ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
61 - KECELAKAAN (S2)


__ADS_3

Rasyad dan Rasyid dengan berlari langsung mendekat ke Jessica dkk.


"A-adek gua mana?" tanya kedua nya kompak.


"Telat lu oncom, wong Yandra udah keburu berangkat!" jawab Alsa.


"Ngegas amat lu, kak." Rasyad menatap Alsa dengan jahil.


Alsa lantas langsung jitak kepala Rasyad. Rasyad meringis.


"Aww, sakit kak." Rasyad mengelus kepala nya yang kesakitan.


Mereka geleng-geleng.


...***...


Diandra terbangun dari tidurnya, karena ada pengumuman penting didalam pesawat.


Diandra menoleh, "Maaf mbak, ini kenapa ya?" tanya Diandra ke salah satu pramugari.


"Pesawat mengalami kerusakan mesin, mbak." jawab nya.


"T-terus ini gimana mbak?" tanya Diandra.


"Mbak ikutin aja, panduan dari kami mbak." jawab pramugari tsb.


Diandra langsung memakai pelampung, dan masker oksigen saat di beri panduan oleh beberapa pramugari.


"Semua nya nunduk!!"


Diandra menunduk. Posisinya adalah, kedua tangan di bawah lutut. Dan badan di bungkuk kan. Itu akan membuat aman dari kecelakaan pesawat.


Byur...


Diandra memejamkan matanya. Saat air menerobos masuk kedalam pesawat, ia tak sempat menyelamatkan diri. Karena rata-rata penumpang di pesawat, pada panik semua.


Diandra mulai kehabisan napasnya. Diandra menoleh ke kanan kiri. Diandra berusaha menahan dirinya, agar tak kehilangan kesadaran.


Diandra langsung bergerak, mencari jalan keluar. Saat ketemu jalan keluar. Diandra langsung keluar dari pesawat.


Di luar pesawat, banyak penumpang yang mengambang di air. Mereka berpegangan ke sayap pesawat. Diandra langsung memegang sayap pesawat.


"Ya Allah," batin Diandra ketakutan.


***


"Halo pemirsa. pesawat xxx nomor 128 mengalami kecelakaan, karena kerusakan mesin. Penumpang yang berjumlah, 203 orang, meninggal 194 korban, dan yang selamat hanya 9 jiwa saja yang selamat dari kecelakaan pesawat ini."


Jessica menjatuhkan remote tv nya.


Caca yang dari tadi memakai headset langsung menoleh, "Lu kenapa, Ci?"


"Yandra!!" teriak Jessica.


Caca panik, dan langsung menoleh ke tv. Caca langsung berteriak.


"NGGAK!"


Diva dan Lea langsung menuju ruang tamu, dan bertanya-tanya.


"Kenapa, Jess, Ca?" tanya kedua nya.


"Y-Yandra, Le, Va." Jessica mengacak-acak rambutnya.


"NGGAK MUNGKIN!" ucap keduanya saat mendengar berita.


Di mobil..


"Halo kenapa?" tanya Kayla.


"Kay! Lu bisa ke RS xxx nggak?" tanya Diva cepat.


"Siapa yang sakit?"


"Yandra! Dia kecelakaan pesawat!"


"APA?!"


"Gua otw ke sana!"


"Okeh, janjian di parkiran B!"


"Okeh!"

__ADS_1


Tut..


Sesampainya di RS, mereka menunggu Kayla. Tak lama, Kayla datang bersama Alsa.


"Dean mana, Kay?" tanya Jessica.


"Dia.. sama bang Rasyad dan bang Rasyid." jawab Kayla.


"Terus kenapa kagak di kasih tau?" tanya Caca.


"Mereka asik kumpul, jadi nanti aja." jawab Alsa.


"Yaudah kita langsung ke sana!"


Mereka semua langsung menuju kedalam rumah sakit. Mereka mencari-cari informasi tentang korban kecelakaan pesawat.


"Mas! Saya mau liat daftar korban kecelakaan pesawat xxx!" ucap Jessica.


Mas-mas tsb memberikan daftar korban kecelakaan pesawat.


Jessica langsung teliti mencari nama Diandra, di daftar korban.


"Diandra Viona Citra.."


Kayla melirik kertas nya, dan langsung menunjuk salah satu daftar korban.


