
Diandra berjalan santai menuju kantin, karena ketiga sahabat nya mengajak ke kantin. Diandra menyuruh nya duluan, nanti ia akan nyusul.
Saat hendak keluar kelas, Dean menghadang Diandra yang hendak keluar kelas nya. Diandra menatap Dean dengan datar.
"Minggir, Dean." ucap Diandra.
Dean menggeleng.
Diandra menatap Dean dengan tajam, "Minggir!"
Dean menggeleng, "Gua mau ngomong,"
"Pergi!" bentak Diandra.
"Diandra, gua mau ngomong. Plis." ucap Dean.
Diandra mendorong bahu Dean, "Sorry, gua nggak ada waktu buat lu."
...***...
Diandra berjalan ke arah kantin dengan senyuman di wajah nya. Siswa/i langsung tercengang, jarang-jarang pemandangan kayak gini.
- Kantin
"Yoo mantap, seorang Diandra Viona Citra senyum, sering-sering dong lah mbak." ucap Jessica saat Diandra duduk.
Diandra mendatar kan wajah nya, "Ayo war ama gua,"
"Canda dih," jawab Jessica.
Tiba-tiba, ada yang menarik tangan Diandra hampir membuat Diandra terjatuh dari kursi nya.
"Oh, sorry sengaja." ucap Keyla.
Diandra terkekeh sinis, "Oh santai," jawab Diandra datar.
"What the..? Gimana gimana?" bisik Jessica.
"Kagak tau weh," bisik Lea dan Diva.
Leni mencengkram tangan Diandra. "Tanggung jawab lu! Kemaren lu udah jatuhin harga diri kita!!"
Diandra tersenyum, lalu mengambil duit dari kantung saku nya. "Mau berapa? Gua ada."
"Bukan itu!!"
__ADS_1
Diandra menaikkan sebelah alis nya.
"Sok kaya banget sih lu!" ucap Refa.
Diandra melipat kedua tangan nya, "Kalo gua dari keluarga Citra. Sahabat emak gua dari keluarga, Khairani, Zhafran, Angelina, Jack, dan.. Gio."
Ketiga nya langsung terdiam.
"Tapi mak lu udah mati! Sedangkan ayah lu.. hahahaha." ucap Keyla.
PLAK!
Diandra menampar Keyla, "Jangan pernah bawa orang tua gua! Dan sekali lagi, KALO LU NGGAK BODOH KENAPA KAGAK LULUS MBAK?"
Refa langsung mencengkram tangan kiri Diandra. Sedangkan Leni mencengkram lengan tangan kanan.
"Sikat si Diandra,"
Jessica bangkit, tetapi di tahan oleh Lea dan Diva. "Jangan, nanti lu kena imbas nya. Diandra bisa lawan. Kalo mereka kelewatan, baru kita lawan." bisik Lea dan Diva kompak.
Jessica duduk lagi.
Keyla menampar pipi Diandra, tetapi, Diandra slengkat kaki Keyla hingga Keyla hampir tersungkur.
"Ayo balik," ucap Diandra ke ketiga sahabat nya.
Ketiga sahabat nya menyusul Diandra. Sebelum pergi, mereka meledek Keyla, Leni, dan Refa.
"Diandra di lawan, aneh aneh."
...***...
- Cafe
Diandra dkk. kini berada di cafe milik Jessica. Mereka memilih di tempat VVIP, karena bisa bebas mau teriak.
"Diandra!!" pekik Jessica.
"Berisik, Jess!" balas Diva dan Lea secara bersamaan sambil injak kaki Jessica.
"Aww! Sakit weh!" Jessica meringis kesakitan.
"Lagi teriak," timpal Diandra sambil duduk.
"Ya kan kangen," balas Jessica.
__ADS_1
Lea mendelik, "Heh oncom. Setiap hari ketemuan lu bilang kangen? Sini lu war sama gua!"
Diva menendang telapak kaki Lea, "Kerjaan lu bacotan mulu dah!"
"Duh berisik amat dih," Diandra mencibir.
Akhirnya Lea, Jess, dan Diva berakhir dengan berdebat karena mereka sama-sama berisik, dan nggak pernah mau ngalah.
Diandra? Dia di chat oleh Dean.
...Dean...
*P
P
Heh gw tau lu on
Baca -_-
^^^?^^^
Gua nggak bermaksud bilang kayak gitu
^^^Hm^^^
Lu ga ada kosakata lain ya?
^^^G.^^^
🙄
Gw mau nanya
^^^?^^^
Lu masih marah sama gw?
^^^You heart My heart*.^^^
Gua tau tapi kan gw ga bermaksud gitu.
√√ Read at 16.03.
...***...
__ADS_1