
Diandra tengah di landa dengan rasa gabut (bosen) nya. Diandra berdecak, ia belum menemukan anime untuk di tonton lagi.
Dan akhirnya, ia mengambil gitar kesayangan nya dan bernyanyi.
*Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi
Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Judul: Terlalu Cinta
Pencipta: Rossa
"Dia sebenernya suka sama gua nggak sih?" gumam Diandra.
...***...
- Di sisi Dean
Dean mengacak-acak rambut nya, "Astaghfirullah, gabut ya Allah." ucap Dean.
Caca menepuk bahu Dean, "Abang," panggil Caca dengan suara cute girl.
Dean rol eyes, "Gua gatak lu kalo pake suara cute girl,"
"Abang sayang," Caca keukeh.
"Bodoamat, gua tinggal!"
"Heh, bujang! Iya iya kagak!" pekik Caca.
Dean terkekeh, "Napa manggil?"
Caca cengengesan, "Kan gini, gua kan youtuber cover lagu. Nah yang sub channel gua minta, elu ikutan nyanyi."
"Dih, muka gua jangan di kasih liat ya." ucap Dean.
"Okehh,"
"Awas lu kalo kagak di sensor, gua report channel lu."
"Astaghfirullah, iya iya!"
Kemudian...
Setelah kamera siap, Dean langsung memetik gitar nya. Sedangkan Caca yang nyanyi kali ini.
*Sekian lamanya 'ku melangkah
Lewati cerita
Begitu jauh dan berwarna
Namun tetap saja
Tak ada yang sanggup tandingimu
__ADS_1
'Tuk membuatku luluh
Abadi di hati
Kau yang tak pernah hiraukanku
Tak pernah pedulikan
Aku yang selalu kagumi dirimu
Meski perih kuterima
Meski sedih kunikmati
Tak mampu
Aku sedikit pun lupakanmu
Meski aku takkan mungkin milikimu
Suatu saat nanti kau 'kan mencintaiku
Berbagai cara telah aku tempuh
'Tuk hapus dirimu
Namun engkau lagi dan engkau lagi
Tetap engkau lagi
Cinta sejati yang enggan mati
Dan kokoh berdiri
Mungkin hingga mati
Kau yang tak pernah hiraukanku
Tak pernah pedulikan
Aku yang selalu kagumi dirimu
Meski perih kuterima
Meski sedih kunikmati
Tak mampu
Aku sedikit pun lupakanmu
Meski aku takkan mungkin milikimu
Suatu saat nanti kau 'kan mencintaiku
Meski perih kuterima
Meski sedih kunikmati
Tak mampu aku sedikit pun lupakanmu
Meski aku takkan mungkin milikimu
Suatu saat nanti kau 'kan mencintaiku
Suatu saat nanti kau 'kan mencintaiku*
Judul: Suatu Saat Nanti
Pencipta: Hanin Dhiya
"Diandra suka gua nggak sih sebenernya?" batin Dean.
...***...
...Manula (Manusia Pelupa) (4)...
^^^P^^^
Jess
Yoi best friends
kenapa?
Va
mantap, napa:v
Lele
Yoi mantap
__ADS_1
kenapa
^^^*Ke cafe biasa^^^
^^^gw mau ngomong*^^^
Lele
otw :v
Jess
jemput gw dong say😚
Va
Ikut dong say🤗
Lele
Yoi!
√√ Read at 16.03.
- Cafe
"Jadi, lu mau ngomong apaan?" tanya Jessica.
Ketiga nya fokus menatap Diandra.
"Ntar dulu, toilet dulu bentar." ucap Diandra sambil berdiri lalu pergi ke toilet.
"Feeling gua dia mau ngomongin Dean deh," ucap Diva.
"Di rekam aja guys, biar ada bukti nya." saran Jessica.
"Jangan, telpon si Dean nya aja." ucap Diva.
"Okeh okeh," jawab Lea.
Lea langsung mengambil hapenya, dan langsung menelfon Dean, dan menyembunyikan hape nya di tempat tersembunyi saat Diandra datang.
"So.. lu mau ngomong apaan?" tanya ketiga sahabat nya kompak.
"Kalo salah satu dari kalian suka sama orang, kalian bakal bilang atau gimana?"
Jessica menjawab tanpa ragu, "Kalo gua sih bilang aja. Karena kalo di pendem aja sih itu yang bikin masalah nya timbul."
Lea mengangguk, "Gua juga sama kayak Jessica. Kalo di pendem aja sih yang bakal ada masalah nya, kalo liat doi sama cewek lain justru itu yang bikin hati sakit."
Diva menimpali, "Gua sama kayak Lea dan Jessica. Mending bilang aja, ya nggak papa walaupun di tolak sih, inti nya elu udah bisa mengungkapkan rasa yang lu pendem selama ini."
Diandra terdiam, "Tapi, kalo dia nya nggak suka kita, dan kita malah di diemin kek gitu gimana?" tanya nya.
Jessica menghela napas, "Ya gua nggak tau sih. Tapi, lu bilang aja perasaan lu ke dia. Nggak papa di tolak, setidak nya lu udah mengungkapkan perasaan lu."
Diandra menggeleng, "Nggak nggak, gua pendem aja deh."
Lea gebrak meja dengan pelan, "Gua gatak lu beneran." ucap Lea.
Diandra memelas, "Tapi gua takut dia nggak suka sama gua, Lea."
"Kita mau nanya dong," ucap Jessica, Lea, dan Diva kompak.
"Nanya apaan?"
"Kita tau, lu lagi suka Dean kan, Diandra?" tanya ketiga sahabat nya.
Diandra terdiam, lalu menyembunyikan wajah nya. "Tau lah, nggak tau sekarang."
Ketiga sahabat nya terkekeh.
"Bener kan tebakan kita?" tanya Jessica, Lea, dan Diva.
Diandra mendongak, "Ihhh, gimana nih??" rengek Diandra.
Ketiga sahabat nya tertawa, "Fix bener!!"
Diandra melotot, "Ihh!! Iya iya, lu bertiga bener!"
Ketiga sahabat nya mangut-mangut, Jessica menyenggol lengan Lea agar di keluarkan rekaman suara nya.
Lea mengambil hape nya, dan suara Dean terdengar.
"Ketauan tuh," ucap Dean di sebrang sana dengan tertawa.
Diandra terdiam, "Woy astaghfirullah!!!! Jahat banget sih kalian!! Ah elah, nggak ada akhlak!!!"
Sahabat nya tertawa.
...***...
__ADS_1