
Keempat sahabat itu kini tengah masak-memasak di dapur. Karena rencana nya, mereka ingin menginap di rumah Diandra sampai kedua kakak Diandra pulang.
Lagi pula, Jessica, Lea, dan Diva di rumah nya sepi. Jadi mereka pindah ke rumah Diandra.
Diandra memekik. "Astaghfirullah, gosong!!"
Diva seketika langsung memberikan bogeman ke lengan Diandra. "Kok gosong sih! Kan kita bikin es buah, Diandra!"
Lea menempeleng kepala Diva. "Gimana sih lu! Kan kita bikin donat juga!"
Diva nyengir. "Lah iya lupa,"
Jessica geleng-geleng. "Udah buruan ih!"
Diandra langsung mematikan kompor. "Berisik astaghfirullah,"
Ting.. tong...
Diandra berteriak, "IYA BENTAR!!!"
Diandra mengambil kerudung nya. Dan berjalan ke arah pintu utama. Dan membuka pintu.
"Ngapain?" tanya Diandra cuek.
Dean memutar bola mata nya. "Nih buat lu," ucap Dean sambil memberikan tote bag putih ke Diandra.
Diandra menerima itu. "Apaan?"
Dean menjawab. "Dari ayah lo,"
Diandra langsung mengembalikan tote bag putih itu. "Nggak mau, pergi lo."
Dean mengerutkan kening nya. "Kenapa nggak? Dari ayah lu ini."
Diandra menggeleng. "Bodo, bawa pergi!"
Dean menebak, "Lu masih sakit hati sama ayah lu?"
Diandra menatap Dean dengan datar, "Nggak usah lu ikut campur urusan gua!"
Diandra pun menutup pintu. Dean menghela napas nya. Lalu meletakkan tote bag itu di teras karena tak tega membawa pulang.
Diandra bersandar di pintu. Tetapi, ia mendengar suara anak kucing mengeong. Diandra dengan cepat langsung membuka pintu.
Keluarlah kepala anak kucing dari tote bag putih yang di berikan Dean tadi. Diandra tersenyum.
Dan langsung mengambil anak kucing itu.
"Diandra!! Lo kok lama sih!!!" teriak Jessica.
Diandra menoleh, "Berisik lu."
Jessica memekik, "Aww! Imut banget kucing nya!!!"
Diandra terkekeh, "Nama nya apaan nih?"
Lea dan Diva tiba-tiba datang, "Aww!! Kucing nya imut!!"
"Nama nya apaan nih?" tanya keempatnya.
"Ciko aja gimana?"
"Hah?" mereka kebingungan karena ucapan Diandra.
Tiba-tiba... "Meow meow,"
"What! Ada satu lagi!! Ih gemes!!"
"Nama nya apa nih? Kek nya sih cowok." ucap Jessica.
"Coki aja kali ya?"
"Nah mantap!"
...***...
Diandra dkk. kini menonton anime (kartun Jepang) yang berjudul Tokyo Ghoul.
"Aww gila gans amat," ucap Jessica.
Diandra menyenggol bahu Jessica. "Punya gua itu!"
Jessica cengengesan. "Gua si Hide aja deh,"
Lea geleng-geleng. "Gua si Nishiki aja udah mah,"
__ADS_1
Diva membalas. "Gue jomblo astaghfirullah,"
Keempat nya memang menyukai anime. Atau dengan sebutan 'wibu'. Dan mereka sekali nya nonton anime, dalam satu hari sampai dua hari udah selesai.
...***...
...Kak Rasyad...
*P
Dek?
^^^?^^^
Kamu udh makan kan?
^^^Y^^^
Knp bales nya cuek kek gitu astaghfirullah ðŸ˜
^^^Ngk gpp.^^^
Istighfar kakak punya adek cuek bebek kek gini-_-
^^^Y.^^^
Yaudah deh, bye*.
√√ Read at 20.30.
Diandra meletakkan hp nya. Dan tertidur dengan cepat karena rasa mengantuk menyerang nya.
...***...
- Sekolah, 09.30. WIB.
"Akhirnya istirahat!" sorak Jessica.
Lea langsung geplak kepala Jessica. "Makan mulu lu pikiran nya astaghfirullah!"
Jessica membalas. "Heh! Diandra juga makan terus tuh!" sambil menunjuk Diandra yang makan.
Diandra mendongak, "Gue di bawa bawa!" protes Diandra.
Jessica nyengir. Lalu melanjutkan makan nya.
Tiba-tiba, Jessica tersedak. Membuat sahabat nya tertawa.
Jessica langsung meminum air yang di berikan Diandra.
Lea bertanya. "Lo kenapa sih?"
Jessica menunjuk ke satu arah dengan dagu nya. "Karena dia tuh,"
Diva melotot. "Lah, dia kan kakak sepupu gue. Lo suka ya?"
