe tadi. Saat sampai, Dean langsung memencet bel.
Ceklek..
__ADS_1
Pintu terbuka, dan menampilkan Caca, Jessica, Lea, Diva, dan Alsa.
Dean memasukan kedua tangannya ke dalam kantung celana nya. "Yandra dimana? Dan gua lacak keberadaan kak Al di sini." ucap Dean.
Caca menghela napas, "Kita nggak tau dia dimana,"
Dean menatap tajam Caca, "Jelas-jelas tadi waktu video call ada Yandra buka pintu! Dan waktu gua telpon kak Al, ada suara lu ngomongin Yandra!"
Jessica menjawab, "Yan! Untuk sementara waktu mending lu jangan kesini. Daripada sesuatu terjadi!"
"Yaudah, apaan yang terjadi!?" bentak Dean.
"ARGH!" Terdengar teriakan Diandra dari dalam rumah.
"Kenapa emang? Gua orang nya suka nge bentak!" balas Dean.
Lea maju, dan langsung menampar Dean. "Sekali lagi lu nge bentak, Yandra kenapa-napa salah lu!"
"Yandra kenapa emang hah?" tanya Dean lemah.
Diva terkekeh sinis, "Kemaren aja dah cuek, dan batal perjodohan. Sekarang? Lu jadi lemah kayak gini? Serius? Yandra trauma sama bentakan. So lu angkat kaki dari sini." ucap Diva lalu pergi.
__ADS_1
Lea pun masuk ke dalam. Caca menarik Dean menjauh.
"Bang, gua tau lu nggak terima sama kita. Tapi, demi kebaikan kak Yandra lebih baik lu jauh-jauh dari kita. Gua takut pengobatan ini nggak berjalan baik. Maaf buat perkataan gua, gua janji, bakal bujuk kak Yandra buat ketemu lu lain waktu. Maaf udah buat lu kecewa, bang." ucap Caca.
Dean langsung memeluk Caca dengan erat, "Ca.." Suara Dean melemah.
Caca membalas pelukan Dean, "Iya gua tau kok, ini berat buat lu. Tapi gua mohon bang, buat kak Yandra. Gua takut rencana kita semua gagal."
Dean menangis di dalam pelukan Caca, "Kenapa hidup gua kayak gini, Ca?"
"Abang," panggil Caca lembut.
Dean diam.
"Gua tau kok perasaan lu sekarang. Tapi jangan kayak gini ya? Lu jangan depresi. Gua bisa kasih kabar kak Yandra ke elu kok, kalo di boleh."
Caca melepaskan pelukan, dan tersenyum ke Dean, lalu menghapus air mata Dean. "Dah lu jangan nangis di depan gua. Inget, lu cowok. Dan nggak boleh bikin jati perempuan sakit, termasuk kak Yandra."
Dean terdiam. Caca tersenyum, lalu meraih tangan Dean, dan mencium tangan Dean. "Gua masuk dulu, bye bang. Gua kangen lu selamanya."
Caca pun masuk. Dean pun meninggalkan tempat tinggal Caca dkk. Dean menundukkan kepala nya, membiarkan air matanya turun.
__ADS_1
Dean semakin terisak, saat mengetahui Diandra bersama salah satu kerabat nya, dan di rahasiakan dari dirinya.
...***...