
Kantin
"Eh, pesen makanan apaan nih?" Jessica bertanya.
Lea menjawab. "Samain aja lah, tapi satu jangan pedes buat Diandra."
Diva mengangguk. "Gue bantu dah yok,"
Jessica dan Diva pun pergi memesan makanan ke stand mie ayam.
Diandra menarik napas nya. "Lele,"
Lea berdecak. "Plis deh, jangan panggil gue Lele. Nama gue kan Lea."
Diandra rol eyes. "Terus?"
"Ya jangan panggil lele lah! Sebel gua sama panggilan itu!" Lea menjawab.
Diandra mengangkat sebelah alis. "Why?"
Lea menjawab. "Gue sama Leri berantem!"
Diandra diam.
"Karena, kemaren si Leri tuh... em... kepergok selingkuh! Pen putus aja gue rasanya!" Lea melanjutkan bercerita.
Diandra menatap Lea dengan datar. "Cari tau yang bener!"
Tiba-tiba, Jessica dan Diva ngikutan ngegas.
"Tau lu, Le! Siapa tau itu kerabat nya kan!" Diva menambahkan.
Jessica ikutan menimpali. "Menurut gue itu sih kerabat nya si Leri. Lu jangan marah dulu."
Lea memelas. "Tapi kata anak-anak kalo si Leri itu selingkuh!"
__ADS_1
Diva menoyor kepala Lea. "Kan kata anak-anak! Sejak kapan lu punya anak, Lea?"
Lea berdecak. "Lu minta gua bogem?!"
Diandra menegur. "Makan buruan!!"
Diva dan Lea terdiam. Lalu memakan mie ayam nya.
******************************
Diandra dkk. (dan kawan-kawan) berjalan di loker. Karena hari ini jam pelajaran olahraga.
Jessica berdecak. "Males banget gue sama pelajaran Pak Botak! Udah panas, di suruh lari, maen basket, voli!"
Diva menambahkan. "Iya! Gue juga nggak suka pelajaran nya Pak Botak! Kepala nya shining, shimering, splendid! Tambah silau!"
Lea menimpali. "Iya dah! Pen pake kacamata item gue, tapi mata gue berat."
Diandra mencibir. "Lo udah pake kacamata!"
Jessica, Diva, dan Lea berdecak kagum. "Wow, udah mulai nge jawab!"
Tiba-tiba...
"Woy buruan, nge gosip mulu lu berempat di sini! Ntar Pak Botak marah!!"
Diandra dkk. menoleh. Diandra menatap Dean dkk. dengan datar.
Lalu berjalan meninggalkan teman-teman nya.
"HEH, TUNGGUIN KAMBING!" teriak Jessica, Diva, dan Lea.
Roy geleng-geleng. "Pacar lu cempreng amat sih, Leri."
Leri geplak kepala Roy. "Lah, pacar lu juga kali!"
Dean meninggalkan Leri dan Roy.
"WOY ELAH DI TINGGAL!!"
__ADS_1
- Lapangan
"Pak!! Udahan dong pak! Capek kita nih!!" ucap salah satu murid.
Jessica menoleh. "Eh, Na! Pak Botak nya aja jauh di planet lain ngapain elu teriak?"
Diandra geleng-geleng. "Berisik,"
Tiba-tiba, ada bola basket melayang menuju Diandra. Diandra tak menyadari karena ia masih menoleh ke sahabat-sahabat nya yang bobrok itu.
"Diandra awas!!!" Teriakan Dean membuat Diandra menoleh.
Belum sempat menoleh, bola basket tsb (tersebut) lebih cepat mengenai kepala Diandra.
Diandra meringis.
Diandra memegangi kepala nya. Dan menunduk karena kepala nya mulai kunang-kunang.
Diva berteriak. "BISA MAEN KAGAK SIH LO PADA!?"
Lea menatap tajam. "KALO KAGAK PRO NGAPAIN MAEN!"
"KENA SAHABAT GUA INI WOY!"
Dean dkk. mendekat ke Diandra dkk.
Jessica menatap horor ke Dean dkk. "Bisa maen kagak lu pada hah!? Tanggung jawab tuh si Diandra kena bola!!!"
Leri mencibir. "Ama sepupu sendiri ngamuk,"
Jessica mengambil sepatu Lea yang tergeletak. Lalu mengangkat nya tinggi-tinggi.
"BERANI LO?!"
Leri dan Roy terkekeh. "Dih!"
Diva berteriak. "BURUAN ITU HEH SAHABAT GUA!!"
Dean dengan cepat membopong Diandra menuju UKS (Unit Kesehatan Sekolah).
__ADS_1