
"Diandra Viona Citra!!!!" teriak Lea dan Diva memanggil Diandra.
Diandra mengangkat sebelah alisnya, "Apa?" jawab Diandra.
"Itu, si Deandra berantem! sama orang! nggak tau siapa." ucap Lea dan Diva.
"Dimana?" tanya Diandra.
"Koridor lantai satu," jawab Lea dan Diva.
Diandra dengan cepat berlari ke koridor lantai satu. Saat sampai, matanya hampir keluar dari tempat nya.
Deandra bertengkar dengan Nafis. Nafis adalah most wanted di sekolah juga, tapi lebih terkenal nya Deandra.
Diandra peregangan terlebih dahulu. Lalu berjalan dengan pelan, dan saat sampai di tengah-tengah Deandra dan Nafis ia menjambak rambut keduanya.
"SAKIT!! SAKIT!!" ringis keduanya.
"Ikut gue ke BK!" ucap Diandra sambil menarik Deandra dan Nafis. Saat sampai di ruang BK.
"Assalamualaikum bu, pak. Ini Deandra sama Nafis berantem bu di koridor lantai satu. Jadi, silahkan di interogasi ya. Saya permisi." ujar Diandra lalu keluar BK.
**********************************************
Kini, Deandra, Diandra, dan Nafis tengah berkumpul di pendopo belakang sekolah.
"Cepet! buang-buang waktu nanti!" ketus Diandra.
Deandra dan Nafis tak menjawab.
"Tau ah," gumam Diandra sambil berdiri.
"Kita berantem karena lo. Nafis nggak rela kalo gue milikin lo." Mendengar kalimat Deandra seketika Diandra menoleh.
"Karena gue? Gila lo! karena gue doang berantem! Gue nggak sok jual mahal apa gimana ya, tapi, ngapain berantem karena cewek?
"Ada manfaat nya enggak? ada makna nya enggak? berguna enggak? untung nya apa? sekali lagi berantem cuma karena cewek.
"Gue bogem lo! gila aja berantem karena cewek, lawan gebetan nya dulu dah kalo mau! belagu amat!"
Diandra bangkit dari duduk nya. Ia berjalan ke kelasnya. Deandra dan Nafis seketika mulut nya mangap.
"Gila, baru denger gua Diandra ngomong panjang lebar kayak gitu. Tapi agak serem pas di bagian akhir." ucap kedua nya.
************************************
"Kenapa lo?" tanya Lea dan Diva saat Diandra duduk di hadapan keduanya.
"Mereka berantem, karena gue." ucap Diandra.
"WHAT?!" tanya Lea dan Diva kaget.
"Nggak usah kaget deh," jawab Diandra.
"H-hah? me-mereka berantem karena lo?" tanya Lea.
"Iya, si Nafis nggak rela kalo si Deandra milikin gue." jawab Diandra.
"Wah gila emang si Nafis," ucap Lea dan Diva.
"Bagi air dong, seret gue abis ngomong panjang lebar." pinta Diandra.
"Nih nih," kata Lea sambil memberikan air ke Diandra.
************************************
__ADS_1
Diandra membuka pintu mobil kakaknya. Ia duduk di belakang, Rasyid menyetir, dan Rasyad di sebelah Rasyid.
"Kenapa muka nya asem banget dek?" tanta Rasyid.
"Deandra sama Nafis berantem," jawab Diandra.
"Karena apa?" tanya keduanya kepo.
"Nafis nggak terima kalo Deandra berhasil milikin aku," jawab Diandra.
"WHAT?! DEMI APA DEK?!" tanya keduanya.
"Nggak boleh main demi-demian kak!" jawab Diandra.
"Iya iya maap," balas kedua kakaknya.
************************************
"Diandra Viona Citra!! adek sini!!" panggil Rasyid dan Rasyad.
Diandra yang dari arah dapur langsung menuju ruang tamu. "Kenapa kak?" jawab Diandra.
