ICE GIRL VS ICE BOY

ICE GIRL VS ICE BOY
51 - KE MALL (S2)


__ADS_3

Seusai bermain turth or dare. Diandra berdecak malas, karena ia disuruh telpon Dean dengan suara imut, apalagi harus video call.


Diandra menggaruk kepala nya, "Nggak ada yang lain gitu?" tanya Diandra.


Ketiga sahabat nya kompak menggeleng. Diandra berdecak malas. Dan langsung video call Dean.


"Halo kenapa, Yandra? Tumben amat video call." ucap Dean.


Diandra berusaha memakai wajah imut nya, "Dean,"


"Lah? Tuh muka kenapa? Wkwkw." Dean terkekeh.


Diandra menatap ketiga sahabat nya yang cekikikan, sambil pasang insta story.


"Kenapa telpon?" tanya Dean.


"Nanti ke mall yaa," Diandra terkekeh dalam hati. "Aww!! Malu gua lambung! eh kambing!!"


"Hah? Ayo aja sih. Ajak yang lain nggak?"


"Nggak," jawab Diandra.


"Yaudah, jam berapa?"


"Pulang kuliah yaa,"


"Okeh, duluan aja ke parkiran."


Diandra mengangguk, setelah itu, ia mematikan telpon nya, dan langsung menatap tajam ketiga sahabat nya.


"Argh gilaa! Malu gua woy kambing!" ucap Diandra.


Ketiga sahabat nya tertawa, "Tenang, mayan kan di ajak jalan sama Dean."


Diandra melotot, "Mayan mayan pala mu! Kalian kan yang suruh, suruh gua buat ajak dia jalan!"


Ketiga sahabat nya tertawa, wajah Diandra makin merah.


"Heh udah lu pada jangan ketawa," ucap Diandra.


Ketiga sahabat nya stop ketawa.


...***...

__ADS_1


Pulang kuliah..


Diandra telah di parkiran, tak lama Dean datang dengan sahabat nya.


Diandra seketika buang muka, karena ia masih malu dengan video call tadi. "Astaghfirullah al azim," batin Diandra.


"Yandra," panggil Dean.


Diandra menoleh, dan langsung menaikkan sebelah alis.


"Ayo," ajak Dean.


Diandra mengangguk.


Leri bertanya, "Wait, lu berdua mau kemana dah?"


"Tau lu, baru sampe, langsung ayo ayo aja." Roy menimpali.


"Bodoamat, bye jomblo." balas Dean lalu menarik Diandra.


"KAMBING KAU!"


...***...


Diandra melirik kedai eskrim, matanya langsung berbinar. Diandra menarik tangan Dean, seketika Dean langsung kaget.


"Beli es krim bentar," ucap Diandra seperti mengetahui pikiran Dean.


Dean tersenyum kecil. "Bocil imut," batin Dean.


Setelah beli eskrim, mereka berdua duduk bentar.



Dean tersenyum kecil, "Jan banyak-banyak, ntar batuk."


"Biarin," jawab Diandra cuek sambil memakan es krim nya.


"Eh iya, tumben amat lu tadi video call gua pake muka imut sekaligus suara imut. ketempelan jin tomang lu?" tanya Dena.


"Kambing lah, di bahas." gumam Diandra.


Diandra terkekeh, "Yaa.. lagi pengen aja."

__ADS_1


"Yakin?" tanya Dean.


Diandra mengangguk.


"Kok dia lebih cuek daripada gua ya?" batin Dean bertanya.


"Lu nggak mau eskrim lagi?" tanya Diandra.


Dean menggeleng, "Nggak lu aja,"


"Dih, ada empat. Lu dua, gua juga dua." Diandra mengerutkan kening nya.


Dean menggeleng, "Makan aja nggak papa,"


Diandra menoyor kepala Dean pelan, "Kalo makan banyak nanti batuk, tapi lu nya nggak mau. Kumaha sia?" tanya Diandra.


Dean terkekeh, "Udah makan aja nggak papa. Lagi nggak mood buat makan banyak gua."


Diandra menaikkan sebelah alis nya. Dean menggeleng.


Tiba-tiba, kepala Diandra bersandar di bahu Dean. Diandra masih diam karena masih makan es krim nya, sedangkan Dean masih kaget.


Diandra terkekeh kecil. "Napa lu?"


"Nggak," jawab Dean.


Diandra menghela napas, "Lu marah sama gua nggak?"


"Maksudnya?" Dean bertanya balik.


Diandra menghela napas, "Gua kan pergi jauh selama 1 tahun. Lu nya marah nggak sama gua?"


Dean tersenyum kecil, "Awalnya sih marah. Tapi gua sadar, kalo lu pergi jauh tandanya elu butuh ketenangan. Dan akhirnya bener, Jessica, Caca, Lea, Diva, dan kak Al nge bantu lu supaya lu bisa sembuh."


"Lu marah nggak ke Jessica, Caca, Lea, Diva, kak Al, sama Roy Leri?" tanya Diandra.


"Gua awalnya marah sama Jessica dan Caca. Karena mereka nggak kasih tau dimana keberadaan lu. Terus, si Roy Leri jujur kalo mereka juga sekongkol sama kalian.


"Seketika, gua langsung marah ke Leri dan Roy juga. Mereka boong in gua, supaya gua nggak terpuruk, karena kehilangan lu."


Diandra tersenyum.


...***...

__ADS_1


__ADS_2