ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
EP. 6 - Persiapan


__ADS_3

"Diandra!! sini!!" panggil Rasyid dan Rasyad.


Diandra berjalan ke ruang tamu. Lalu duduk di sofa.


"Kenapa?" jawab Diandra.


"Bagi raport kapan?" tanya Rasyad.


"Hari Rabu," jawab Diandra.


"Oh okeh," balas kedua kakaknya.


"Apa sih?! Aneh ih!" cibir Diandra.


************************************


"Aku ranking berapa?" tanya Diandra.


"Ciye, ranking satu mulu nih ye." jawab Rasyad dan Rasyid sambil menoyor pela kepala Diandra.


Diandra sedikit berdecak. Lalu menginjak kaki kedua kakaknya. Membuat Rasyad dan Rasyid meringis.


"Sakit!" ringis keduanya.


"Salah kalian lah, wkwkw." jawab Diandra.


"Rese kamu dek!" cibir Rasyad dan Rasyid.


************************************


**Dean


Dean


- Diandra


You


- ?


Dean


- singkat amat


You


- apa?


Dean


- gue ke rumah lo ya


You


- y


Dean


- ih


You


- Iya Deandra Vero Devan


Dean


- okeh, otw


You


- hm


√√ Read at 06.13**


Diandra berjalan menuju kamarnya. Setelah selesai berganti baju, ia menunggu Deandra menunggu ke rumah nya.


"Mau kemana dek?" tanya Rasyid tiba dari kamar mandi.


"Nggak tau, Deandra nyuruh." jawab Diandra.


"Kaka yakin, pasti kode." ejek Rasyid.


"Matanya mau di kasih sambel ya?" tanya Diandra kesal.


"Idih, masa kesel?" tanya Rasyad tiba-tiba.


"Ya abis, bilang kode." jawab Diandra.


"Idih, kamu tuh di ajak karena, kakak sama Rasyad tuh nyuruh dia buat nyari baju, sama bikin undangan!" ujar Rasyid.


"HAH?! YANG BENER AJA?!" tanya Diandra.


"Bener elah dek dek," jawab kedua kakaknya.


Diandra berdecak, tak lama, Deandra datang dan langsung membuat Diandra membeku. Lalu ia pun ikut Deandra.


************************************


"Baju udah, undangan nya mau gimana?" tanya Deandra.


"Desain sendiri aja," jawab Diandra.


"Gimana caranya?" tanya Deandra.

__ADS_1


"Ada yang buat gambar nya di rumah," jawab Diandra.


"Mau bikin sekarang?" tanya Deandra.


"Ayo, tapi makan dulu. laper." jawab Diandra.


"Laper mulu perasaan," cibir Deandra.


"Bomat!" jawab Diandra.


Saat sampai di restoran, yaitu di Marugame Udon. Ya kan si Diandra nya wibu, jadi nya ya makan di situ.


"Pesen apaan?" tanya Diandra.


"Yang itu aja," jawab Deandra.


Setelah memesan makanan, dan makanannya udah ada di nampan. Diandra pergi mengambil minum.


Tapi, saat berbalik, ada Deandra. Yang membuat Diandra kaget.


"Eh ayam ayam, kagetin aja!" gerutu Diandra.


Deandra terkekeh, lalu membantu Diandra membawa minuman. Setelah selesai makan, mereka keliling mall dulu.


Setelah selesai, mereka pulang ke rumah. Alias ke rumah Diandra buat desain undangan nya.


************************************


"Lah? Kok udah balik?" tanya Rasyid.


"Iya, kan desain undangan nya di rumah aja." jawab Diandra.


"Yaudah, bye." balas Rasyid.


"Lah? kakak mau kemana?" tanya Diandra.


"Ohh, mau kerumah Deon. Sama Rasyad, dia udah nunggu di mobil. babay adek." jawab Rasyid.


Diandra menghela napas nya, "Bentar, ganti baju dulu." kata Diandra.


Deandra mengangguk, tak lama dari itu Diandra kembali dan memakai baju biasa. Kaus putih oblong, dan celana panjang berwarna abu-abu.


"Dean," panggil Diandra.


"Hah, iya bentar." jawab Deandra.


Saat Deandra masuk kekamar Diandra, seketika ia langsung terdiam sejenak. Lalu ia mengikuti Diandra.



"Woy! ngapain cengo?!" tanya Diandra yang langsung membuat Deandra tersadar.


"Ih, bikin kaget aja!" Deandra berdecak.


"Tema nya mau kayak apaan?" tanya Diandra.


Diandra melotot ke Deandra, "Terserah, mau tema apa aja. asalkan jangan anime." ujar Deandra.


"Idih pede banget pake tema anime," kata Diandra.


"Lah terus apa dong?" tanya Deandra.


Diandra sengaja tak memberi tahu Deandra. Membuat Deandra mencubit pipi kanan Diandra.


"Kasih tau dulu baru di lepas," ujar Deandra.


"Surprise pokoknya!" jawab Diandra.


"Yaudah nggak bakal di lepas," kata Deandra.


"Ih," gerutu Diandra.


"Buru kasih tau," ujar Deandra.


