ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
EP. 23 - TELEPON


__ADS_3

Diandra tengah di landa dengan rasa gabut (bosen) nya. Diandra berdecak, ia belum menemukan anime untuk di tonton lagi.


Dan akhirnya, ia mengambil gitar kesayangan nya dan bernyanyi.


*Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi


Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu


Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu


Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu


Mengapa semua ini terjadi kepadaku


Tuhan maafkan diri ini


Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya


Namun apalah daya ini


Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia


Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu


Mengapa semua ini terjadi kepadaku


Tuhan maafkan diri ini


Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya


Namun apalah daya ini


Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia


Mengapa semua ini terjadi kepadaku


Tuhan maafkan diri ini


Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya


Namun apalah daya ini


Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia


Judul: Terlalu Cinta


Pencipta: Rossa


"Dia sebenernya suka sama gua nggak sih?" gumam Diandra.


...***...


- Di sisi Dean


Dean mengacak-acak rambut nya, "Astaghfirullah, gabut ya Allah." ucap Dean.


Caca menepuk bahu Dean, "Abang," panggil Caca dengan suara cute girl.


Dean rol eyes, "Gua gatak lu kalo pake suara cute girl,"


"Abang sayang," Caca keukeh.


"Bodoamat, gua tinggal!"


"Heh, bujang! Iya iya kagak!" pekik Caca.


Dean terkekeh, "Napa manggil?"


Caca cengengesan, "Kan gini, gua kan youtuber cover lagu. Nah yang sub channel gua minta, elu ikutan nyanyi."


"Dih, muka gua jangan di kasih liat ya." ucap Dean.


"Okehh,"


"Awas lu kalo kagak di sensor, gua report channel lu."


"Astaghfirullah, iya iya!"


Kemudian...


Setelah kamera siap, Dean langsung memetik gitar nya. Sedangkan Caca yang nyanyi kali ini.


*Sekian lamanya 'ku melangkah


Lewati cerita


Begitu jauh dan berwarna


Namun tetap saja


Tak ada yang sanggup tandingimu

__ADS_1


'Tuk membuatku luluh


Abadi di hati


Kau yang tak pernah hiraukanku


Tak pernah pedulikan


Aku yang selalu kagumi dirimu


Meski perih kuterima


Meski sedih kunikmati


Tak mampu


Aku sedikit pun lupakanmu


Meski aku takkan mungkin milikimu


Suatu saat nanti kau 'kan mencintaiku


Berbagai cara telah aku tempuh


'Tuk hapus dirimu


Namun engkau lagi dan engkau lagi


Tetap engkau lagi


Cinta sejati yang enggan mati


Dan kokoh berdiri


Mungkin hingga mati


Kau yang tak pernah hiraukanku


Tak pernah pedulikan


Aku yang selalu kagumi dirimu


Meski perih kuterima


Meski sedih kunikmati


Tak mampu


Aku sedikit pun lupakanmu


Meski aku takkan mungkin milikimu


Suatu saat nanti kau 'kan mencintaiku


Meski perih kuterima


Meski sedih kunikmati


Tak mampu aku sedikit pun lupakanmu


Meski aku takkan mungkin milikimu


Suatu saat nanti kau 'kan mencintaiku


Suatu saat nanti kau 'kan mencintaiku*


Judul: Suatu Saat Nanti


Pencipta: Hanin Dhiya


"Diandra suka gua nggak sih sebenernya?" batin Dean.


...***...


...Manula (Manusia Pelupa) (4)...


^^^P^^^


Jess


Yoi best friends


kenapa?


Va


mantap, napa:v


Lele


Yoi mantap

__ADS_1


kenapa


^^^*Ke cafe biasa^^^


^^^gw mau ngomong*^^^


Lele


otw :v


Jess


jemput gw dong say😚


Va


Ikut dong say🤗


Lele


Yoi!


√√ Read at 16.03.


- Cafe


"Jadi, lu mau ngomong apaan?" tanya Jessica.


Ketiga nya fokus menatap Diandra.


"Ntar dulu, toilet dulu bentar." ucap Diandra sambil berdiri lalu pergi ke toilet.


"Feeling gua dia mau ngomongin Dean deh," ucap Diva.


"Di rekam aja guys, biar ada bukti nya." saran Jessica.


"Jangan, telpon si Dean nya aja." ucap Diva.


"Okeh okeh," jawab Lea.


Lea langsung mengambil hapenya, dan langsung menelfon Dean, dan menyembunyikan hape nya di tempat tersembunyi saat Diandra datang.


"So.. lu mau ngomong apaan?" tanya ketiga sahabat nya kompak.


"Kalo salah satu dari kalian suka sama orang, kalian bakal bilang atau gimana?"


Jessica menjawab tanpa ragu, "Kalo gua sih bilang aja. Karena kalo di pendem aja sih itu yang bikin masalah nya timbul."


Lea mengangguk, "Gua juga sama kayak Jessica. Kalo di pendem aja sih yang bakal ada masalah nya, kalo liat doi sama cewek lain justru itu yang bikin hati sakit."


Diva menimpali, "Gua sama kayak Lea dan Jessica. Mending bilang aja, ya nggak papa walaupun di tolak sih, inti nya elu udah bisa mengungkapkan rasa yang lu pendem selama ini."


Diandra terdiam, "Tapi, kalo dia nya nggak suka kita, dan kita malah di diemin kek gitu gimana?" tanya nya.


Jessica menghela napas, "Ya gua nggak tau sih. Tapi, lu bilang aja perasaan lu ke dia. Nggak papa di tolak, setidak nya lu udah mengungkapkan perasaan lu."


Diandra menggeleng, "Nggak nggak, gua pendem aja deh."


Lea gebrak meja dengan pelan, "Gua gatak lu beneran." ucap Lea.


Diandra memelas, "Tapi gua takut dia nggak suka sama gua, Lea."


"Kita mau nanya dong," ucap Jessica, Lea, dan Diva kompak.


"Nanya apaan?"


"Kita tau, lu lagi suka Dean kan, Diandra?" tanya ketiga sahabat nya.


Diandra terdiam, lalu menyembunyikan wajah nya. "Tau lah, nggak tau sekarang."


Ketiga sahabat nya terkekeh.


"Bener kan tebakan kita?" tanya Jessica, Lea, dan Diva.


Diandra mendongak, "Ihhh, gimana nih??" rengek Diandra.


Ketiga sahabat nya tertawa, "Fix bener!!"


Diandra melotot, "Ihh!! Iya iya, lu bertiga bener!"


Ketiga sahabat nya mangut-mangut, Jessica menyenggol lengan Lea agar di keluarkan rekaman suara nya.


Lea mengambil hape nya, dan suara Dean terdengar.


"Ketauan tuh," ucap Dean di sebrang sana dengan tertawa.


Diandra terdiam, "Woy astaghfirullah!!!! Jahat banget sih kalian!! Ah elah, nggak ada akhlak!!!"


Sahabat nya tertawa.


...***...

__ADS_1


__ADS_2