
Diandra terbangun dari tidurnya.
"Kamu udah bangun sayang?" tanya seseorang.
Diandra menoleh, "M-mamah?"
Mamah nya tersenyum, "Iya ini mamah,"
Diandra menganga, "Aku nggak mimpi kan?"
Sang mamah menggeleng, "Nggak kok,"
"Dean mana?" tanya Diandra.
Mamah nya balas bertanya, "Dean? Siapa?"
Seketika napas Diandra tak teratur, "Jessica? Lea? Diva? Kak Al? Caca?"
"Mereka siapa, nak?" tanya mamah nya.
"Hah?"
"NGGAK!!"
...***...
"Yandra!!" tegur Dean.
Diandra langsung bangun dengan napas tak teratur. Dan langsung menghela napasnya. Diandra merubah posisi nya jadi duduk.
Dean duduk di sebelah Diandra, "Lu kenapa?"
"Gua mimpi buruk," jawab Diandra setelah napas nya teratur.
Dean menaikkan sebelah alis.
Diandra menggeleng, "N-nggak, n-nanti kepikiran."
"Nih makan dulu," ucap Dean sambil memberikan semangkuk bubur ke Diandra.
"Nggak mood, kagak mau bubur." jawab Diandra.
"Gua depak lu mau?" Dean menawarkan.
Diandra rol eyes, "Mau gua tonjok pake apaan selain tangan?"
Dean menghela napas, "Dah makan aja sih."
"Nggak mood," balas Diandra.
Dean menatap Diandra dengan tajam. Diandra menatap Dean dengan datar.
__ADS_1
"Pliss," pinta Diandra dengan puppy eyes.
"Eh astaghfirullah, mode cute. Mana nggak bisa nolak lagi." batin Dean.
"Dean pliss, nggak mau makan bubur." Diandra keukeh pake mode cute.
"Yaudah iya," jawab Dean.
Diandra tersenyum menang, dan langsung rebahan lagi.
"Heh, ngapain lu rebahan lagi?" tanya Dean.
"Gabut lah," jawab Diandra.
"Dah yok jalan ama gua!"
"Mager,"
"Gua seret lu mau?" Dean menawarkan jasa nya.
"Kambing," umpat Diandra sambil duduk.
...***...
Diandra dan Dean menuruni tangga.
Jessica menoleh, "Oy, mau kemana lu berdua?"
"Kepo lu, gua gabut mo jalan sekalian beli hape." jawab Diandra.
Caca melemparkan popcorn ke Diandra, "Sama aja itu kek malmingan!"
Diandra dengan sigap langsung membuka mulutnya, dan menangkap popcorn. "Thanks, Ca."
Caca komat-kamit.
Alsa mencibir, "Oy! Nitip dong!"
"Nitip apaan?" tanya Diandra.
"Beliin sembako!" jawab Alsa, Lea, Diva, Jessica, dan Caca.
"Sip!" balas Diandra.
Dean geleng-geleng. "Babay!"
"Bucin! Abang gua bucin!!" cibir Caca.
Dean membalas, "Jomblo! Adek gua jomblo!"
Caca langsung lempar sandal ke Dean, seketika Dean langsung lari.
__ADS_1
...***...
Diandra dan Dean kini berjalan-jalan di mall. Diandra dengan gabut langsung narik tangan Dean menuju toko hape.
"Astaghfirullah," gumam Dean.
- Toko Hape
"Mbak, saya beli hape ini aja mbak. Buruan." ucap Diandra cepat.
"Eh astaghfirullah," batin Dean.
Mbak mbak nya mengangguk, dan langsung bungkus hape nya.
"Jadi berapa mbak?" tanya Diandra.
"Jadi 4 juta aja," jawab mbak nya.
Diandra langsung kasih ATM nya, setelah selesai bayar. Mereka nyari makanan.
"Dih, kenapa nyari hape baru, Yandra?" tanya Dean sambil menyeruput minumannya.
"Gua gabut oncom kalo kagak ada hape," jawab Diandra sambil mengaduk jus alpukat nya.
Dean mencibir, "Kan lu ada iPad,"
Diandra membalas, "Kegedean nggak enak liat nya, kecuali kalo mau nonton anime emang di situ."
Dean beristighfar, "Yaudah, lu kan ada komputer, laptop, tv."
Diandra menjawab, "Kalo komputer gua pake buat main game aja, laptop buat tugas, tv kagak pernah nonton."
Game yang di maksud Diandra...
Back to story..
Dean geleng-geleng, "Game yang lu mainin di hape apaan?"
"Em El aja udah, ama mongus." jawab Diandra.
"Idih, gabut amat lu neng." ucap Dean.
Diandra terkekeh, "Emang lu kagak no life apa?"
Dean menggeleng, "Kagak, gua kan kerjaan nya setiap hari ngelamun, makan, tidur, maen hape."
Diandra langsung injak kaki Dean, "Itu juga no life dih,"
Dean terkekeh.
__ADS_1
...***...