
Diandra menatap datar samsak (buat tinju) yang ada di hadapan nya. Diandra berteriak sekeras nya, dan langsung menonjok samsak tersebut.
Lea dan Diva setia menemani Diandra yang masih melampiaskan amarah nya dengan menonjok sesuatu dan berteriak.
Lea menatap Diandra dengan tatapan sedih, "Gua harap lu bisa bangkit, Diandra." gumam Lea.
Diva menatap Diandra dengan matanya yang berair, "Kenapa lu ngelakuin ini?" gumam Diva.
Setelah puas, Diandra terduduk. Lea dan Diva segera mendekat ke Diandra, Lea mengelap keringat Diandra. Diva memberikan air ke Diandra.
"Nih makan, kalo kagak makan. Bener, gua dorong lu pake samsak." ucap Diva sambil memberikan makanan ke Diandra.
"Nggak mood," jawab Diandra.
Diva melotot, "WAH NGAJAK WAR LU?" tanya Diva.
Lea menoyor kepala Diva, "Sabar mbak! Ngegas mulu lu mah ngerem, Diva."
Diva nyengir, "Plis, ya makan ya? Dari kemarin lu belum makan, janji dah. Nanti gua beliin cemilan."
Diandra menatap Diva, "Beneran?"
Diva mengangguk.
Diandra langsung melahap makanan yang di berikan oleh Diva tadi.
...***...
Diandra berjalan ke arah makam mamah nya, dengan membawa air mawar dan bunga. Air mata nya mengalir deras sebelum masuk ke dalam makam.
Saat menemukan makam mamah nya, Diandra berjongkok dan berdoa terlebih dahulu. Seusai berdoa, Diandra mengungkapkan isi hati nya.
...Adian Viona Citra...
...Lahir: 12 Januari 19xxx...
__ADS_1
...Wafat: 30 Oktober 20xxx...
...Binti...
...Andrean Arifin...
"Halo mamah. M-mah, t-tau nggak, tadi D-Dian di tanya tentang keluarga, terus Dian nggak jawab. Sampe-s-sampe di h-hukum k-karena nggak jawab. Guru n-nya n-nggak t-tau k-kalo aku anak broken home, hehe."
"M-mamah bosen ya, s-setiap kali a-aku ke sini, s-selalu curhat? Nggak papa, k-kok kalo bosen dengerin curhatan aku."
"Mah, mamah tau nggak, semua sahabat m-mamah k-kangen m-mamah? Yang t-tenang ya mah disana. Nanti Dian nyusul kok."
Diandra pun pergi dari makam mamah nya. Kepala nya tertunduk, menyembunyikan wajahnya, terutama mata yang sembab.
...***...
Diandra duduk di kursi taman yang ada, ia menatap hujan yang sangat deras, tetapi ia tak memakai payung ataupun jas hujan.
Diandra memejamkan matanya, ia membuka matanya kembali setelah beberapa menit. Ia merasa hujan telah berhenti.
"Nanti, gua mau mandi dulu." jawab Diandra.
"Gua colok tuh ya mata lu pake kawat payung!" ancam Lea.
"Ck, apaan sih." balas Diandra.
"Beneran nih ya!" Lea mengancam Diandra.
"Ih, astaghfirullah. Iya iya!"
Diandra pun pulang bersama kedua sahabat nya yang setia dari kecil nya. Walaupun sifat Diandra cuek, Diandra masih peduli ke orang yang di sayang nya.
...***...
- Tempat Rahasia Diandra dkk
__ADS_1
"Duh," ucap Lea.
"Napa lu? Tumbenan amat panik." balas Diva.
"Ke rumah Diandra yok, feeling gua nggak enak." ucap Lea.
"Kayak nya Diandra sakit. Ayo dah, beli obat dulu biar nggak usah beli lagi." balas Diva.
Sesampainya di rumah Diandra, Lea dan Diva langsung nyelonong masuk. Karena di rumah Diandra nggak ada siapa-siapa.
Diandra memperbolehkan orang terdekat nya langsung masuk. Kecuali maling.
- Kamar Diandra
Lea meletakkan telapak tangan di dahi Diandra. Panas.
"Ya Allah, panas." gumam Lea.
Diva langsung mengompres Diandra, agar suhu badan Diandra turun.
Diandra membuka matanya perlahan, "Kok kalian ke sini?" tanya Diandra.
"Elu nggak masuk, jadi, kita kesini. Eh lu nya sakit." jawab Diva.
Lea mengangguk, "Makan dulu, kagak makan, gua siram muka lu pake aer panas."
Lea menyuapi Diandra, dengan terpaksa Diandra menerima suapan dari Lea daripada di gatak sama sahabat nya itu.
Diva memberikan minum air hangat ke Diandra.
Setelah Diandra tertidur pulas, Lea dan Diva berniat menginap di rumah Diandra. Sekalian mengurus Diandra yang sakit.
Kakak-kakak Diandra? Mereka tinggal sama ayah nya.
...***...
__ADS_1