ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
EP. 9 - Ribet!


__ADS_3

Dean membaringkan Diandra yang pingsan di kasur UKS. Dean berdecak, karena tak ada petugas PMR. Karena setiap hari Kamis libur.


Tak lama, sahabat nya dan sahabat Diandra datang dengan heboh. Tentunya, sahabat Diandra yang heboh.


"Gimana keadaan nya si cuek, datar, dingin?" Lea bertanya dengan nada cerewet nya.


"Diandra gimana? Dah siuman?" Diva bertanya dengan wajah khawatir.


"Makanya, kalo nggak bisa main ya jangan main! Kena Diandra kan!" Berbeda dengan Jessica, yang keliatan nya cuek tetapi ia peduli.


Jessica langsung menjewer telinga Roy dan Leri. Karena merkea berdua yang menyebabkan Diandra pingsan.


"Heh denger ya, sepupu gue yang kambing!!!! Tanggung jawab lo berdua!!!" ucap Jessica.


Lea dan Diva saling berbisik.


"What? Jessica sepupu nya Leri dan Roy?" Diva bertanya sambil berbisik.


"Kek nya sih iya dah, Va." jawab Lea.


Jessica melipat kedua tangan nya di depan dada. "Sekali lagi si Diandra luka, bener. Gua depak lu bertiga!!"


Dean rol eyes. "Bodo,"


Jessica langsung geplak kepala Dean, yang juga sepupu nya itu. "Heh!!!!"


Dean, Roy, dan Leri langsung menutup kedua telinga nya. Karena teriakan Jessica yang cempreng dan nyaring.


Lea dan Diva ikutan tutup telinga.


Lea berdecak. "Woyy!!! Jessica Jane! Eh salah!! Jangan teriak woy!"


Leri menoleh ke Lea. "Lah tuh juga teriak ih!"


Lea menatap datar Leri. Karena masih marah.


Diva geleng-geleng. "Udahan dong teriak nya, berisik tau. Ntar budeg kuping gua nya!"


Lea berujar. "Va, ikut gue beli makanan yok! Siapa tau si Diandra laper!"


Diva menghela napas saat tangan nya di tarik oleh Lea yang tenaga nya kayak gajah.


Jessica ikutan ke kantin karena ia juga merasa laper saat mendengar kata 'makanan'.

__ADS_1


Leri dan Roy? Balik ke kelas karena mau ganti baju.


Dean? Jagain Diandra.


Beberapa menit kemudian, Diandra membuka mata nya perlahan-lahan.


Dean mengangkat sebelah alis nya. "Masih sakit?"


"Astaghfirullah, napa dia sih!!! Kenapa nggak Jess, Lea, sama Diva aja!!?" batin Diandra.


"Woy!" Dean menatap Diandra.


"Astaghfirullah, ayam ayam."


Dean menahan tawa nya. Diandra mengubah posisi nya menjadi duduk. Dan menatap Dean dengan tatapan tajam nya.


Tiba-tiba...


"Hello guys!!! Kita yang cantik balik nih!!!!"


Teriakan Jessica, Lea, dan Diva membuat Dean dan Diandra menoleh.


Lea memberikan kresek ke Diandra. "Nih, bubur ayam buat lo. Tenang nggak pake daun seledri, bawang, kerupuk, sambel, ayam, cakwe nya. Kayak biasa, bubur sama kacang aja. Nggak pedes kok."


Jessica menoyor kepala Lea. "Lah terus, Diandra makan apaan kalo bubur sama kacang aja?"


Diandra mengangguk lalu mengambil kresek yang di berikan oleh Lea.


Dean tiba-tiba merebut bubur Diandra.


Jessica terbelalak. "Woy, kok lo ambil sih!?"


Dean membalas. "Cerewet!"


Jessica langsung menatap tajam ke Dean.


Tiba-tiba, Dean menyuapi Diandra.


Jessica menghentakkan kaki nya. "Eh astaghfirullah, malah suap-suapan! Tau ah, u w u phobia gue!!"


Lea mencibir. "Astaghfirullah gua mah ih!!!"


Diandra menoleh ke ketiga sahabat nya.

__ADS_1


"Gimana nih?" tanya Diandra tanpa suara.


"Ya makan lah! Nanya lagi!" jawab Jessica tanpa suara.


Diandra membuka mulut nya.


"HAI GAIS!!"


Teriakan Leri dan Roy membuat Diandra tersedak karena kaget dengan teriakan dua homann gila itu.


Sontak, Lea langsung geplak kepala Leri dan Diva juga menempeleng kepala Roy.


......***......


Diandra berbaring di kasur nya. "ARGH BOSEN!!" teriak Diandra.


Tok.. tok.. tok..


Diandra langsung berteriak. "MASUK!!!!"


Pintu terbuka, menampilkan Rasyad dan Rasyid dengan senyuman lebar di wajah kedua nya.


Diandra mengangkat sebelah alis nya.


"Jalan-jalan mau nggak?" ajak kedua nya.


"Males," jawab Diandra sekenanya.


"Dih, males mulu. Sekali sekali lah yak?" Rasyad berharap Diandra mau ikut jalan-jalan.


"Lima menit," jawab Diandra cepat.


Kedua kakak nya mengangguk. Lalu menutup pintu kamar Diandra.


...***...



Rasyad dan Rasyid menatap kagum Diandra.


"Wow," ucap kedua nya kagum.


Diandra tak menggubris pujian kedua kakak nya.

__ADS_1


"Buruan!" ucap Diandra.


Kedua kakak nya mengangguk.


__ADS_2