
"Jadi gini..."
Flashback On
Caca membanting pintu utama dengan keras, membuat Dean menoleh dan bertanya. "Kenapa lu?" tanya Dean.
Caca menggeleng cuek, dan langsung mendekat ke Dean. Dean berdiri dan mengangkat sebelah alis nya. Caca langsung menonjok bahu Dean sekuat tenaga nya.
Dean menatap Caca dengan tajam, "Maksud lu apa?"
Caca menampar pipi Dean, "Maksud lu apaan bikin kak Yandra masuk RS lagi hah? Kak Yandra masuk RS karena mau nyoba bunuh diri lagi setan!" teriak Caca.
"Tadi Jess, sekarang elu, Ca?" ucap Dean frustasi.
"Ngapain lu frustasi?! Nggak ada faedah nya weh! Karena lu! Karena lu lagi, kak Yandra sakit!" ucap Caca marah.
"Ca! Gua nggak tau kalo Yandra masuk RS." Dean menatap Caca dalam.
Caca menendang meja, "Ya nanya ke siapa kan bisa! Lu ada tangan kan? Ada mulut? Ada otak kagak lu!"
"Caca!' bentak Dean. " Lu semakin berubah abis pulang nya Yandra! Apa Yandra hah yang bikin lu berubah sikap nya?!" lanjut Dean.
Caca dengan cepat langsung menampar pipi Dean, "Jaga omongan! Gua berubah karena bacotan lu yang nggak tau apa-apaan. Tapi bisa nya langsung ngomong aja sebelum tau kebenaran nya!"
"Caca!!" bentak Dean sambil mencengkram pipi Caca.
Caca mengeraskan rahang nya, dan langsung mencengkram kedua pergelangan tangan Dean. Kaki nya ia injak kaki Dean.
"Inget, nggak usah nyari gua! Dan gua benci lu mulai sekarang!"
Setelah mengatakan itu, Caca langsung pergi.
Flashback Off
"Jadi gitu Ci," ucap Caca.
__ADS_1
Jessica menghela napas, "Tapi kenapa kudu nonjok juga, Ca, btw?"
"Gua emosi kambing," cibir Caca.
Jessica terkekeh.
...***...
Diandra berjalan tak tentu arah, dan memegangi kepala nya sambil berteriak-teriak ketakutan karena ia sendirian.
"Jess!! Lea!! Diva!! Caca!! Kakak!! Kak Al!! Mamah!! Ayah!!" teriak Diandra ketakutan.
"Diandra," panggil seseorang.
Diandra menoleh.
"Sini, ikut mamah sayang."
Diandra tersenyum, dan mengikuti mamahnya.
Diandra memberhentikan langkah nya, dan langsung menyadari bahwa Jessica memanggil nya.
"Jess? Lu dimana?!"
"Yandra! Sadar bangun!! Jangan tinggalin kita!"
Kini suara nya Diva, Diandra semakin kebingungan.
"Mah, itu ada suara sahabat Diandra, tapi mereka dimana? Terus aku juga dimana mah?" tanya Diandra bingung.
"Kamu kan mau bareng sama mamah, mereka nggak manggil kamu kok." jawab mamah nya.
"Tapi Diandra mau ikut mereka," Diandra tersenyum kecut.
"Tapi, Diandra mau tinggalin mamah sendirian di sini?" tanya mamah nya.
__ADS_1
Diandra menggeleng.
"Jadi, kamu pilih sahabat kamu atau mamah sayang? Kalo sama mamah kamu bakal bahagia, kalo sama mereka yang ada kamu tersiksa." ucap mamah nya.
"Tapi mah, aku sembuh dari depresi karena mereka mah." balas Diandra.
"Jangan percaya, Diandra! Mereka itu jahat!"
"NGGAK MEREKA NGGAK JAHAT MAH!"
"Diandra, kenapa kamu bentak mamah?"
"Mamah dulu juga bentak aku!"
"Diandra, ayo ikut mamah."
"Yandra! Jangan!! Diandra Viona Citra!!! Bangun Yandra!!!"
...***...
Diandra seketika membuka matanya, napas nya tak teratur. Air matanya berderai deras. Diandra menangis seketika. Ia merubah posisi nya menjadi duduk.
"Lu kenapa, Yandra?" tanya Jessica sambil memeluk Diandra.
Lea, Diva, dan Caca ikutan memeluk Diandra.
"M-mamah," Diandra meraung-raung.
"Yandra, jangan pergi sama mamah lu." Lea mengelus kepala Diandra.
"Jangan nangis lagi,"
"D-Dean mana?" tanya Diandra.
"Dah pergi nggak tau kemana," jawab Jessica, Lea, Diva, dan Caca kompak.
__ADS_1
...***...