
Diandra menarik napas nya, ia kini tengah berada di kamar. Dan berteriak kesal.
"GUA GABUT!!!"
PS. kedap suara ya semua kamar nya.
Diandra akhirnya, menyetel lagu. Tapi, lagu Jepang sedih. Diandra berusaha menahan air mata nya.
Karena tak tahan, akhirnya, air mata Diandra jatuh dengan derasnya. Diandra tersenyum miris, dan menatap keluar jendela kamar nya.
Menampilkan langit malam bertabur bintang.
Air mata Diandra tak berhenti berjatuhan. Diandra memegangi kepala nya, rasa pusing kembali menyerangnya setelah satu tahun berlalu.
Diandra dengan cepat stop lagu nya, dan menghubungi Alsa.
"Halo? Kenapa, Yandra?"
"K-kak," panggil Diandra
"Iya kenapa? Video call aja."
Diandra langsung mengalihkan panggilan, ke video call. Tak lama wajah Alsa terpampang dengan wajah bingung.
"Eh? Kenapa nangis Yandra?"
"S-sakit,"
"Yandra tenang ya, Yandra tarik napas. buang." ucap Alsa.
Diandra mengikuti perintah Alsa dengan perlahan-lahan. Setelah tenang, Diandra pun tertidur. Alsa tersenyum kecil, lalu memutuskan video call nya.
...***...
08.30. WIB.
Napas Diandra tak teratur saat ia kembali ke rumah lamanya, Jessica menggenggam tangan kanan Diandra dengan erat. Lea mengelus bahu Diandra dengan lembut. Diva menggenggam tangan kiri Diandra dengan erat juga.
Caca menaikkan sebelah alis nya, "Ketok?"
Mereka semua mengangguk, kecuali Diandra.
Tok.. tok... tok..
"Sebentar!!!"
Ceklek...
"D-Diandra?"
...***...
"Selama ini kamu kemana aja, dek?" tanya Rasyad.
"Jepang," jawab Diandra datar.
Jessica dkk? Mereka di teras rumah, karena mereka tak mau menganggu Diandra dan kedua kakak nya yang tengah mengobrol.
Rasyad hendak memeluk Diandra, tetapi Diandra menahan. "J-jangan,"
__ADS_1
Rasyad bertanya, "Kenapa jangan?"
"G-gua m-masih t-trauma s-sama e-elu," jawab Diandra terbata-bata karena ketakutan.
Rasyad menghela napas, "Kamu ke Jepang sama siapa?"
"Jessica, Caca, Lea, Diva, kak Al." jawab Diandra.
"Kak Al?" tanya Rasyad.
Diandra mengangguk, "Hm, dokter psikolog gua."
"Astaghfirullah, jadi selama ini kak Al boong?" batin Rasyad.
"Gua balik," pamit Diandra cuek lalu pergi.
Rasyad menatap punggung Diandra yang semakin lama menjauh.
Tak lama, Rasyid datang dengan wajah kebingungan.
"Assalamu'alaikum," ucap Rasyid.
"Wa alaikum salam," jawab Rasyad.
Rasyid duduk di sebelah Rasyad, "Tadi ada mobil nya Jessica. Dia ngapain?"
Rasyad menghela napas, "Kak Al selama ini boong,"
"Hah maksudnya?" tanya Rasyid.
Rasyad menjawab, "Lu tau kan kalo kak Al itu dokter psikolog?" Rasyid mengangguk.
Rasyid seketika menganga, "WHAT THE..?"
Rasyad mengangguk.
"Diandra s-sekarang dimana?" tanya Rasyid.
"Dia nggak kasih tau lokasi nya sekarang," jawab Rasyad.
"Lu bisa lacak dia?"
Rasyad menggeleng. Rasyid menghela napas, "Lu kenapa nggak cegah dia supaya dia nggak balik sebelum gua pulang?"
"Dianya sekarang lebih cuek, ngomong aja irit banget dia." jawab Rasyad.
Rasyid menghela napas.
"Dah sono, mandi gih Rasyidin." usir Rasyad.
Rasyid menginjak kaki Rasyad setelah ia berdiri dan langsung kabur.
"RESE BANGET SIH!"
...***...
Dean membuka room chat ia dengan Caca.
...Caca 🐒...
^^^WOY ^^^
__ADS_1
Saya pak?
^^^-_- ^^^
Napa sih?
nge chat tiba² langsung ngegas 3:
^^^Heh lu selama ini sekongkol ya, Diandra di bawa jauh?^^^
Heh lu lupa apa pikun bang?
Kan gw udh bilang dih:v
^^^Kapan?^^^
TAHUN LALU ONCOM 🤢
^^^Gw lupa 𓆈^^^
wkwkwk 🤣
Babay
mau nge bucin dulu
^^^Heh udah ada pacar lu ya!? ^^^
2 aja kok🙃🤗
^^^Siapa? ^^^
sama cowok yg nge rebut in J
^^^Bodoamat_- ^^^
^^^Punya adek kok gini amat_- ^^^
War yok bang🤗
^^^Ayok🐷^^^
Kambing lah yak🥺😆
^^^Wkwkw🐒^^^
Idih👻
^^^HEH RESE! ^^^
🤪
^^^*Wkwk^^^
Wkwk*
√√ Read at 14.30.
...***...
o(〃^▽^〃)o 👋
__ADS_1