
Diandra terbangun daru tidurnya, napas nya tak teratur, ia langsung mencari-cari obat tidur nya, di laci. Tapi nggak ada, ia cari-cari ke seluruh ruangan kamar nya tetapi nggak ada.
Dan pada akhirnya, ia berteriak kesakitan. "Argh!!!! Sakit!!! nggak jangan!!!!"
Diandra memeluk lutut nya, dan berteriak-teriak kesakitan. Kepala nya terasa sakit dan pusing.
- Ruang Tamu
Caca mendengar teriakan, "Eh,"
"Kenapa?"
"Kak Diandra teriak," ucap Caca langsung berlari ke kamar Diandra.
Jessica, Lea, dan Diva langsung berlari juga ke kamar Diandra.
Bener aja, Diandra berteriak sambil memeluk lutut nya.
Jessica langsung mendekat ke Diandra, dan memeluk Diandra. "Diandra, kenapa?" tanya Jessica lembut.
"Sakit!!!" pekik Diandra.
Jessica menatap Caca, "Ca, panggil kak Alsa."
Caca mengangguk, dan langsung menuju ruang tamu, karena hp nya ketinggalan di ruang tamu. Dan langsung menelfon saat sampai di ruang tamu.
"Halo kak!"
"Hah? Apaan? Tumbenan amat."
"Bisa ke sini sekarang nggak?"
__ADS_1
"Lu di Indo weh,"
"Nggak, gua di Jepang!"
"Hah?"
"Duh! Bawel amat, buruan ke sini. Gua share alamat nya!"
Setelah selesai share (bagi) alamat, tak lama Salsa, atau biasa di panggil Alsa langsung datang.
Saat datang, langsung ditarik oleh Caca dengan cepat, dan saat sampai di kamar Diandra, Alsa terdiam.
"Kak!" pekik Caca.
Alsa tersadar, dan langsung mendekat ke Diandra. Diandra mendongak, dan langsung berteriak, mengusir Alsa.
"PERGI LU!! GUA BENCI LU!!" teriak Diandra.
"Diandra," panggil Alsa lembut.
"EMAK LU UDAH BIKIN KELUARGA GUA PECAH!" pekik Diandra.
Alsa dengan cepat langsung memeluk Diandra, tetapi Diandra memberontak dan menatap Alsa dengan tajam.
"PERGI LU! GUA BENCI EMAK LU DAN ELU!!!" teriak Diandra.
Jessica panik, dan langsung memeluk Diandra. Lea, Diva, dan Caca langsung menarik Alsa ke ruang tamu.
"Kenapa lu bisa tau namanya kak Diandra? Padahal baru ketemu." ucap Caca.
Alsa menatap langit-langit, berusaha menahan air mata nya. "Dia saudara tiri gua," jawab Alsa.
__ADS_1
"Hah?" pekik ketiga nya (Caca, Lea, & Diva).
"Emak gua, Nana, nikah sama ayah nya, otomatis gua jadi saudara tiri nya, dan jadi kakak nya Rasyad dan Rasyid." jawab Alsa.
Lea menghela napas, "Tapi, lu bisa bikin Diandra sembuh dari depresi dan trauma nya kan?" tanya Lea.
Alsa mengangguk. "Nama lu berdua siapa? Gua Salsa, panggil aja kak Al."
Diva dsn Lea mengangguk. Lea tersenyum, "Gua Lea," ucap Lea, "Nah ini Diva, di sebelah gua." lanjut Lea.
"Salam kenal,"
...***...
Diandra menatap Alsa dengan tajam, Alsa menghela napas. "Diandra, ini, kak Al." ucap nya.
Tatapan Diandra masih nggak berubah, masih tajam. Alsa hendak memeluk Diandra, tetapi, Diandra langsung mendorong Alsa.
"Pergi!!!"
Diandra masih berteriak. Alsa mengusap air mata nya, lalu memaksa menarik Diandra ke dalam dekapan (pelukan) nya dengan erat.
Pada akhirnya, Diandra akhirnya diam, dan langsung menangis di dalam pelukan Alsa.
"Diandra, kak Al bantu ya, biar Diandra sembuh, mau nggak?"
Diandra tak menjawab.
Alsa akhirnya mengelus kepala Diandra dengan lembut. Caca, Lea, Jessica, dan Diva yang melihat Alsa memeluk Diandra dengan mengusap kepala Diandra.
Mereka berempat tersenyum kecil, dan langsung mendekat, Alsa tersenyum kecil ke Diandra yang tertidur pulas. Keempat nya langsung memeluk Alsa dan Diandra.
__ADS_1
...***...
See you guys:)