ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
EP. 25 - The Story Behind Diandra Viona Citra


__ADS_3

Flashback On


Diandra menutup kedua telinga nya saat mendengar bentakan dan teriakan dari kedua orang tua nya yang selalu bertengkar setiap hari.


Diandra menatap datar kaca yang ada di kamar nya. Air mata nya perlahan-lahan jatuh. Diandra mengeraskan rahang nya, dan langsung menonjok kaca yang ada di hadapan nya.


Tangan Diandra mengeluarkan darah, tetapi Diandra tersenyum. Air mata nya berderai dengan deras.


Diandra menjambak rambut nya sendiri, meraung-raung. Dirinya stress berat karena kedua orang tuanya selalu bertengkar.


"M-mamah.. a-ayah!!" Diandra berteriak sekeras nya, walaupun masih kalah dengan teriakan mamah nya dan bentakan ayah nya.


Tok.. tok.. tok..


Jendela kamar Diandra di ketuk sebanyak tiga kali. Diandra tersenyum lebar, dan langsung mendekat ke jendela.


Lea dan Diva. Mereka yang mengetuk jendela kamar Diandra.


"Main mau nggak?" ajak Lea dan Diva dengan wajah memohon.


"Ayo," jawab Diandra.


Brak!


Seketika Lea dan Diva langsung bersembunyi di semak-semak. Karena takut ketahuan oleh kedua orang tua Diandra.


"Diandra! Kamu ikut mamah atau dia?" tanya sang mamah dengan menunjuk ayah nya.


Diandra diam, dan tak mau menjawab pertanyaan dari mamah nya karena ia takut.


"Pilih siapa Diandra!" bentak kedua orang tua nya.


Diandra menatap tajam kedua orang tua nya, "Aku nggak mau pilih salah satu dari kalian! Dan aku nggak mau ikut kalian, karena aku nggak bakal bahagia!!" bentak Diandra.

__ADS_1


...***...


Diandra waktu SD...


Diandra berjalan dengan malas karena, semua teman sekelas di jemput oleh kedua orang tua nya. Sedangkan, Diandra hanya sendiri.


"Diandra!!" pekik Lea dan Diva.


Diandra menoleh, lalu mengangkat sebelah alis nya. "Apa?"


"Bareng kita mau kagak?" ajak kedua nya.


Diandra tersenyum, "Boleh,"


Ketiga nya berjalan seiringan sambil bercanda ria, menghibur Diandra yang memiliki kepribadian pendiam sejak kedua orang tua nya bercerai.


...***...


Waktu SMP...


Diandra tersenyum kecil, "Hai juga,"


"Orang tua lu kok nggak pernah dateng pas lu bagi raport sih? Cuma kakak lu aja yang pernah dateng?" tanya nya.


Diandra menatap teman nya dengan tajam, "Lu nggak tau apa-apa, diem aja udah sono!"


"Dih, baper banget sih lu." ucap nya, bernama Nino.


"Heh, Nino! Lu emang tau apaan latar belakang gua? Nggak tau apa-apaan tapi lu malah kayak gini! Otak di pake kagak pak!?" ucap Diandra.


Lea samar-samar mendengar Diandra bertengkar dengan seseorang, ia terbelalak (kaget) dan langsung menarik Diva.


"Aduhh, apaan sih, Le?" tanya Diva.

__ADS_1


"Diandra berantem kambing," jawab Lea.


Lea langsung menarik Diandra yang hendak menonjok Nino, "Weh, sabar, Diandra. Ni masih sekolah atuh astaghfirullah, ntar di DO!" ucap Lea.


Diva menarik Nino, "Lu jangan bikin Diandra emosi dong. Bisa-bisa elu bonyok ntar!"


Mata Diandra memerah, dan matanya menatap tajam ke arah Nino.


Lea pun menarik Diandra menjauh. Diva meminta maaf ke Nino.


"Sorry, Nino. Diandra sensi kalo di bahas tentang keluarga nya. Maafin Diandra ya, No." ucap Diva lalu pergi.


...***...


Diandra menatap datar kedua sahabat nya, "Kenapa narik?" tanya nya datar.


Lea melotot, "Heh, oncom! Kalo lu nonjok si Nino, yang ada lu di DO. Secara kan si Nino cucu nya kepsek!"


Diandra terkekeh sinis, "Eh, walaupun dia cucu kepsek, dia nggak berhak ngatain gua baper lah apa lah. Dia nggak tau latar belakang gua sebagai anak broken home!"


Diva menatap Diandra, "Diandra." panggil Diva lembut. "Kalo lu begini terus, justru lu yang bakal capek sendiri. Capek sama semuanya, gua mau lu bangkit. Nggak papa kalo sifat lu cuek, datar, dingin. Tapi, setidak nya elu bangkit dari keterpurukan elu." lanjut Diva.


Diandra terdiam, "Gua nggak tau cara nya bangkit. Dan mereka masih seenak nya ngatain gua."


Lea menghela napas, "Nah, maka dari itu. Lu coba kontrol emosi elu. Sabar aja kalo ada yang bahas keluarga lu. Tapi, kalo emang dia udah kelewatan. Yaudah, lu bales, tapi jangan nonjok juga dong."


Diandra menunduk, "Kesabaran gua udah abis walaupun masih awal-awal,"


Lea dan Diva terdiam. "Kita kasih motivasi buat lu,"


"Apa?" tanya Diandra.


"Kadang ketika kamu berada di tempat gelap, kamu pikir kamu terkubur. Tetapi, sebenarnya kamu telah di tanam." ucap Lea dan Diva sambil tersenyum ke Diandra.

__ADS_1


...***...


__ADS_2