ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
EP. 2 - BERTEMU


__ADS_3

Musik Someone You Loved yang di ciptakan Lewis Capaldi, mengalun di mobil Diandra. Lea dan Diva bernyanyi, sedangkan Diandra hanya diam.


Sesampainya di mall, mereka mengelilingi seluruh mall. Tapi, karena lelah, mereka bertiga duduk di kursi yang ada.


"Fotbar yuk!"ajak Lea.


"Ayo,"jawab Diandra dan Diva.


Cekrik..


"Gila?! Serius lo, Diandra?! baru pertama kali kita liat lo senyum! walaupun dikit sih!" Seru Lea dan Diva heboh.


"Buruan," Diandra menjawab seruan Lea dan Diva dengan dingin.


Lea dan Diva nyengir kuda. Sedangkan Diandra hanya mendengus sebal pada kedua sahabat nya yang nyengir terus.


"Makan dulu yuk!" Ajak Diandra.


"Ayo, kok lo tau kalo kita laper?" Lea dan Diva mengangkat sebelah alis.


"Soalnya gue juga laper, hehe." Jawab Diandra sambil terkekeh.


"WOW!" Seru Lea dan Diva.


"Di tempat umum geblek," Umpat Diandra.


Kedua sahabat nya nyengir. Mereka bertiga berjalan menuju restoran HokBen untuk makan.


"Jadi berapa mbak?" Tanya Diandra.


"Empat ratus lima puluh ribu, mbak." Jawab mbak kasir.


Diandra membayar semua totalnya. Saat berbalik, ada orang yang menabrak nya.


"Astaghfirullah! Lu lagi lu lagi! Demen amat sih nabrak gua!" Diandra menggerutu.


Deandra. Orang yang menabrak Diandra.


"Lah, lu ngapain di sini juga?!" Deandra menatap sinis ke Diandra.


"Ya gue hangout bareng Lea Diva lah! Lu juga ngapain ngikutin gue!" Diandra menatap Dean dengan tajam.


"Gue juga hangout bareng Leri Roy! Pede amat kalo gue ngikutin lo!" Deandra berdecak.


"Biarin aja, gue takol tuh mulut lo!" Ancam Diandra lalu berjalan.


"Idih, cewek judes dasar!" Deandra mengejek Diandra.


"Pakboy lo!" Diandra balas ejekan Deandra.


Dean terkekeh. Ia memesan makanan. Sedangkan Diandra dkk. tengah asik makan.


"Kenapa di tekuk tuh muka lo?" Tanya Lea.


"Ada ****** dugong disini! Demen banget nabrak gue." Jawab Diandra.


"****** dugong? Siapa? terus, yang demen nabrak lo siapa?" Tanya Lea dan Diva.


"Yang namanya nggak beda jauh sama gue," Jawab Diandra.


"What? si Deandra itu?!" Tanya Diva dan Lea.


"Nah, tuh tau." Jawab Diandra.


Lea dan Diva langsung melotot. Seketika mereka langsung terkekeh sambil tertawa kecil.


"Kenapa ketawa?" Tanya Diandra.


"Wkwkwk," Lea dan Diva masih lanjut tertawa.


"Lanjut ketawa, gue balik." Diandra mengancam Lea dan Diva.


"Idih, iya iya." Lea dan Diva berhenti tertawa.


Diandra melanjutkan makan nya. Seusai makan, mereka bertiga berjalan menuju Gramedia.


"Kumpul di depan," Ucap Diandra dingin.


"Iya iya," Jawab kedua sahabat nya.


Mereka bertiga berpencar. Diandra berjalan ke rak novel romantis, Lea ke rak horor, sedangkan Diva berjalan ke rak komik.


Diandra mengambil tiga buku, ia berjalan ke rak yang genre nya seperti drama, ia juga mengambil tiga buku. Lalu, ia mengambil dua buku di rak buku horor.


Setelah selesai, mereka kembali berkumpul. Seketika Lea dan Diva kaget saat melihat Diandra membeli banyak buku.


"Lah? Banyak banget, lu bisa abisin berapa buku?" Tanya Diva dan Lea.


"Sehari, lima buku." Jawab Diandra.


"Wow, mau balik?" Tawar Lea.


"Ayo," Jawab Diandra dan Diva.


**********************************************


Tok! Tok! Tok! Tok!


Diandra berdecak. Ia bangkit dari duduknya, berjalan untuk membuka pintu. Saat membuka pintu, ia memasang wajah, datar nya.