"Kan sebentar lagi udah mau ujian," ujar Rasyid.
"He'em terus?" tanya Diandra.
"Belajar lah sono! nonton anime mulu kamu!" suruh Rasyid dan Rasyad.
"Males kak," jawab Diandra.
"Emang udah hafal semua pelajaran nya?" tanya Rasyad dan Rasyid.
"Udah," jawab Diandra.
************************************
"Akhirnya!! selesai juga ujiannya!!" seru Lea dan Diva saat duduk di kursi kantin.
"Nggak, gue biasa aja." ujar Diandra.
"Ah, nggak asik lo. Kan kita libur panjang abis ini." cibir Lea dan Diva.
"Dua minggu doang elah," jawab Diandra.
"Kagak sih! sebulan tau! kan di kasih tau tadi sama Bu Susi." kata Lea.
"Lupa gue," jawab Diandra.
Lea dan Diva menghela napas.
"Tapi, abis bagi raport..." Diandra menggantung kalimat nya.
"Why?" tanya Lea dan Diva.
"Ntar aja di chat," jawab Diandra.
"Kasih tau dong!!" pinta kedua sahabat nya.
"Kepo nggak bagus untuk otak," jawab Diandra.
"Si kambing," cibir Lea dan Diva.
"Gue nikah," jawab Diandra yang langsung membuat kedua sahabat nya heboh.
"APA?! BENER?!" tanya Lea dan Diva.
__ADS_1
"Berisik!" sentak Diandra.
"Sorry sorry," ujar Lea dan Diva.
"Makanya dengerin dulu sih!" ucap Diandra kesal.
"Okeh lanjut," jawab Lea dan Diva.
"Abis bagi raport gue nikah, tapi nggak tau kapan. Kayak nya dari sekarang siap-siap dulu." ucap Diandra.
"Wah, mantap. langgeng lu ya." bisik Lea dan Diva.
"Thanks, kalian juga langgeng ye." balas Diandra sambil tersenyum.
"Idih, sering-sering senyum dong." ucap Lea dan Diva.
Diandra terkekeh. Lea ke toilet bersama Diva. Saat hendak makan nasi goreng nya, ada tangan yang mengambil alih sendok nya.
"Astaghfirullah!! Ngajak ribut lo ya?!" tanya Diandra.
Deandra. Pemilik tangan itu adalah Deandra. Membuat Diandra kesal setengah mati.
"Sendok gue itu Dean!" gerutu Diandra.
"Yaudah, suapin gue." ucap Deandra.
"Obat lo habis ya?" tanya Diandra.
"Kan punya lo, suapin." suruh Deandra.
"Nggak," jawab Diandra.
"Yaudah, gue yang suapin." ucap Deandra.
Diandra menganga, Deandra langsung memasukkan sendok berisi nasi goreng ke mulut Diandra.
Diandra bangkit, "Gusti, serangan apa lagi ini?" gumam Diandra sambil berlari.
"Lah?! Diandra!" panggil Deandra.
"Toilet bentar," jawab Diandra.
************************************
"Lah? Diandra man- lah, lu ngapain Deandra?" tanya Lea dan Diva.
"Nunggu Diandra, tu anak ke toilet." jawab Deandra.
"Ohh, udah sono, minggir. udah pw kita." usir Diva dan Lea.
Deandra berdecak lalu pergi dari kantin, tak lama, ada Diandra datang dan duduk du kursi tadi dengan menahan senyum nya.
"Heh! gila lo ya? kenapa sih?!" tanya Diva kesal.
Diandra menggeleng, kini Lea bertanya.
"Lo kenapa sih? Abis ya obat lo?" tanya Lea.
"Duh, nggak tau ah." jawab Diandra.
"Pen gue depak muka lo lama-lama, kalo ngomong banyak." ucap Lea dan Diva.
"Berisik," jawab Diandra.
************************************
__ADS_1
- Jumat 18 September 2020