
2 Bulan kemudian...
Diandra terbangun, kali ini, napas nya teratur, dan nggak teratur. Walaupun baru 2 bulan berjalan pengobatan nya, Diandra sekarang ngerasa lebih baik.
Diandra dengan cepat menuju kamar mandi, dan mencuci muka, setelah itu ia ke pergi ke ruang tamu.
Diandra tiduran di karpet, karena males duduk, tiba-tiba, ada yang mengagetkan nya.
"Diandra, ngapain lu?"
"Astaghfirullah al azim," ucap Diandra.
Jessica terkekeh, "Maap maap, lu ngapain?"
"Gabut di kamar," jawab Diandra.
"Eh, oncom. Ini masih jam empat pagi astaghfirullah." ucap Jessica sambil rebahan di sebelah Diandra.
"Gua ke bangun kambing," balas Diandra.
"Idih, mimpi kagak?" tanya Jessica.
"Mimpi lah," jawab Diandra.
"Apaan?" Jessica bertanya terus.
"Gelap semua, item." Jawaban dari Diandra membuat kepala nya di jitak sama Jessica.
"Idih, bodo banget lu." cibir Jessica.
Diandra terkekeh kecil, "Lu ngapain bangun jam segini?"
"Gua bergadang buat tugas," jawab Jessica.
"Tugas apaan?" Diandra menoleh ke Jessica bentar, lalu mengalihkan pandangan nya.
"Tugas bergadang, main game, makan, main hp, nge live." jawab Jessica.
Diandra menoyor kepala Jessica, "Dasar,"
Jessica terkekeh.
...***...
Diandra mencolek bahu Caca, Caca langsung menolehkan kepala nya. Dan bertanya, "Yoi kenapa?"
"Gua pamit jalan ya," pamit Diandra.
__ADS_1
Caca mengerutkan kening nya, "Mau gua temenin nggak?" tanya Caca.
Diandra menggeleng, "Nggak usah, jaga rumah ya. Lu mau nitip sesuatu?"
Caca mengangguk.
Diandra menaikkan sebelah alis.
"Jaga diri, jangan lupa makan, kudu minum, jangan minum obat penenang terus." jawab Caca.
Diandra tersenyum, lalu mengangguk, dan mengacak-acak rambut Caca, dan langsung kabur.
"HEH RESE!" pekik Caca.
Diandra tertawa lalu menutup pintu.
Diandra berjalan dengan santai, tetapi, ia memakai masker, karena ia mengetahui Dean ke Jepang, dari Caca.
Diandra pergi ke toko Pocky, dan langsung mengambil beberapa pocky buat cemilan di rumah. Setelah itu, Diandra jalan santai lagi.
Bruk!
Diandra terbelalak, dan juga orang yang di tabrak Diandra.
"Maaf," kata Diandra dalam bahasa Jepang.
"Wait," ucap nya.
(Tunggu)
Diandra menundukkan kepala nya, lalu menggeleng.
Diandra mendongak, dan menatap Dean dengan takut. Dean. Orang yang di tabrak Diandra.
"Where did you come from?" tanya Dean.
(Dari mana lu berasal?)
"From Indonesia," jawab Diandra pelan.
(Dari Indonesia)
"Diandra?" tanya Dean.
Diandra menggeleng, "Siapa?" tanya Diandra balik, tetapi ia sedikit merubah suara nya.
"Diandra kan bisa rubah suaranya, dan dia juga pinter ngerubah suara." batin Dean.
__ADS_1
Dean mengulurkan tangan nya, "Gua Dean,"
Diandra mengangguk, lalu membalas uluran tangan Dean. "Putri,"
Setelah itu Diandra langsung melanjutkan langkahnya, membuat Dean merasa sedikit bingung, dan merasa nggak asing.
...***...
- Cafe
Dean video call sama Caca.
"Apaan? Tumbenan amat lu nelpon gua." ucap Caca.
"Masa tadi gua kayak ngeliat Diandra gitu dah, terus, gua ajak kenalan, namanya Putri."
"Iya? Nggak mungkin lah, kan kak Diandra ilang. nggak tau kemana." balas Caca.
"Tapi tatapan nya itu yang sama. Dan tatapan nya sama kayak Diandra." Dean keukeh.
"Weh, bang. Gua kasih tau ya, kak Diandra, kan nggak ada yang tau keberadaan nya." Caca menatap Dean dengan dalam.
"Tapi gua yakin, kalo dia itu Diandra, Caca." Dean menghela napas.
"Bang dengerin gua ya, jangan lu sedih berlarut kayak gini, bang. Gua jadi takut lu bakal kayak kak Diandra, nyoba bunuh diri." ucap Caca.
Dean mengacak-acak rambut nya, "Gua harus gimana, Ca?"
"Lu harus n-"
*Ceklek..
"Caca! Kok lu di pa*-"
Caca tiba-tiba langsung mematikan panggilan video call nya. Dean melotot, karena di belakang Caca, Diandra.
...Caca 💩 ...
^^^*Ca?^^^
^^^tu Diandra kan?^^^
Sorry bang
Gw sibuk mau kerjain tugas dulu*.
^^^Caca!^^^
__ADS_1
√ 08.30.