Sang kakak pulang ke rumahnya, Rasyid. Kakak laki-laki nya. Ia dan Rasyid berbeda tiga tahun.


"Masuk," Ucap Diandra dingin.


Rasyid masuk. Diandra membantu Rasyid membawa koper. Ia meletakkan koper Rasyid di sebelah sofa.


"Masih sama?" Tanya Rasyid.


"Hm," Jawab Diandra.


"Ini buku siapa, dek?" Tanya Rasyid.


"Aku," Jawab Diandra.


"Udah punya pacar?" Tanya Rasyid.


"Belum," Jawab Diandra.


"Kenapa belum?" Tanya Rasyid.


"Fokus belajar," Jawab Diandra.


Rasyid menghela napasnya.


"Kak Rasyad mana?" Tanya Diandra.


"Masih ada tugas," Jawab Rasyid,


Rasyid dan Rasyad adalah anak kembar. Diandra anak terakhir. Kedua kakak nya kuliah di Bogor. Diandra jadinya sendirian di rumah nya.


Tok! Tok! Tok! Tok!


"Kayaknya, Rasyad. Biar kakak aja yang buka." Ujar Rasyid sambil berjalan ke pintu lalu membuka pintu.


Diandra ikut, ia di belakang Rasyid. Pintu terbuka. Benar, ternyata Rasyad yang datang.


Rasyad memeluk Diandra, sedangkan Diandra tak membalas pelukan Rasyad.


"Mau makan apa?" Tanya Diandra sambil menarik tubuh nya dari pelukan Rasyad.


"Udah makan kok tadi, adek udah makan?" Rasyad dan Rasyid menatap Diandra.


"Udah kok, tadi sekalian hangout sama temen." Jawab Diandra.


"Berapa?" tanya Rasyad.


"Dua aja," jawab Diandra.


Rasyad dan Rasyid mengacak-acak rambut Diandra. Membuat Diandra tersenyum kecil.


**********************************************


...Manula (Manusia Pelupa) (3)...


You


- P


Lea


- Apaan


Diva


- kenapa


You


- enggak


Lea


- si kucing


Diva


- iandra!


You


- bacot elah


- kak Rasyad sama kak Rasyid pulang btw


Diva


- iya?!


- wah enak banget

__ADS_1


Lea


- kapan pulang nya?


You


- baru pulang


Diva


- enak banget


- punya kakak cowok 2 :v


You


- HOAX HEH


- mereka ngeselin


Diva


- wkwkwk


Lea


- *****


- tumben lu cerita


- delete -


You


- udah gw read btw message lo @Lea babs


Diva


- sukur lo lea


You


- tapi...


Lea


- tapi apaan


You


- kampret malah nyela lo


Diva


- sukur kena lagi


You


- tapi bener juga kata lea


- gue akhirnya mau cerita


- ga tau ada angin dari mana


- gue pengen cerita gitu


Diva


- saran gue, sering sering aja cerita sama kita :)


Lea


- iya, gw setuju sama saran nya Diva


You


- lop yu gengs


Lea babs


- gue bukan pacar lo kali


- pacar gue mah Saskehh


You


- saskeh punya gw woy


Diva piggy


- btw, gua jadi istrinya naruto loh


You


- kagak boleh


- saskeh, naruto, punya gue, sama kakahshi punya gue


Diva


Lea


- eh guys


Diva


- napa


You


- apaan


Lea


- si Diva jadian loh sama Roy🥴


Diva


- kambing


- Lea pacaran sama Leri loh guys!


You


- nah kalo gue?


Diva


- sama Deandra


Lea


- sama Deandra


You


- nggak!


Lea


- bye


- gue mau makan dulu


You


- bye


Diva


- bye


- baca aja jangan bales


√√ Read at 19.45


Diandra keluar kamarnya. Ia berjalan ke ruang tamu. Lalu duduk di sofa, dan menyalakan tv dan menonton acara tv yang tersedia.


"Diandra Viona Citra!!!" panggil Rasyid dan Rasyad.


"Iya bentar!!" jawab Diandra sambil berdiri.


Ia berjalan kearah dapur. Lalu, mengangkat sebelah alisnya.


"Kenapa kak?" tanya Diandra.


"Ikut kaka ya," jawab Rasyad dan Rasyid.


"Kemana kak?" tanya Diandra.


"Udah ikut aja, siap siap gih." Rasyid dan Rasyad sedikit menahan tawa nya.


