ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
32 - Diandra emosi..?


__ADS_3

Diandra terbangun dengan napas yang tak teratur, ia terdiam sejenak, lalu berteriak sekeras nya.


"ARGH, NGGAK, NGGAK, JANGAN BENTAK!!!"


Di depan rumah


Dean terdiam, "Diandra," gumam Dean.


Dean langsung masuk ke rumah Diandra, dan langsung masuk ke kamar Diandra. Diandra masih berteriak.


"AYAH, JANGAN, JANGAN PUKUL ARGH!!! ARGH!!" teriak Diandra.


Dean mendekat, "Diandra," panggil Dean lembut.


Diandra terdiam, "PERGI!!"


Dean diam, "Diandra, ini gua, Dean." ucap nya lembut.


Diandra terdiam.


Dean mendekat ke Diandra. Diandra menjambak rambut nya sendiri, Dean langsung menarik tangan Diandra.


"Jangan," ucap Dean.


Perlahan napas Diandra kembali teratur, Dean bertanya.


"Lu kenapa?" tanya Dean.


Diandra diam, dan langsung melotot. Ia membuka laci, dan mengambil obat nya, lalu menelan obat itu tanpa air.


Dean mengerutkan kening nya, "Diandra, lu kenapa?"


Diandra menggeleng dengan cepat, "N-nggak,"


"Diandra depresi berat?" batin Dean.


"L-lu depresi?" tanya Dean pelan.


Diandra mengangguk. Lalu melotot, "Lu kok ke sini!?"


"Hah? Kan gua di suruh Jess dkk. kesini." jawab Dean.


Diandra menghela napas nya.


"Sejak kapan lu depresi?"


Diandra menghela napas, "D-dari umur lima," jawab Diandra.


"Waktu ortu nya dia cerai," batin Dean.


Diandra memejamkan matanya. Napas nya kembali tak teratur, dan berteriak lagi.


"ARGH, NGGAK MAMAH, AYAH JANGAN ARGH!!!" Diandra menendang barang yang ada di hadapan nya.


Dean terbelalak, dan langsung menarik Diandra ke dalam pelukan nya, Diandra memberontak, tetapi, Dean semakin mempererat pelukan nya.

__ADS_1


"Stop, Diandra." ucap Dean.


Diandra mengatur ritme napas nya, tiba-tiba ia langsung nangis.


"Dari kapan lu kayak gini?"


"Dari SD,"


"Ya Allah," batin Dean.


...***...


Diandra berteriak lagi, "NGGAK, NGGAK, MAMAH, AYAH!!"


Jessica, Lea, dan Diva panik. "Diandra! Lu kenapa? Dian!" pekik ketiga nya.


Diandra terbangun. Napas nya kembali tak teratur. "Dean mana?"


Ketiga sahabat nya mengerutkan keningnya, "Hah, Dean? Nggak kok, dia nggak ke sini." ucap Lea.


Diandra mengatur ritme napas nya, "Astaghfirullah," gumam Diandra.


Jessica bertanya, "Lu kenapa teriak tadi?"


"Gua trauma astaghfirullah beneran," ucap Diandra sambil menghela napasnya.


Jessica mangut-mangut, "Tapi lu konsumsi obat gitu nggak?"


"Obat tidur aja," jawab Diandra.


"Oh iya, kalian kenapa bisa di sini?" tanya Diandra.


Jessica, Lea, dan Diva menatap Diandra dengan tajam. "Ya lu kan nggak masuk sekolah, jadi kita nengok ke sini lah. Nanya lagi lu, astaghfirullah." jawab ketiga nya kompak.


"Lah kompak amat," balas Diandra sambil terkekeh.


Diva bertanya, "Oh iya, lu kenapa nggak masuk?"


"Telat bangun, karena gua minum obat tidur." jawab Diandra.


Ketiga sahabat nya menghela napas.


...***...


Diandra berjalan memasuki pemakaman, saat menemukan makam mamah nya, Diandra jongkok, dan langsung menebarkan bunga dan air, lalu berdoa. Seusai berdoa, Diandra tersenyum miris.


"H-hai mamah. Apa kabar? M-mamah b-bahagia kan di sana?" Diandra berusaha tersenyum. Walau pada kenyataannya akan luntur lagi.


"M-mah, t-tau nggak, Dean, batalin perjodohan ini. Bikin hati a-aku sakit, padahal satu s-sama lain s-suka." Diandra menyandarkan kepala nya di batu nisan mamah nya.


Diandra terdiam sejenak, "M-mah, k-kenapa mamah milih bunuh diri? S-semua sahabat mamah p-pada sedih l-loh." Air mata Diandra semakin mengalir deras.


Diandra bangkit dari duduk nya, "Diandra pamit dulu ya, mah. Assalamu'alaikum."


Diandra pun pergi dari makam.

__ADS_1


...***...


Keesokan hari nya..


Jessica, Lea, dan Diva memekik saat Diandra masuk ke kelas. "MANTAP, ICE GIRL UDAH BALIK!!"


"Untung masih pagi, jadi sepi." batin Diandra.


"Berisik!" balas Diandra datar dengan melotot.


Ketiga sahabat nya nyengir.


...***...


"Panggilan kepada Diandra Viona Citra, untuk ke ruangan BK sekarang."


Diandra dkk. yang tengah makan di kantin langsung tersedak, "Astaghfirullah," pekik keempat nya.


Diandra langsung berdiri, dan berlari ke ruang BK (Bimbingan dan Konseling). Lantas, ketiga sahabat nya langsung ikuti Diandra.


- Ruang BK


Diandra duduk di hadapan Bu Nana, salah satu guru BK yang terkenal dengan galak nya.


"Diandra, kenapa kamu kemarin nggak masuk sekolah?" tanya Bu Nana.


"Saya bangun kesiangan, karena minum obat tidur, bu." jawab Diandra jujur.


Bu Nana melotot ke Diandra, "Kenapa kamu minum obat-obatan!?"


"Saya masih depresi, karena saya anak broken home." jawab Diandra.


Bu Nana menggebrak meja, "Jangan jadikan broken home sebagai alasan karena kamu nggak mau masuk sekolah!" ucap nya.


Diandra menatap Bu Nana dengan tatapan yang tajam, lalu menendang meja yang ada di hadapan nya.


"Diandra!" tegur Bu Nana, dan ketiga sahabat nya.


Diandra menatap tajam Bu Nana.


"Kamu ini nggak ada etika nya sama sekali ya! Nggak di ajarin sopan santun sama orang tua kamu?" bentak Bu Nana.


Mata Diandra memerah, "Heh bu! Saya di ajarin sopan santun! Dan saya juga ada etika nya!"


"Kalo ada etika, kenapa kamu tendang meja hah!? Mau pake alasan segala? anak broken home hah?" tanya Bu Nana.


Diandra melotot, "Bu!! Coba ibu cerai sama suami ibu! Liat perkembangan anak ibu kayak apaan! Kalo sama kayak saya, jangan salahin saya ataupun orang lain! Karena salah ibu sendiri!!" ucap Diandra.


"Diandra!" tegur Bu Nana.


Diandra masih melotot tajam, "Kenapa? DIKIRA IBU SAYA NGGAK BISA MARAH IYA HAH!?" ucap Diandra sambil bangkit.


"Kamu ini nggak di ajar etika ya!?" pekik Bu Nana.


"Saya saranin ibu cerai sama suami ibu, dan liat anak ibu, ada etika nya atau nggak? Terserah ibu mau DO saya atau nggak, karena liat aja nanti!" ucap Diandra lalu pergi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2