ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
EP. 16 - Makanan


__ADS_3


Cafe



"Jadi gitu," ucap Diandra saat di akhir ucapan nya.


Diva mangut-mangut, "Yaudah lah sabar aja, mungkin kakak lu nggak tau persis kejadian nya kek apaan."


Lea mengangguk setuju, "Nggak papa udah, tenang kalo elu lagi sedih, kita denger curhatan elu kok :v tenang aja."


Jessica menimpali, "Gimana kita ke Dufan aja?"


Lea menoyor kepala Jessica, "Weh, Jess. Diandra ada trauma weh. Hampir ke culik orang waktu bocil."


Jessica menganga, "What!?"


Diandra cengengesan, "Nyaring banget astaghfirullah,"


Jessica nyengir, "Tapi kejadian nya waktu elu umur berapa weh?"


Diandra mengangkat kedua bahu, "Lupa gua,"


Diva geleng-geleng, "Ke pantai aja gimana?"


Diandra menjawab, "Mabok laut gua astaghfirullah,"


Lea membalas, "Sky diving aja gimana?"


Diandra menjawab, "Phobia ketinggian,"


Jessica terkekeh, "Ke Bandung aja gimana? Bogor? Jepang? Korsel?"


Lea yang duduk di sebelah Jessica, langsung menyenggol lengan Jessica. "Heh kejauhan itu, mending di dalem negri!"


Jessica terkekeh, "Ya terus mau kemana?"


Diandra mengusulkan pendapat, "Olahraga paralayang aja gimana?"


Diva yang duduk di sebelah Diandra langsung menendang kaki kursi sedikit pelan, "Elu nya kan phobia ketinggalan eh ketinggian!"


Ucapan Diva mengundang gelak tawa ketiga sahabat nya. Diva langsung ikutan ketawa juga.


...***...


Diandra dkk. berjalan santai di tangga sekolah.


"Mau kantin dulu apa gimana?" tanya Diva.


"Kantin lah, laper." jawab Diandra.


Jessica langsung menoyor kepala Diandra, "Astaghfirullah, makan mulu elu ya pikiran nya ih."


Diandra cengengesan, "Dih,"


- Kantin


Sesampainya di kantin, Diandra dan Jessica langsung memesan makanan.


"Diva mie ayam sama es jeruk manis, Lea bakso kecil semua sama es teh manis," ucap Jessica.

__ADS_1


"Gua pecel lele minum nya teh manis anget yang dingin, elu apaan?"


"Gua..? Pecel lele aja deh." jawab Jessica.


Seusai memesan makanan, dan kembali ke meja lagi. Mereka makan sambil ngobrol nggak jelas.


Diandra melirik ke arah depan, seketika ia langsung tersedak.


Ketiga sahabat nya melotot, lalu tertawa sembari memberikan Diandra minum.


Diandra langsung minum, "Astaghfirullah," ucap Diandra.


Diva bertanya, "Elu napa dah?"


Diandra menggeleng, "Nggak,"


Lea dan Jessica geleng-geleng.


"Gua penasaran dah sama es a b c d nya Upin Ipin," ucap Lea.


"Yah mulai telmi nya astaghfirullah," cibir Diandra, Diva, dan Jessica.


"Nggak gitu ihh,"


Diandra menaikkan sebelah alis, "Oh, lu mau nyoba kan? Tapi kudu ke Malay?"


Lea tercengang, "What the...? Kok lu tau?"


Diandra cengengesan. "Yoi, Diandra gitu loh."


Jessica menempeleng kepala Diandra, "Mulai dah narsis nya astaghfirullah,"


Diandra meledek, "Nye nye nye nye nye,"


Diandra rol eyes. "Dih,"


Lea dan Diva geleng-geleng.


Diva menoleh ke Jessica, "Oy Jess,"


Jessica membalas, "Hmm apaan?"


"Gimana? Elu sama bang Ghana?"


Mendengar perkataan Diva, ketiga sahabat nya langsung fokus ke Jessica.


"H-hah?" tanya Jessica.


"Dih telmi astaghfirullah, lu sama bang Ghana gimana? Pacaran apa gimana astaghfirullah." ucap Diva ngoceh.


Jessica tersenyum masam, "Kambing lah, di tanya." umpat Jessica.


Diandra menoyor kepala Jessica, "Nape lu?!"


Jessica tersenyum, "Kagak papa,"


Diva melotot, "Tuh bocah bikin elu sakit hati hah?"


Diandra menatap Jessica, "Lu di bikin nangis sama dia?!"


Lea menatap Jessica dengan serius, "Lu kenapa sama dia? Di bikin nangis hah?"

__ADS_1


Tanpa sadar, air mata Jessica turun.


Diandra mengerutkan kening nya, "Lu kenapa, Jess!?"


Jessica menggeleng.


Diandra menatap Jessica dengan tajam, "Cerita aja,"


Jessica menghela napas. "Gua kemaren nggak sengaja liat kak Ghana sama cewek,"


Diva bertanya, "Ciri-ciri nya kek gimana?"


"Tinggi nya sekitar 160, rambut nya agak panjang sampe punggung, mata nya belo dikit, hidung nya agak mancung." jawab Jessica.


Diva mangut-mangut, "Ohh, itu kak Gita."


"Saha?" tanya Jessica.


"Sepupu lah astaghfirullah,"


Tiba-tiba, ada yang menarik kunciran rambut Diva dari belakang.


Diva memekik, "Astaghfirullah al azim!!"


Diva menoleh, "Auh, siapa ih!?"


Ternyata, Pak Saryu, guru BK.


Diva nyengir, "Napa Pasar?" tanya Diva.


"Heh, nama saya Saryu, bukan pasar!" ucap nya.


"Ih, yaudah, kenapa bapak ambil kunciran saya?" tanya Diva kesal.


"Heh, tadi kamu itu telat. Dan bilang " Duh pak! Nanti aja deh, panggil saya pas jam istirahat aja ya pak! Byee bapak!' gitu!"


Diva berdecak, "Yaudah, hukuman nya apa?"


"Bersihin toilet selama tiga jam pelajaran Bu Ratih. Satu jam nya kamu bersihin toilet perempuan, jam ke terus, dua jam nya kamu.... harus jadi guru di kelas 10 IPA 3!" perintah Pak Saryu.


"HAH?" pekik Diva.


"Oh atau mau tambah hukuman?" tanya nya.


"Dih nggak!" jawab Diva.


"Yaudah, lakuin lah."


"Kapan?" tanya Diva.


"Satu abad lagi, Va."


"Alhamdulillah,"


"Ya abis kamu selesai makan lah, Diva!!"


"Saya makan nya lama pak,"


"Di temenin setan berarti,"


Diva berdecak.

__ADS_1


...***...


__ADS_2