"Aku gini aja ya? males ganti baju. plis." pinta Diandra.


"Nggak nggak nggak, udah ganti baju buruan. nggak usah dandan." jawab Rasyad.


"Okeh," balas Diandra sambil berbalik.


**********************************************


"KAKAK AYO!" teriak Diandra.


"Buset, mulut kamu toak ya dek? budeg nih kuping kakak!" gerutu Rasyad dan Rasyid.


"Maap, ayo katanya mau pergi jalan." jawab Diandra.


"Ayo ayo, kakak udah siap." balas Rasyid dan Rasyad.


Diandra terkekeh kecil. Lalu mengikut Rasyid dan Rasyad. Setelah mengunci pintu, dan masuk ke mobil.

__ADS_1


Rasyad melajukan mobil. Rasyid duduk di sebelah Rasyad. Dan Diandra duduk di kursi belakang.


**********************************************


"Tempat apa sih ini?" tanya Diandra saat berdiri di tengah-tengah Rasyid dan Rasyad.


"Bawel ih, udah ikut kakak aja." jawab Rasyid dan Rasyad.


Diandra berdecak. Lalu mengikuti kedua kakaknya. Saat langkah Rasyad dan Rasyid berhenti, ia juga ikut berhenti.


Seketika ia mematung di tempat. Saat masuk di ruang VIP. Diandra bersembunyi di belakang kedua kakaknya.


"Woy, ngapain ngumpet elah?" tanya Rasyid berbisik.


"Nggak papa," jawab Diandra berbisik juga.


Saat Diandra keluar dari punggung kedua kakaknya. Ia langsung melotot.


"Ngapain lu?" tanya Diandra pada Deandra.


Deandra. Orang yang membuat Diandra bersembunyi.


"Lu juga ngapain?" tanya Deandra balik.


"Heh, ****** dugong! Kak Rasyid sama kak Rasyad itu abang gue! lu ngapain di sini sih!? ngintilin mulu lu!" Diandra menatap Deandra dengan tajam.


"Loh? udah kenal ya?" tanya Rasyid.


"Satu sekolah, sekaligus sekelas." jawab Diandra dan Deandra bareng.


"Nah, sekarang mau kan ya?" tanya Rasyad dan Rasyid.


"Mau apaan?" tanya Diandra balik.


"Di jodohin, mau?" Seketika Diandra langsung melotot.


"Bentar, kakak nggak salah ngomong kan?" tanya Diandra.


Rasyid dan Rasyad menggeleng. Membuat Diandra melepaskan sepatu nya, lalu pukul Deandra.


"Sakit woy!" ringis Deandra.


"Sikit wiy! Berisik lo!" jawab Diandra.


"Diandra sakit elah!" ringis Deandra.


"Oh doang gue!" jawab Diandra.


"Adek!" tegur Rasyid dan Rasyad.


"Deandra Vero Devan!!" teriak Diandra saat Deandra menangkis serangan Diandra.


"Udah udah! masa berantem sih?" lerai Rasyid.


Diandra memakai sepatu nya lagi, tapi, tatapan nya masih tajam ke arah Deandra. Diandra menoleh ke kakaknya.


"Kenapa aku di jodohin sama ****** dugong, kak?" tanya Diandra pada Rasyad dan Rasyid.


"Di suruh sama ayah," jawab kedua kakaknya.


"Udah nggak ngurusin, seenak jidat aja! dasar!" ucap Diandra lalu keluar.


"What? Diandra!" panggil Rasyad dan Rasyid.


"Biar gue aja bang yang kejar," ucap Deandra.


Rasyid dan Rasyad mengangguk. Deandra langsung mengejar Diandra yang daritadi keluar.


**********************************************


Kini, Diandra tengah duduk di ayunan di sebuah taman. Taman yang tak jauh dari restoran tadi.


Diandra mengayunkan ayunan dengan pelan. Air mata nya terus berjatuhan. Sesekali ia menghapusnya.


Kepala nya ia tundukkan. Tak ingin orang-orang melihat air matanya. Padahal nggak ada orang sama sekali.


Tanpa ia sadari, ada orang yang duduk di ayunan sebelah Diandra. Orang itu adalah Deandra. Ia mengetahui lokasi Diandra karena GPS di hp Diandra.


"Nggak seharusnya lo marah sama kakak kakak lo dan ayah lo," ucap Deandra membuat Diandra menoleh.


