
Dean kini video call bersama kedua sahabat nya, Leri dan Roy.
"Jadi gitu, ceritanya." ucap Dean di akhir kalimat nya.
"Yan," panggil kedua nya.
Dean menaikkan sebelah alis nya.
"Kita mau nyusul lu ke Jepang, dan ada yang mau kita omongin." ucap Roy.
"Apa? di sini aja."
Leri dan Roy menggeleng di seberang sana.
"Yaudah, kalian kapan ke sini?"
"Sekarang, kita cari penerbangan tercepat."
Dean mengangguk.
Setelah itu panggilan terputus.
...***...
Besok nya...
- Cafe
__ADS_1
Dean menatap Leri dan Roy yang masih menundukkan kepala, belum berbicara sama sekali selama lima belas menit.
"Kalian mau ngomong apaan? Buruan." ucap Dean.
Kedua sahabat nya mendongak, dan meminta maaf. "Maaf Dean,"
"Hah? Kenapa minta maaf ke gua?" tanya Dean.
Leri dan Roy kompak menjawab, "Maaf udah bohongin lu,"
"Maksudnya?"
Leri menjawab, "Kita berdua sekongkol sama Caca dkk. Maaf yan,"
Dean bangkit dari duduk nya, "TEGA BANGET SIH LU BERDUA! LU NGGAK MIKIRIN PERASAAN GUA GITU HAH?"
Roy menatap Dean, "Dean, sebelum nya kita minta maaf. Dan lu masih bilang nggak mikirin perasaan buat diri lu sendiri? Lu nggak mikirin perasaan Diandra dari kecil? Dia menderita loh dari kecil."
"GUA JUGA MENDERITA DARI KECIL!" ucap Dean.
Leri menggebrak meja, "Dean!" bentak Leri. "Lu ini udah dewasa belum sih? Lu udah umur 18 tahun, dan masih sifat lu kayak anak kecil!"
"LU BILANG GUA ANAK KECIL HAH?" ucap Dean.
Roy menendang meja, "Asal lu tau, Yan! Kita ikut sekongkol karena kita mau bantu lu supaya lu nggak terpuruk karena kehilangan Diandra!! Dan seharusnya lu mikirin perasaan Diandra yang lu batalin perjodohan nya!"
"Kenapa bahas perjodohan?!" tanya Dean.
__ADS_1
"Gua bahas, karena cara berpikir lu itu kayak anak kecil umur 2-3 tahun! Lu udah umur 18 tahun! Dan lu udah lewat dari umur dewasa, Yan!" ucap Roy.
Dean mengacak-acak rambut nya, "Tau nggak sih, kalo kalian berdua itu nge khianati gua?"
Lantas, Leri dan Roy langsung gebrak meja. "Khianati lu? Yakin bro? Bukannya elu khianati Yandra hah? Elu janji ke abang nya supaya jagain Yandra, tapi apaan? Elu batalin perjodohan nya! Lu mikir nggak bro? Kalo lu khianati abang nya Yandra, ayah nya Yandra, dan Yandra sendiri!" ucap kedua nya kompak.
"Kenapa kalian jadi dukung Yandra sih!" Mata Dean berair.
"Kita nggak dukung Yandra, tapi kita dukung lu! Walaupun banyak yang support Yandra, dan kita cuma berdua. Tapi, kita bisa support lu!" Leri menatap Dean dengan tatapan marah dan sendu.
Dean mengusap wajah nya, "Semuanya karena Kayla dan Keyla!"
Roy lantas langsung gebrak meja dengan wajah marah, "Lu salahin mereka berdua? Iya mereka salah, dan lu juga salah!"
"Kok gua salah?!" tanya Dean.
"Iya lu salah! Karena apa? Karena lu lebih memilih orang lain daripada Diandra sendiri!" jawab Roy.
"Gua takut Caca kenapa-napa, Roy!" Dean menatap Roy dengan tatapan marah.
"Caca doang yang lu khawatir in? Terus, Diandra lu apa in? Lu buang? Lu PHP in? LU APA IN HAH!" bentak Roy.
"Roy udah! Jangan bentak Dean lagi! Cukup, jangan buat Dean tambah sedih lagi!" ucap seseorang, Diandra.
Dean terdiam, "M-maksudnya?"
...***...
__ADS_1