
Dari ekor mata Caca, ia melihat jari-jemari Diandra bergerak. Dengan cepat, Caca langsung menuju ke Diandra. Tak lama, Diandra membuka mata nya.
Diandra meringis, "Gua d-, Caca?" ucap Diandra.
Caca tersenyum lalu mengangguk, "Iya,"
"W-wait.. kenapa.. hah?" tanya Diandra.
Caca duduk di dekat Diandra, lalu menjelaskan kronologi nya, seketika Diandra menganga saat mendengar cerita dari Caca. Sedangkan, Caca hanya tersenyum menanggapi Diandra yang melongo (kaget) kayak gitu.
"Ca," panggil Diandra.
"Ya, kenapa?" jawab Caca.
"Kenapa mesti harus di luar negri?" tanya Diandra.
"Gua.. nggak tau pasti, nanti tanya Ci Je aja." jawab Caca.
*Ci Je: Kak Jessica (panggilan dari adek sepupu).
"Ci Je siapa?" tanya Diandra.
"Ci Je itu.. panggilan 'kak Jessica' dari adek sepupu nya. Kalo Je itu panggilan buat orang yang seumuran atau yang lebih tua dari dia." jawab Caca.
Diandra menggaruk kepala nya, "Oh iya, lu kenapa bisa ikut ke sini?"
"Di suruh sama Ci Je. Terus lanjut sekolah di sini." jawab Caca.
"Mang bisa bahasa Jepang? Susah kan." ucap Diandra.
Caca nyengir, "Nggak terlalu,"
Diandra terkekeh.
...***...
Indonesia, Jakarta.
Satu minggu setelah hilang nya, Diandra. Keadaan Dean, Rasyad, dan Rasyid semakin sedih, dan terpuruk.
Dean menonjok tembok yang ada di hadapan nya, "Je kambing!!" umpat Dean.
Jessica samar-samar mendengar umpatan Dean, tetapi, ia tersenyum sinis, karena, itu hukuman buat Dean dan orang yang menyakiti Diandra.
__ADS_1
- Cafe Bandara
Jessica, Lea, dan Diva asik melemparkan gurauan (candaan). Bermaksud untuk menghibur, sekitar 1 jam mereka di bandara.
"Aww gila, lama banget sih ni jet nya, argh." keluh Diva kesal.
"Sabar lah oncom," balas Jessica.
Setelah mendapat kabar, bahwa jet pribadi nya Jessica telah sampai, mereka bertiga langsung menuju jet pribadi nya.
Di dalem nya...
Saat masuk, Lea langsung tertidur dengan pulas karena capek abis acara kelulusan langsung ke bandara. Jessica tengah nonton drakor di tv, sedangkan Diva lagi nyemil sambil baca buku.
Sekitar, 7 jam 20 menit lebih, mereka bertiga sampe di bandara ternama di Jepang. Setelah beristirahat sekitar lima belas menit, mereka langsung menuju apartemen yang telah di tempati Diandra dan Caca.
Ceklek...
"Yoi!! Mantap!! Diandra ku tercinta, where are you?" ucap Lea heboh.
BLETAK!
Kepala Lea di jitak langsung oleh Jessica, karena kehebohan Lea.
Jessica tak menggubris, saat lewat di hadapan Lea, langsung ia injak kaki Lea, sambil nyengir, lalu kabur. Diva geleng-geleng, lalu ikutan menempeleng kepala Lea, lalu kabur.
"KAMBING EMANG JE SAMA VA!" ucap Lea.
...***...
Esok hari nya...
Tokyo, 06.03. (Pagi)
"Jess, Le, Va, Ca," panggil Diandra.
"Iya kenapa?" jawab keempat nya kompak.
"Gua mau cerita,"
Keempat nya langsung mendengarkan cerita Diandra.
__ADS_1
"Alasan kenapa trauma gua bisa kambuh," Ucapan Diandra membuat mereka kompak menaikkan sebelah alis.
Flashback On
Setelah Diandra pergi dari ruangan BK.
"Diandra," ucap seseorang.
Diandra terkekeh sinis.
"Mamah minta maaf, udah bentak kamu. Dan kamu seharusnya nggak bentak mamah." ucap nya.
Diandra tertawa meremehkan, "Jangan sebut diri anda adalah mamah saya! Mamah saya itu Adian Viona Citra! Dan bukan Nana Putri!" ucap Diandra.
Nana Putri. Adalah guru BK yang bertengkar (berantem) dengan Diandra di ruang BK. Tak ada yang tau bahwa mereka itu ibu dan anak.
"Tapi, udah jadi istri ayah kamu." ucap nya sambil duduk di sebelah Diandra.
Diandra terkekeh, "Anda mamah tiri, dan bukan mamah kandung saya!"
"KAMU! MASIH UNTUNG MAMAH DI SINI, AWAS IN KAMU, TAPI MALAH NGGAK TAU UNTUNG KAYAK GINI!" ucap Nana.
Diandra tiba-tiba merasakan sakit di kepala nya, ia berusaha menahan rasa sakit dan pusing di kepala nya.
"DASAR, HARUS NYA KAMU TUH KAYAK KAKAK KAMU! SAMA ADIK KAMU! MAU BERTERIMA KASIH SAMA ORANG TUA NYA, BUKAN KAYAK KAMU!" bentak Nana.
Diandra tak bisa menahan rasa sakit nya, "ARGH!! JANGAN BENTAK!!!"
Nana menampar pipi Diandra, "DASAR ANAK ANEH! NYESEL GUA!"
Setelah mengatakan itu, Nana langsung pergi dari tempat itu, meninggalkan Diandra yang berteriak kesakitan.
"SAKIT!! ARGH!!"
Diandra pun pingsan.
Flashback Off
"WAH KAMBING!" umpat keempat nya kompak.
Diandra meringis.
"Ehh, maap. Nggak sengaja."
__ADS_1
Diandra mengangguk.
...***...