ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
62 - NGGAK PAPA? (S2)


__ADS_3

Diandra membuka matanya, saat merasa kedua tangannya di genggam oleh dua orang.


Diandra tersenyum saat, kedua kakaknya menggenggam tangannya. Ia langsung memainkan rambut kedua kakak nya dengan gemas.


"Ng.." lenguh Rasyad dan Rasyid.


Diandra melotot, dan langsung pura-pura tidur lagi.


"Siapa sih, jail bet." gumam keduanya.


Diandra terkekeh dalam hati. Dan langsung lanjut lagi mainin rambut kedua kakak nya dengan mata terpejam.


Rasyad dan Rasyid akhirnya membuka mata pelan-pelan. Dan langsung tersenyum kecil.


"Jail bet sih kamu dek," ucap kedua kakaknya.


Diandra membuka matanya, "Eh?"


"Adek," Kedua kakaknya menatap Diandra.


Diandra menaikkan sebelah alis nya, dengan wajah yang datar. Dan tatapan nya dingin.


"Nah kan balik," batin keduanya.


"Nggak papa kan?" tanya Rasyad.


Diandra mengangguk singkat seraya mengalihkan pandangannya.


"Dek, kamu ngambek apa gimana?" tanya Rasyid.


"Menurut kakak?" Diandra tanya balik.


"Adek,"


Diandra mengangkat sebelah alis nya.


"Kenapa sih? Kok lebih dingin lagi?" tanya Rasyad dan Rasyid.


"Nggak tau," jawab Diandra cuek.


Rasyad melirik Rasyid, Rasyid mengangguk pelan.


"Em.. dek, kita ke toilet dulu ya. Kamu di sini dulu. Jangan kemana mana." ucap kedua kakak nya.


Diandra mengangguk singkat.


- Taman Belakang RS


Rasyad dan Rasyid sengaja nggak ke toilet, karena ada yang mau di omongin.


"Gila, tambah dingin aja si adek." ucap Rasyad.


"Dia kenapa ya?"


Rasyad mengangkat kedua bahu, "Kayaknya, karena si Dean deh."


"Maksud nya?" tanya Rasyid.


"Iya, kan si Kayla tuh nikahnya sama si Dean. Adek cemburu kali." jawab Rasyad.

__ADS_1


"Bisa jadi bisa jadi," balas Rasyid.


"Bisa jadi bisa jadi ae!" cibir Rasyad sambil geplak bahu Rasyid.


"Ih! Apaan sih!"


"Terus gimana biar si Yandra nggak dingin lagi?" tanya Rasyad.


"Kasih cemilan aja, palingan juga mau dia." jawab Rasyid.


"Eh oncom! Kagak lah!" ucap Rasyad.


"Terus?"


"Kita kasih Dean nya aja,"


Rasyid lantas langsung jitak kepala Rasyad. "Dih, gimana sih? Dean dah nikah oncom!"


"Aww, iya tau! Biarin si Dean ngobrol dulu sama adek." jawab Rasyad.


"Nggak ah, tau sendiri kan, kalo si Kayla orang nya cemburuan banget." ucap Rasyid.


"Eits kata siapa?" tanya Rasyad.


"Kata abang mu," jawab Rasyid.


"Nggak tuh, nih." Rasyad menyodorkan hp nya ke Rasyid.


Rasyid langsung liat. Dan langsung jitak kepala Rasyad lagi.


"Yaudah terserah mu!" balas Rasyid.


"Dih,"


...***...


Tatapan nya semakin dingin dan datar. Diandra langsung membelakangi Dean. Dan menarik selimut nya hingga kepala.


"Yandra," panggil Dean.


Tak ada sahutan dari Diandra.


"Diandra Viona Citra," panggil Dean sekali lagi.


Diandra masih keukeh nggak mau jawab.


"Ada cemilan nih," pancing Dean.


"Jangan percaya, Yandra. Dia kang ngibul emang." batin Diandra.


"Beneran nggak mau? Yaudah." ucap Dean.


"Ngapain lu kesini?" tanya Diandra cuek tanpa menatap Dean, dan masih sama dengan posisinya.


"Ya.. di suruh kakak lu lah."


"Pergi," usir Diandra.


"Yandra," panggil Dean.

__ADS_1


"Dah lah. Gua trauma ngomong ama lu. Pergi aja sono, urusin si Kayla yayang lu tuh. Pergi." usir Diandra.


Dean menghela napas, "Kayla sama gua udah cerai,"


"Bodoamat, nggak percaya." jawab Diandra.


"Ya iya lah oncom, ngapain lu percaya gua? Musyrik yang ada." Dean mencibir.


Diandra tak menjawab cibiran Dean.


"Lu kenapa sih? Ngambek?" tanya Dean.


Diandra lantas langsung merubah posisinya, dan duduk. "PERGI NGGAK! CAPEK GUA!"


Dean mengerutkan kening nya. "Kenapa?"


Diandra langsung menatap Dean dengan tajam, "Oh lu nanya gua?"


Dean menghela napasnya, "Kenapa sih?"


"Gua ada salah apaan sama lu, sampe lu nyakitin hati gua?" tanya Diandra.


Dean menjawab, "Ya.. salah lu banyak!"


"Gua salah, apakah elu bener?" tanya Diandra.


Dean bungkam.


Diandra terkekeh sinis, "Nah, sekarang lu bisa pergi kan?"


"Nggak,"


"LU ADA KUPING KAN? PERGI SONO!" usir Diandra marah.


Dean berdiri dari duduk nya, dan langsung berjalan menuju pintu.


"Yaudah, nggak usah kangen ya." ucap Dean.


Diandra memekik, "IH!"


Dean terkekeh, dan menoleh, "Kenapa?"


Diandra melemparkan bantal, "TAU LAH NGGAK PEKA BODOAMAT!"


Dean lantas langsung tertawa. Diandra menatap Dean dengan tajam.


Dean nyengir, "Babay!"


"HEH!!" Diandra beranjak dari kasur, dan langsung jewer telinga Dean saat di deket Dean.


"Eh! Sakit oncom!"


"LU NGESELIN BANGET SIH!" ucap Diandra marah.


"Napa sih? Ngegas amat dah lu!" balas Dean.


Diandra langsung menginjak kaki Dean, dan berjalan menuju kasurnya lagi.


"Dah sono hus hus! Pergi!" usir Diandra lalu menarik selimut nya, dan membelakangi Dean.

__ADS_1


"Lah?" batin Dean.


...***...


__ADS_2