
Napas Diandra tak teratur, saat hp nya tiba-tiba mati. Diandra langsung berlari ke kamar nya, dan bersembunyi di dalam lemari baju nya.
Di rumah nya tiba-tiba mati listrik. Firasatnya buruk, takut ada sesuatu.
Dan terdengar suara pintu utama di buka. Dan terdengar suara teriakan.
"Diandra!! Lu dimana!!"
Diandra terdiam, "Suara Dean," batin Diandra.
"Diandra!!"
Diandra tak menjawab, ia masih diam.
Ceklek..
Pintu lemari nya di buka oleh seseorang, dan itu bukan Dean.
Diandra berteriak. "DEAN, GUA DI KAMAR!!!!" teriak Diandra.
Walaupun kamar nya kedap suara, Diandra bisa teriak, karena pintu kamar nya terbuka.
Mulut Diandra langsung di bekap oleh orang yang berpakaian hitam itu, Diandra memberontak. Dan langsung menggigit tangan orang tsb.
Diandra langsung menendang orang yang membekap nya, saat orang tsb terjatuh. Diandra langsung berlari keluar kamarnya. Napas nya juga mulai teratur sekarang.
Bruk!
Diandra langsung memundurkan langkah nya.
"S-siapa?!" ucap Diandra.
"Tenang, ini gua, Dean." ucap Dean.
Tiba-tiba, listrik kembali nyala. Diandra menghela napas nya.
Caca pun muncul dari arah belakang.
Dean menoleh, "Dah selesai?"
Caca mencibir, "Kalo belum selesai gua juga belum balik,"
Dean memutar bola mata.
...***...
Flashback On
Saat tengah chatting dengan Dean, tiba-tiba hp Diandra lowbat dan listrik langsung mati.
Diandra menggenggam hp nya dengan erat. Ia merasa ada yang lewat di belakang nya dan memakai baju hitam, dan kaki nya napak di lantai.
"Maling fix," batin Diandra.
Diandra mengatur napas nya, dan berujar.
"Kalo berani tunjukkin muka lu!!" teriak Diandra.
"Tenang aja, nggak bakal sakit in elu kok." ucap orang itu.
"Suara nya mirip siapa?" batin Diandra.
"Siapa lu!?"
"Orang yang deket ama elu kok, Diandra."
"Kenapa lu bisa tau nama gua!?"
"Kan orang yang deket,"
__ADS_1
Diandra langsung berlari ke kamar nya.
Flashback Off
"Jadi gitu ceritanya," ucap Diandra.
PS. Jessica, Diva, Lea, Leri, sama Roy juga ikutan ngumpul ya.
"Lu kenal suara nya nggak?" tanya Diva.
"Kenal, tapi lupa." jawab Diandra.
Jessica bertanya, "Ciri-ciri suara nya kayak apaan?"
"Kayak serak serak gitu," jawab Diandra.
"Tapi, suara yang serak di sini kan Diva." batin Diandra.
...***...
"Halo, rencana kita berhasil. Tenang aja, si Diandra ketakutan kayak gitu."
"Hahahaha, jarang banget si Diandra ketakutan kayak gitu."
"Biasanya mah cuek bebek aja dia,"
"Dasar lu,"
"Tapi, rencana kita nggak bakal ke bongkar kan?"
"Ya.. nggak tau sih gua,"
"Ya nggak bakal ke bongkar lah!"
"Mungkin suatu saat,"
"Tenang aja, nggak bakal kok."
"Tapi firasat gua nggak enak,"
"Maksudnya?"
"Nggak papa sih, dah lah jan pikirin."
"Yaudah deh,"
Mereka berdua pun lanjut ngobrol di telfon. Mereka asik telfon sampe larut malem, karena mereka ngobrol tentang rencana berikutnya.
...***...
Diandra menatap kosong langit malam yang bertabur bintang-bintang yang bersinar terang.
Tiba-tiba, air mata Diandra jatuh dengan perlahan. Diandra tersenyum miris.
Dan langsung mengambil gitar nya. Dan memetik senar gitar nya.
Jika teringat tentang di kau
Jauh dimata dekat di hati
Sempat terpikir 'tuk kembali
Walau beda akan kujalani
Tak ada niat untuk selamanya pergi
*Jika teringat tentang dikau
Jauh di mata dekat di hati
__ADS_1
Apakah sama yang kurasa
Ingin jumpa walau ada segan?
Tak ada niat untuk berpisah denganmu
Jika memang masih bisa mulutku berbicara
Santun kata yang ingin terucap
'Kan kudengar caci dan puji dirimu padaku
Kita masih muda dalam mencari keputusan
Maafkan daku ingin kembali
Seumpama ada jalan 'tuk kembali
Jika teringat tentang dikau
Jauh di mata dekat di hati
Tak ada niat untuk selamanya pergi
Jika teringat tentang dikau
Jauh di mata dekat di hati
Tak ada niat untuk berpisah denganmu
Jika memang masih bisa mulutku berbicara
Santun kata yang ingin terucap
'Kan kudengar caci dan puji dirimu padaku
Kita masih muda dalam mencari keputusan
Maafkan daku ingin kembali
Seumpama ada jalan 'tuk kembali
Jika memang masih bisa mulutku berbicara
Santun kata yang ingin terucap
'Kan kudengar caci dan puji dirimu padaku
Kita masih muda dalam mencari keputusan
Maafkan daku ingin kembali
Seumpama ada jalan 'tuk kembali
Jika memang masih bisa mulutku berbicara
Santun kata yang ingin terucap
'Kan kudengar caci dan puji dirimu padaku
Kita masih muda dalam mencari keputusan
Maafkan daku ingin kembali
Seumpama ada jalan 'tuk kembali
Judul: Jika
Pencipta: Melly Goeslaw*.
__ADS_1