"Nanti dulu," jawab Diandra.


"Nggak mau," balas Deandra.


"Ih rese amat!" gerutu Diandra.


"Yaudah kasih tau," suruh Deandra.


"Nanti engga surprise!" jawab Diandra.


"Biarin aja," balas Deandra.


"Minta di depak?" ancam Diandra.


Deandra menarik tangannya dari pipi Diandra. Membuat Diandra nyengir ke Deandra. Sedangkan Deandra menempeleng kepala Diandra.


"Ih!" gerutu Diandra.


"Lama ih, buru desain." Deandra mengalihkan topik pembicaraan.


Mereka memilih tema hitam putih, dan, adat nya adalah Adat Jawa. Karena, Diandra Jawa dan Inggris, sedangkan Deandra Jawa dan Jepang. Jadi campuran.


************************************


"Diandra Viona Citra!! Woy!!! Diandra!!! bangun woy!!!!" teriak kedua kakaknya.


"Kalem kak, udah bangun ini astagfirullah!" jawab Diandra.


"Hehe, kirain belum. ayo jalan." ajak Rasyid dan Rasyad.

__ADS_1


"Idih,"


************************************


"DOR!"


"Eh ayam ayam!" Diandra refleks kaget dan menoleh ke belakang.


"Ih! bikin kaget terus!!" gerutu Diandra pada kedua kakaknya.


"Aduh aduh, sakit dek." ringis Rasyad dan Rasyid.


"Bentar, ini siapa kak?" tanya Diandra pada dua cewek yang di belakang kedua kakaknya.


"Ini Riana pacar kakak," kata Rasyad.


"Nah, Reana pacar kakak." kata Rasyid.


"Kok mirip muka nya?" tanya Diandra.


"Kembar juga et dah," jawab Rasyad dan Rasyid.


Diandra nyengir, "Halo, aku Reana." kata Reana.


"Aku Riana," kata Riana.


"Diandra hehe," jawab Diandra.


"Nah, puas dek?" tanya Rasyid dan Rasyad.


"Maksud nya?" tanya Diandra balik.


"Idih, udah sana balik. sama doi aja." usir Rasyid.


"Kakak minta di gatak?!" ancam Diandra.


"Idih, lagi datang bulan dek?" tanya kedua kakaknya.


"Ih, yaudah, bye. aku pergi bye. kalo ke kunci, jangan salahin aku." balas Diandra lalu melengos pergi.


************************************


"Kenapa sendiri?" tanya seseorang tiba-tiba.


"Ayam ayam!" Diandra menoleh ke belakang, ternyata Deandra.


"Kenapa sendirian?" tanya Deandra.


"Di usir sama kak Rasyad kak Rasyid," jawab Diandra.


"Pasti bareng pacar nya ya?" tanya Deandra.


"Iya," jawab Diandra tak sadar. Lalu tersadar. "Lah?! kok tau?" tanya Diandra.


"Ada deh, kan kak Reana sama kak Riana kakak sepupu." jawab Deandra.


Diandra terkekeh. "Kenapa bisa tau kalo gue ada di sini?" tanya Diandra.


"Dari GPS hape lu lah," jawab Deandra.


Diandra mendengus.


"Dih, bau." kata Deandra tiba-tiba.


"Dih enggak tau, lu kali yang bau." balas Diandra.


"Dih, enak aja. Gua wangi." Deandra memutar kedua bola mata nya.


Diandra mengerutkan kening nya, lalu menggeleng. Diandra memajukan kepala nya, Deandra langsung jitak kepala Diandra.


"IH! RESE!" gerutu Diandra.


"Wkwkwk," Deandra terkekeh kecil.


Diandra menginjak kaki Deandra dengan kesal. Lalu ia melengos pergi. Membuat Deandra mengejarnya.


************************************


Deandra melirik Diandra yang tertidur pulas saat berada di mobil. Ia sedikit tersenyum saat melihat wajah lucu Diandra.


Tapi, setelah itu dia kembali mendatarkan wajahnya. Lalu melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata. Tak ingin mengganggu tidur Diandra.


************************************


Deandra masuk ke dalam kamar Diandra. Setelah izin dari calon kedua kakak ipar nya. Lagi-lagi ia di buat membeku saat Diandra tidur.


Setelah meletakkan Diandra di kasur. Deandra beristirahat sejenak dulu, ia membuka handphone nya.


Lima menit setelah itu, Diandra membuka matanya.


"Udah bangun?" tanya Deandra.


Diandra menoleh, "NGAPAIN DI KAMAR GUA?!" tanya Diandra.


"Kan lo tidur tadi, yaudah gue bawa ke sini, abis itu maen hape." jawab Deandra.


"Kamar cewek astaghfirullah!" gerutu Diandra sambil melempar bantal ke Deandra.


"Kalem kalem! tadi kan biasa aja!" ucap Deandra.


"Kan tadi, udah lewat kambing." jawab Diandra sambil mengusir Deandra.


"Idih, pelit amat!" gerutu Deandra.

__ADS_1


"Bodoamat!" jawab Diandra.


************************************


__ADS_2