"Ngapain ngikutin gue lagi?" tanya Diandra.


"Gue sengaja," jawab Deandra.


Diandra terkekeh pelan.


"Lo beruntung, punya kakak yang sayang sama lo. Sedangkan gue anak tunggal." ucap Deandra tiba-tiba.


"Gue nggak seperti apa yang lo bayangin. Hidup gue hancur. Ayah sama ibu cerai pas gue umur lima tahun.


"Ayah cuma kasih duit doang, ibu nggak tau kemana. Kak Rasyad sama kak Rasyid kuliah di Bogor.


"Gue sendirian terus di rumah. Gue jarang keluar rumah, tadi, aja baru pertama kali nya gue keluar rumah, apalagi ke mall.


"Gue selalu sendirian, walaupun Lea dama Diva maen kerumah gue nggak sering. Tapi, gue masih ngerasa sendirian."


Deandra mengelus puncak kepala Diandra.


"Kalo lo ngerasa sendiri, lo bisa kan pelihara hewan." ujar Deandra.


"Gue nggak mau," jawab Diandra.


"Terus kerjaan lo di rumah ngapain?" tanya Deandra.


"Nonton anime, dengerin lagu, baca buku, screenshot foto husbu, main game, maen hp, nonton youtube." jawab Diandra.


"Nah, cari aja yang lain. seenggaknya kegiatan yang lo lakuin itu positif." ujar Deandra.


"Yang gue kerjain kan udah positif," jawab Diandra polos.


Deandra menoyor kepala Diandra.


"Ya emang udah positif, tapi, yang lain juga kan bisa, Diandra Viona Citra." cibir Deandra.


"Kampret," umpat Diandra.


"Idih, di saring dulu tuh mulut lu." ucap Deandra sambil terkekeh.


"Nggak mau," jawab Diandra.


"Dasar lu," Deandra sedikit terkekeh.


"Btw, lu kenal kak Rasyad sama kak Rasyid dari mana?" tanya Diandra.


"Ohh, kan bang Rasyad sama bang Rasyid kan temen kuliah sepupu gue." jawab Deandra.


"Gue ada nomer lo nggak sih?" tanya Diandra.


"Kalo lu nanya gue, terus, gue nanya siapa?" tanya Deandra balik.


"Sama Lemon aja," jawab Diandra.


"Idih, Lemon yang dari RRQ itu kan?" tanya Deandra.


"Lo tau?" tanya Diandra balik.


"Iya lah, yang gaji nya lima belas miliar." jawab Deandra.


Diandra terkekeh. Deandra berdiri, tapi saat Diandra berdiri. Diandra terpeleset, dengan cepat Deandra menarik tangan Diandra.


"T-thanks," ucap Diandra.


Deandra mengangkat kedua alisnya. Diandra hendak bangkit. Tetapi langsung di gendong belakang oleh Deandra.


"WOY! LEPAS ELAH!" protes Diandra.


"Diem," jawab Deandra.


"Deandra Vero Devan!!" ucap Diandra.


"Diandra Viona Citra!!" ucap Deandra balik.


"Kak Rasyad!! kak Rasyid!!! tolong!!" ujar Diandra saat di ruangan VIP.


"Berisik ih," jawab Deandra.


Diandra turun. Dan langsung menginjak kaki Deandra.


"Sakit!" ringis Deandra.


"Salah elu sih!" jawab Diandra.


Kring!


...Kak Rasyid ❤...


Kak Rasyid ❤


- ciye Diandra


...Kak Rasyad ❤...


Kak Rasyad ❤


- ciye adek kakak :v


Saat membaca message dari sang kakak, Diandra langsung melotot kearah kedua kakaknya.


"Eh, kita balik ya. ada tugas nih. bye. see you guys." pamit Rasyad dan Rasyid sambil keluar.


"Lah? aku nanti pulang nya gimana?" tanya Diandra.


"Minta doi aja ya dek, bye." jawab kedua kakaknya.


"Untung lu kak! udah ngibrit!" gerutu Diandra.


"Ayo pulang," ajak Deandra sambil menarik tangan Diandra.


Diandra menghela napas nya.

__ADS_1


**********************************************


Halo! Khan readers! gimana? seru enggak nih? atau kalian malah baper sama Diandra sama Deandra?? wkwkwk, kasih nama dong, buat kapal Diandra and Deandra, nanti nama yang paling bagus, aku pakai ya! maacih


__ADS_2