"Ini, Yandra!" ucap Kayla.


"Mana?"


"Di daftar korban selamat, di ruangan 205."


"Kita langsung ke sana!" ucap Jessica setelah mengembalikan daftar korban.


- Ruangan 205


Caca datang duluan, "Sus,"


"Iya dek kenapa?" tanya salah satu suster.


"Sus, ada atas nama pasien nya Diandra Viona Citra nggak?" tanya Caca.


Seseorang yang mendengar nama nya di sebut, langsung bangkit dari tidurnya. Dan langsung memanggil.


"Ca-Caca!"


Caca langsung memeluk Diandra dengan erat, "K-kak!"


Diandra tersenyum kecil, walaupun bibir nya agak pucat.


Caca menangis di dalam pelukan Diandra. Diandra mengelus kepala Caca.


"Gua bilang a-apa! J-jangan p-pergi, Kak!!" ucap Caca.


Air mata Diandra ikut menetes.


***


"Aduh, Caca kemana sih." ucap Alsa.


"Kan ruangan Yandra di 205! Kenapa kita arahnya ke kantin oncom!" ucap Diva.


"Oh iya astaghfirullah,"


Mereka semua menuju ruangan 205. Saat sampai, mereka semua mencari-cari Caca dan Diandra.


Ekor mata Kayla melirik seseorang yang memeluk seorang pasien.


"I-itu Caca," ucap Kayla.


Mereka semua menoleh, dan langsung mendekat ke Caca dan Diandra.


Mereka berhamburan kedalam pelukan Diandra.


"Yandra!! Untung aja lu selamat, astaghfirullah al azim!" ucap Alsa.


***


Dean menelpon Kayla. Tetapi, nggak di angkat. Ia mencoba menelfon Kayla lagi, tetapi nggak di angkat.


22.00.


Dean mengambil hp nya, ia ingin bermain sosmed. Tetapi, langsung di telpon oleh Kayla.

__ADS_1


Kayla is calling...


Dean mengangkat telfon nya.


"Lu dimana sih, Kay? Dah malem lu nggak balik?"


"Dean,"


"Apa?"


"Bisa ke RS xxx nggak?"


"Ngapain?"


"Yandra kecelakaan pesawat,"


"HAH?!"


"Buruan dateng, nanti langsung ke ruangan VVIP 4 nomer 405."


"Yaudah tunggu, gua otw."


Tut...


Dean langsung mengechat Rasyad.


...Bang Rasyad...


^^^Bang^^^


Ya kenapa?


Ke RS skrg


RS?


Ngapa?


^^^Yandra kecelakaan pesawat^^^


HEH


lu jgn ngelawak😭


^^^Beneran bang!^^^


^^^di rs xxx^^^


^^^gc buruan^^^


...***...


Rasyad, Rasyid, dan Dean dengan cepat langsung menuju ruangan VVIP 4 nomor 405. Dean mengetuk pintu.


Pintu terbuka, menampilkan Alsa yang membuka pintu dengan mata sembab.


Mata mereka langsung menatap Diandra yang terbaring. Rasyad dan Rasyid langsung menuju Diandra, dan memeluk adik kesayangan nya.


Air mata mereka berderai dengan deras. Air mata mereka membasahi baju Diandra. Jessica mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


"Untung lu selamat, Yandra. Semoga lu baik-baik aja, supaya kita ada penyemangat nya. Yaitu.. senyuman lu, Diandra Viona Citra." batin Jessica.


Dean beralih ke Kayla, yang tengah mengelus bahu Caca. Caca masih sadar, dan matanya sembab. Dean masih diam di tempatnya.


Dalam hitungan detik, Dean seketika Dean pingsan. Untuk pertama kalinya.


"Abang!" pekik Caca.


"Dean!" pekik Jessica, Kayla, dan Alsa.


...***...


"Keadaan abang saya gimana, Dok?" tanya Caca.


"Keadaan nya baik-baik aja, dia hanya syok aja."


"Dia nggak perlu di rawat kan, Dok?"


"Nggak perlu,"


"Okeh, makasih."


Dokter tsb tersenyum dan mengangguk, lalu pergi.

__ADS_1


"Aww, gila! Ganteng si dokter nya. tapi beda jauh kek nya." batin Caca.


...***...


__ADS_2