Jessica terdiam. "Bodoamat, ke tebak!!"
Diva tersenyum jahil, "Yang ngerasa jadi kakak sepupu gua, ke sini dong plis!!!!!!" teriak Diva.
Jessica yang duduk di sebelah Diva langsung menoyor kepala Diva. "Heh!"
Yang terpanggil langsung berjalan kearah meja uang di tempati Diandra dkk.
"Apaan? Cempreng amat sih lu astaghfirullah." ucap kakak sepupu Diva.
"Jadi gini bang! Sahabat gua ad-"
Belum selesai bicara, Jessica membekap mulut Diva. "Makan dulu dong, Va. Nanti lo tersedak kayak gua!"
Jessica sambil melotot ke Diva. Sedangkan yang di tatap malah menaik-turunkan kedua alis nya dengan jahil.
Jessica pun menarik tangan nya.
Diva terkekeh. "Jadi gini bang! Sa-"
Diva langsung tersedak. Mengundang tawa sahabat nya dan kakak sepupu nya itu.
"Sukur! Kualat luu!!" ejek Lea.
"Ahh mantap! Kualat!" ejek Jessica.
Diandra memberikan air ke Diva, "Minum buruan!"
Diva terkekeh setelah selesai tersedak.
"Perkenalan dulu dong bang, kan sahabat gua belom pada tau. Kecuali 'Dia' kan." kata Diva.
"Hah? Nama gua Muhammad Ghana Zhafran." ucap Ghana.
__ADS_1
Diva terkekeh, "Nah, yang pake kerudung namanya Diandra. di sebelah nya Diandra, Lea. nah di sebelah gua Jessica. Yang.."
Jessica, Lea, dan Diandra melotot ke Diva.
"Yang apaan?" tanya Ghana.
"Nggak," jawab Diva.
Ghana mangut-mangut, "Yaudah, gua balik. Bye anak pungut!"
"HEH RESE LU!" teriak Diva.
"DI SEBELAH GUA SUKA SAMA ELU BANG!!" Diva berteriak kembali.
Langkah Ghana langsung berhenti. Dan berjalan lagi ke meja Diandra dkk.
Ghana bertanya, "Siapa yang suka gua?"
Jessica, Lea, dan Diandra dengan kompak membekap mulut Diva.
"Heh gue blacklist lo kalo kasih tau!" ucap Lea.
"Gue depak lo, Va!" Diandra menatap tajam ke Diva.
"Awas lu!" Jessica melotot ke Diva.
Ghana menaikkan sebelah alis nya. "Saha?"
Diva memberi kode lewat lirikan mata. Ghani mengikuti lirikan mata Diva. Dan Diva melirik Jessica.
"Jess suka?" tanya Ghana tanpa suara.
Diva mengangguk.
Ghana tersenyum. "Bye!"
Kompak, ketiga sahabat nya menarik tangan masing-masing.
Diva terkekeh, "Tenang, nggak bakal gua kasih tau kok!"
Jessica menoyor kepala Diva, "Kambing lu, Diva!"
"Ada yang suka gua nih?" tanya Ghana tiba-tiba.
"Astaghfirullah ayam ayam!" sontak Diandra, Jessica, Lea, dan Diva langsung latah.
"Hm?" tanya Ghana.
Jessica bertanya, "H-hah? M-maksudnya?"
Ghana membalas. "Elu suka orang?"
Diandra menyenggol kaki Jessica dari kolong meja, dengan lirikan matanya yang memberikan kode.
Lea juga menyenggol kaki Diva.
"Gua kudu jawab apaan ni, Lea, Diandra, Diva?!" tanya Jessica tanpa suara.
Diandra melotot, "Jawab aja elu suka!"
Lea mengangguk pelan, "Udah jawab aja kalo lu suka sama dia elah!!"
"Ni napa pada diem?" tanya Ghana.
"Kagak!" jawab ketiganya kompak kecuali Diva yang menahan tawa nya.
Ghana bertanya ke Jessica. "Bener?"
Jessica sesekali melirik ketiga sahabat nya. "Hah?"
Ghana mangut-mangut. "Yaudah," ucap Ghana.
"Kenapa?" Jessica bertanya.
"Liat aja nanti," jawab Ghana lalu kabur.
Diva, Diandra, dan Lea seketika menertawakan Jessica yang salah tingkah.
"Heh kambing! Malah di ketawain!!" pekik Jessica.
"Ngakak gua!!" Lea masih tertawa.
Diva terkekeh, "Tenang aja. Abang sepupu gua keturunan ayah emak nya kok. Jadi ya gitu sifatnya, somplak."
Diandra terkekeh, "Cie si Jess,"
Jessica buang muka karena wajah nya memerah.
Membuat ketiga sahabat nya tertawa lagi karena tingkah Jessica yang salah tingkah.
__ADS_1
...***...